Lho, siapa yg ngajak diskusi dengan anda? Bikin komentar kan bukan berarti
ngajak diskusi. Geer amat sih... hehehe....:) Masak nggak boleh bikin
komentar ya? Wah, melanggar HAM saya tuh.... Hehehe....:)

Okay deh saya jawab sendiri pertanyaan saya:

(1) Kesalahan Gus Dur itu sudah pernah saya tulis yg sebanyak 12 buah itu.
Makin dipanjangin masih bisa lagi tuh. Nah, sikap partisan anda itu
memandang rendah kesalahan-kesalahan Gus Dur, dan malah melemparkan ke pihak
lain yaitu Amien Rais. Saya tahu AR juga tidak bersih, paling tidak ada dua
buah yg sangat utama (dan jelas bukan yg anda sebutkan itu). Sayangnya kalau
saya sebut di sini takutnya jadi amunisi buat anda. Wong modal satu artikel
dari Wimar saja sudah sibuk.

(2) Sehubungan dengan pandangan anda yg partisan itu, jelas pengamatan
pemosting tersebut (yaitu anda) tidak dapat dinilai. Mau dinilai bagaimana
wong bias banget.

(3) Taraf pentoleriran ini sangat subjektif. Apalagi kalau menyangkut opini
pribadi. Cuma ya itu, karena bersifat subjektif, maka jangan bawa-bawa nama
rakyat. Orang lain yg baca saja malu kok....:)

(4) Yang nomor empat ini jelas masalah tata bahasa. Biarpun saya tahu salah,
saya nggak ikutan. Hitung-hitung FYI gitu lho. Biar ngecap-nya lain kali
lebih afdol.

Begitu jawaban atas pertanyaan saya sendiri. Kalau tidak puas silakan
protes. Janji jangan nangis ya. Hehehe....:)


Anjasmara

'---------------------------------
>From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Maluku:200 Kristen dibakar di Gereja ?
>Date: Wed, 21 Jun 2000 14:32:27 EDT
>
>In a message dated 6/20/00 6:24:14 PM Eastern Daylight Time,
>[EMAIL PROTECTED] writes:
>
> > Ada beberapa yg perlu kita renungkan dari posting di bawah ini:
> >
> >  - Kesalahan Gus Dur yg beberapa itu yg mana saja sih?
> >  - Sejauh apa pula pengamatan pemosting itu?
> >  - Pentoleriran itu siapa yang nge-set tarafnya?
> >  - Definisi "rakyat banyak" itu siapa? Soalnya rakyat memang plural,
>kalau
> >  dipakai sebagai singular pasti lucu. Pasti banyak toh? Hehe...
> >
> >  Bukan apa-apa ya, biar jelas dan tidak muter-muter.
> >
> >
> >  Anjas
> >
> >  ------------------
> >  >From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
> >  >
> >  >Saya akui Gus Dur memang beberapa kali melakukan kesalahan2.
> >  >Tapi sejauh pengamatan saya, kesalahan2 tersebut masih dalam
> >  >taraf yg bisa ditolerir. Terlebih lagi, motivasi dari Gus Dur sampai
> >  >saat ini saya lihat masih tetap mengacu pada kepentingan
> >  >rakyat kebanyakan.
>
>
>Rekan Jaya, tampaknya anda tidak menahan diri memegang
>ucapan anda untuk tidak lagi mengomentari/berdiskusi dengan
>saya. Sekarang netter disini bisa lihat siapa yg pertama kali
>melanggar ucapannya.
>
>Untuk pertanyaan2 anda di atas, maaf, saya tidak berminat
>untuk menjawabnya karena memang saya tidak berminat
>untuk melakukan diskusi lebih lanjut dengan anda di milis ini.
>Silahkan anda mencari sendiri jawaban atas pertanyaan2
>anda tersebut di atas. Termasuk pertanyaan2 anda pada
>posting terpisah yg sepengamatan saya tampaknya ditujukan
>ke saya.
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke