==========================================
HS: untuk memahami wahyu tidak cukup hanya mengandalkan akal yang 
liar atau pengetahuan yang serba minim bahkan tidak boleh menafsirkan
quran dengan akal semata tapi justru harus dilibatkan pula ilmu 
tafsir, hadits, bahasa arab dan lainnya, ini merupakan indikasi bahwa 
gerombolan JIL memang tidak mampu mempelajari berbagai tools untuk 
memahami wahyu.
===========================================
RMD Hadinoto: saya kira , kita semua sepakat di milis terhormat ini, 
bahwa untuk memahami wahyau agama2 kita masing2, Kristen, Islam, 
Buddha, Hindu Bali dan lain2, tak mungkin kita sekedar mengandalkan 
akal dan nalar untuk mengerti wahyu. Ini bukan saja pada Islam. 
namanya juga wahyu. Saya tak yakin bahwa "gerombolan" JIL tak mampu 
memahami wahyu, mereka bukan orang2 bodoh lho.

Dan sebagai orang beriman, kita harus selalu rendah hati, tak mudah 
menghakimi dan berbahasa keras pada orang lain. Setuju kan?
==============================================

HS: bahkan lebih dari sekedar asosiasi nyatanya memang sekularisme 
hanya mengebiri muatan wahyu yang kemudian disisipkan oleh aturan 
yang merupakan produk akal yang telah menjadi biang kehancuran dan 
kenestapaan kaum muslimin karena dari aqidah sekularisme inilah 
dibangun kapitalisme yang memang inheren dengan penjajahan 
imperialisme, jelas seperti terangnya matahari bahwa sekuler=anti 
agama yaitu islam karena islam merupakan sebuah nizham yang akan 
merapikan berbagai tatanan dimensi kehidupan baik privatmaupun dalam 
publik.
==============================================
RM D Hadinoto: saya sudah berumur hampir kepala 6. Keluarga besar 
saya semua Muslim. Dari saya masih kecil, saya tak melihat, adanya 
pengkebirian muatan wahyu di Tanah Air kita tercinta. Dimasa 
penjajahan memang, ada penekanan kaum Muslim, tetapi bukan 
sekularisme yang menjadi sebab, namun politik kolonial. Sejak 
Republik kuta merdeka, saya lihat, dari kanak2 menjadi dewasa, bahwa 
Islam berkiprah di Tanah Air. Mesjid2 bertambah. Institusi2 
pendidikan islam, dari pesantren sampai IAIN berkembang. bahkan kini, 
saudara2 kita di Aceh mendapatkan status syariat Islam. Sekuler 
bukanlah anti agama, sekuler hanya memisahkan kehidupan agama dan 
kehidupan bermasyarakat. Ini mutlak-lah, karena saudara2 kita se 
Tanah Air bukan sekedar orang Islam. Di Minahasa malah Islam 
merupakan tamu disana. Juga di Timor, Flores, Toraja, Sangihe-Talaud.

Tidak saja Islam "merapikan berbagai tatanan dimensi kehidupan baik 
privat maupun publik", juga Kristen, Buddha, Hindu-Bali. Tetapi tak 
mungkin kita gebyah uyahkan tatanan bangsa ini menurut akidah satu 
agama saja bukan?

=====================================
HS: itulah keagungan wahyu,bahasa ajami seperti sijjil, qisthas, bisa 
di berlakukan arabisasi tanpa mengurangi keagungannya, cobalah pahami 
al quran dengan benar dan teliti jangan hanya sekilas karena jika 
sekilas maka hanya menghasilkan kebathilan, jika al quran 
merepresentasikan ekspresi multikultural kenapa dalam quran mencela 
kesyirikan dan berbagai perkara maksiyat lainnya apakah kita ingin 
mengakomodasi supaya zina dilegalisir, judi dilokalisasi??, itulah 
akal yang plin plan tanpa bimbingan wahyu yang agung
=============================================

Mas, semua agama di Tanah Air mengutuk kesyirikan. Atau anda dsapat 
membuktikan bahwa Kristen, Buddha, Hindu Bali memerintahkan atau 
menyanjung kesyirikan? Tidak kan? Nah, begitulah.

Zina dilegalisir, atau tidak, itu tergantung masyarakat yang membuat 
undang2 melalui DPR. Kita dapat melarang zina, judi, dan SEGALA 
kesyirikan dengan undang2 nasional, karena kesyirikan dikutuk semua 
agama. Anda sudah baca Sepuluh Perintah Allah yang dipercaya kaum 
Kristiani?  Wahyu yang agung,mas, diturunkan Allah dalam berbagai 
agama, juga Kristen menerima wahyu Allah, yang tidak mengizinkan 
kesyirikan. Sudah anda dengar, ber-kali2 Sri Paus memperingatkan 
manusia agar tidak berbuat syirik? 

Wahyu agung membimbing bangsa2 didunia menganjak modernitas mereka, 
menjadi bangsa yang maju dan dirakhmati, lihat Jepang, Jerman, 
Austria, Swiss, Liechtenstein, Luxemburg, Korea selatan, Singapura. 
Semua maju, makmur dan demokratis.

Ber-juta2 umat Islam datang ber-bondong2 kesana tiap tahun, baik 
legal maupun illegal, sebagai migrant menurut hukum dan pendatang 
haram, untuk mencari ilmu, atau mencari sesuap nasi.

Lihat saudara2 kita yang mencari ilmu dan mencari sesuap nasi ke 
Europa, India, jepang, Korea selatan. JUga milis kita ini, adalah 
tamu sebuah negara yang sekular, yang dengan santunnya menerima tamu2 
dari segala jurusan mata angin. Iya kan? Hati2 lhomas, mengagungkan 
agama sendiri itu bisa menjurus SARA, dan ini dicela oleh kawan2 
disini, seperti nak Lenny, nak Listy, dan juga moderator.
==============================================================

sekian dulu

Ya sekian dulu

wassalam

Salam damai

RM D Hadinoto




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke