Dari jendela kantor saya terlihat sepertinya pawai PDIP tak terbendungkan. Jalanan mbludak bak banjir tahunan di Jakarta. Tampak mereka menaiki sedan, bus....sampai sepeda, becak, dan gerobak. Memang sangat heterogen para pendukung PDIP. Kembali saya tergelitik akan himbauan MUI itu dengan menimbang bahwa mayoritas pendukung PDIP adalah kaum Islam (bagi saya tidak ada perbedaan yang KTP dan tulen). Dalam pada itu diributkan bahwa caleg dari PDIP banyak yang dari bukan Islam (banyak dalam artian bukan mayoritas). Banyak orang (contoh gampangnya di milis ini) yang berlatar belakang agama dan yang mengaku berintelektual tinggi seakan mencibir kepada para pendukung PDIP. Mereka (masih) menganggap para pendukung itu bodoh dan buta. Apakah memang mereka bodoh dan buta? Mestinya orang yang (mengaku) berintelektual tinggi dan beragama patut bercermin kepada mereka. Kalau ada yang bilang mayoritas pendukung mereka bukanlah orang bersekolah tinggi sepatutnya ada pelajaran berharga dari mereka. Saya juga yakin banyak dari mereka merogoh koceknya sendiri untuk membeli atribut PDIP. Tanpa bersekolah tinggi mereka sudah memahami betul bagaimana berpolitik yang demokratis. Jelas sekali mereka tahu siapa itu Kwik Kian Gie dkk yang bukan Islam dan bukan pribumi tulen. Namun mereka tak mempedulikan itu. Mereka sangat menaruh harapan mereka kepada PDIP. Mereka tahu persis jika hanya berlatar belakang agama justru akan membutakan mereka. Para pendukung PDIP tetap setia karena orang-orang partai juga setia memperjuangkan mereka. Rupanya mereka selangkah lebih maju dalam berpolitik ketimbang orang-orang yang berintelektual tinggi dan (mengaku) beragama. Wassalam, Efron
Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia
Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) Thu, 3 Jun 1999 16:53:22 -0700
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indones... Pungkas Ali
- Himbauan Majelis Ulama Indonesia Yohannes Yaali
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia Nasrullah Idris
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia bRidWaN
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia Mohammad Rosadi
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia Irwan Ariston Napitupulu
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia Mohammad Rosadi
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia Yohannes Yaali
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia bRidWaN
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia Mohammad Rosadi
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia bRidWaN
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indones... Ichwan Ramli
- Re: Himbauan Majelis Ulama Ind... Blucer Rajagukguk
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia FRAREV SITORUS
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia bRidWaN
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia Irwan Ariston Napitupulu
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia bRidWaN
- Re: Himbauan Majelis Ulama Indonesia Nasrullah Idris
