Bung Rosadi,

Bagaimana ya caranya membuktikan seseorang itu Islam tulen atau hanya di
KTP? Kalau galahukurnya kegiatan hariannya, Soeharto yang haji itu kurang
apa lagi? Semua kewajiban Islam "nyaris" semua dilakukannya. Bisa juga saya
bilang beliau melakukannya 100%. Kita tahu juga bahwa rupanya beliau tidak
seperti yang kita harapkan. Lalu mesti bagaimana? Kalau sudah
begini....yah....hanya Tuhan berserta staf-Nya yang tahu.

Wassalam,
Efron

-----Original Message-----
From:   Mohammad Rosadi [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Thursday, 03 June, 1999 10:27 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia

==dibusek====

Bung Irwan, tidak tepat juga kalau dikatakan tidak ada masalah. Sebagaimana
yang kita sama-sama tahu, rejim orde baru semasa berkuasa dulu benar-benar
telah mematikan kehidupan demokrasi di Indonesia.  Kebebasan bersuara serta
mengeluarkan pendapat hampir tidak ada,dan partai politik pun dibatasi hanya
3 saja, itupun penuh dengan rekayasa. Kalau kemudian ternyata anggota DPR
yang mayoritas beragama Islam tsb banyak yang brengsek (hampir semuanya dari
Golkar), itu karena 'standar keislaman' yang dipakai adalah standar KTP
semata, tidak berdasarkan kualitas keislamannya. Selain itu sikap otoriter
dan kediktatoran rejim orba membuat banyak orang pada masa itu tidak bisa
berbuat banyak melawan kesewengan rejim tsb. Maka jangan heran jika
anggota-anggota DPR pada masa itu banyak yang brengsek dan membuat rakyat
(yang sebagian besar muslim) menderita karenanya.

Saat gerakan reformasi berhasil menumbangkan rejim orba, kebebasan bersuara
dan mengeluarkan pendapat pun terbuka lebar-lebar. partai-partai politik
barupun banyak bermunculan, termasuk didalamnya partai-partai Islam.
Kemunculan partai-partai Islam sekaligus membawa angin segar bagi munculnya
calon-calon legislatif muslim yang benar-benar berkualitas, baik dari sisi
keislamannya maupun dari sisi intelektualitasnya (bukan cuma Islam KTP
doang!). Inilah yang membedakan caleg muslim masa orba dulu dengan
caleg-caleg muslim di era reformasi ini. Maka tidaklah heran jika kemudian
MUI menghimbau kepada para pemilih muslim untuk memilih caleg-caleg yang
muslim, karena memang saat ini begitu banyak pilihan caleg-caleg muslim yang
berkualitas. Pilihan kepada caleg-caleg Islam ini semata-mata agar umat
Islam dapat lebih berperan aktif lagi dalam percaturan politik di Indonesia,
karena semasa orba dan orla dulu umat Islam selalu dipinggirkan dan perannya
tidak lebih dari sekedar penonton saja.


===dibusek aja======

Kirim email ke