Ini benar. Dalam pustaka2, kita lihat pembedaan definisi antara 
sekularisme dan sekularisasi. Dikalangan pembaca Europa, ini sama.

Sekularisme juga sering dimengerti sebagai sikap yang meniadakan 
kesakralan agama, semua duniawi.

Tidak ada umat yang sudi, bila ajaran agamanya dikebiri, tidak Islam, 
tidak Kristen, tidak Buddha. karena itu, dalam menjalankan syaria 
masing2, penganut agama hendaknya menjalankannya secara menyeluruh 
(kaffah), jangan di-penggal2. Negara tak berhak membatasi ruang gerak 
penganut agama yang diakui (kecuali sekte2 yang aneh2).

Tetapi, tiap penganut agama, harus mengkamomodasikan diri sedemikian 
rupa, dalam kehidupan bersama, agar kita dapat hidup dengan saling 
menghormati, tanpa berSARA2an.

"Sekularisme" sebagaimana definisi dalam kontext Islam memang beda 
dengan definisi dalam kontext ilmu politik. Sekularisme dalam ilmu 
ketatanegaraan, ya ilmu politik, adalah ajaran, yang memisahkan 
kekuasaan agama dari kekuasaan negara. Misalnya sampai awal abad ke 
XX, hanya ada satu hukum pernikahan di Europa, yaitu menurut hukum 
gereja. Tentu saja ini diprotes, karena banyak warga yang bukan 
beragama Kristen tertentu (Katholik atau Protestant, Yahudi dan 
Islam). Juga banyak orang Kristen yang tak mau menikah digereja.

Negara2 di Europa juga tak mungkin memaksakan memakan daging babi, 
karena ini halal menurut agama Kristen. Warga yang mengharamkannya 
harus dihormati, dan diizinkan untuk menghindari memakan daging babi. 
Inilah seklurarisme menurut ilmu ketatanegaraan.

Salam

RM D Hadinoto




--- In [EMAIL PROTECTED], Satrio Arismunandar 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mohon maaf, nyelak sedikit. Hanya sekadar meluruskan.
> Setahu saya, Nurcholish Madjid sendiri MENOLAK
> sekularisme. Yang dia dukung adalah SEKULARISASI.
> Sekularisasi TIDAK SAMA dengan Sekularisme.
> 
> Artinya, Cak Nur sendiri sadar, sulit menggabungkan
> (ideologi)sekularisme dan Islam. Sedangkan yang
> dimaksud dengan Sekularisasi adalah upaya agar umat
> Islam di Indonesia bersikap selektif, jangan
> mensakralkan hal-hal yang sebenarnya tidak sakral
> (Misalnya: mengkafirkan orang yang tidak mendukung
> partai politik berlabel agama tertentu). 
> 
> Tetapi, untuk hal-hal yang memang sakral dalam Islam,
> yang tentu saja tidak bisa terus dikecilkan dan
> dianggap hal-hal biasa saja. Saya pikir, para penganut
> agama mana pun akan setuju dengan hal ini, dalam
> konteks agamanya masing-masing.
> 
> Satrio
> 
> 
> 
> --- himawan sutanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > JIL yang bodoh bukan tanpa sebab dan alasan saya
> > hanya melihat dari output
> > yang dia jajakan jika dia memang tidak memiliki
> > unsur kebodohan kenapa
> > memahami islam begitu sempit sehingga melahirkan
> > sekulerisme, saya setuju
> > bahwa sekulerisme hanya cocok untuk ajaran selain
> > islam jangan
> > menggeneralisir semua agama mengakui sekulerisasi
> > karena pemahaman itu
> > sangat dangkal karena tidak berusaha mengembalikan
> > persoalan kepada
> > sumber-sumber normatif jadi kebodohan yang
> > disematkan kepada gerombolan JIL
> > memang pantas karena mereka berusaha melakukan upaya
> > sinkretisme padahal
> > islam berbeda dengan ajaran yang lainnya. JIL selalu
> > mendendangkan bahwa
> > pemahaman kita terhadap alquran yang harus
> > dikedepankan adalah substansinya
> > jika JIL mau jujur kenapa dalam masalah jihad tidak
> > seperti mainstream JIL
> > kenapa JIL tetap berpendapat bahwa jihad yaitu
> > sungguh-sungguh, inilah yang
> > menggelikan dari propaganda JIL mereka memang
> > menafsirkan wahyu sesuai
> > bingkai otak mereka padahal wahyu tidak bisa
> > dipisahkan dengan tools untuk
> > dalam rangka memahaminya
> > ==========================
> > mengenai rendah hati inilah yang sengaja selalu
> > dimunculkan ketika berusaha
> > meluruskan persepsi seputar islam, rendah hati harus
> > dilihat sebagai
> > nilai-nilai wahyu bukan hanya sebatas akhlak semata
> > yang tidak memiliki
> > nilai setitik pun tanpa dilandasi wahyu jadi
> > pemahaman-pemahaman terhadap
> > wahyu menuntut untuk menjadikan pola pikir kita
> > dibimbing oleh wahyu bukan
> > asal berujar tanpa pemahaman-pemahaman yang shahih
> > ==========================
> > justru sekuler dalam islam berarti= menolak islam
> > karena islam adalah sebuah
> > nizham privat dan ruang publik sehingga sungguh aneh
> > jika sekuler tidak anti
> > islam karena dengan mengambil islam dari sisi privat
> > pada saat bersamaan
> > mengakui sekulerisme dan pada saat yang sama juga
> > berarti telah meninggalkan
> > bimbingan wahyu dalam ranah kehidupan karena islam
> > memiliki fikroh politik,
> > ekonomi, sangsi, peradilan dsb dan jika
> > fikroh-fikroh ini digantikan dengan
> > ideologi yang bersumber dari ra'yu yang bathil sama
> > saja dengan mereduksi
> > wahyu.
> > ========================
> > islam tidak anti dengan modernitas justru kita lihat
> > peradaban islam yang
> > agung yang telah melahirkan banyak gagasan-gagasan
> > modern dalam science dan
> > teknologi, para ilmuwan islam mampu mengubah
> > mainstream ilmu yang dianut
> > oleh orang-orang yunani yang hanya berkutat pada
> > gagasan theologis dan
> > filsafat dirubah menjadi gagasan-gagasan empirik
> > yang memiliki makna dalam
> > manfaat kehidupan contoh saja dalam bidang
> > matematik,a ilmuwan yunani kuno
> > hanya berkutat tambah dan kurang sedangkan ilmuwan
> > islam mampu memetakan
> > ilmu matematika menjadi ilmu yang aplikatif untuk
> > menopang penelitian
> > lainnya sehingga kita mengenal algorism, logaritma
> > dsb.juga bagaimana ibnu
> > sina, jabir bin hayyan yang merupakan jebolan
> > univ.al muntansiriyyah yang
> > merupakan hasil nyata bagaimana islam begitu
> > memperhatikan ilmu
> > ========================
> > jika banyak warga negara-negara muslim ke eropa maka
> > kita pun jangan
> > melupakan bagaimana barat juga berhasil merampok
> > kekayaan negeri-negeri
> > islam jadi sebenarnya pemberian yang mereka kasihkan
> > tidak ada bandingannya
> > dengan berapa jumlah kekayaan yang telah dirampok
> > oleh para imperialis
> > bukankah AS dan barat yang mencaplok irak sudah
> > terbukti bahwa diballik
> > upaya yang sangat biadab itu sesungguhnya karena
> > irak memiliki kekayaan
> > minyak sehingga para imperialis bagaikan singa yang
> > lapar ketika melakukan
> > invasi terhadap irak, ini hanya salah satu uji fakta
> > jika dirunut tentu akan
> > lebih menyakitkan umat islam
> > ===========================
> > disini saya tidak berupaya membahas SARA atau
> > menyinggung sebuah keyakinan
> > tetapi saya hanya ingin mendobrak dogma-dogma
> > sekulerisme dan itu sangat
> > mengusik pemahaman saya sehingga jika itu dilihat
> > sebagai sebuah cacian maka
> > kita harus mengembalikan sebuah permasalahan secara
> > jernih dan dalam hal ini
> > saya tetap berprinsip terhadap norma-norma wahyu
> > bahwa tidak ada paksaan
> > dalam agama, itu saja. jadi jika SARA dilibatkan
> > dalam hak jawab saya maka
> > harus dilihat sebagai sebuah pemikiran yang harus
> > dicerna dengan bukti-bukti
> > normatif dan empirik bukan hanya mengandalkan
> > landasan emoso semata
> > =============================
> > saya sudah berumur kepala 2 dan dalam islam tidak
> > mengenal senioritas tetapi
> > yang diakui adalah sejauh mana ia menjalankan
> > ketaqwaanya kepada Allah SWT
> > jadi taqwa adalah kata kunci yang mesti dipegang
> > 
> > sekian
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ----- Original Message -----
> > From: "rm_danardono" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Monday, September 20, 2004 2:48 PM
> > Subject: [ppiindia] Re: Tukar wacana mengenai
> > Sekularisme
> > 
> > 
> > > ==========================================
> > > HS: untuk memahami wahyu tidak cukup hanya
> > mengandalkan akal yang
> > > liar atau pengetahuan yang serba minim bahkan
> > tidak boleh menafsirkan
> > > quran dengan akal semata tapi justru harus
> > dilibatkan pula ilmu
> > > tafsir, hadits, bahasa arab dan lainnya, ini
> > merupakan indikasi bahwa
> > > gerombolan JIL memang tidak mampu mempelajari
> > berbagai tools untuk
> > > memahami wahyu.
> > > ===========================================
> > > RMD Hadinoto: saya kira , kita semua sepakat di
> > milis terhormat ini,
> > > bahwa untuk memahami wahyau agama2 kita masing2,
> > Kristen, Islam,
> > > Buddha, Hindu Bali dan lain2, tak mungkin kita
> > sekedar mengandalkan
> > > akal dan nalar untuk mengerti wahyu. Ini bukan
> > saja pada Islam.
> > > namanya juga wahyu. Saya tak yakin bahwa
> > "gerombolan" JIL tak mampu
> > > memahami wahyu, mereka bukan orang2 bodoh lho.
> > >
> > > Dan sebagai orang beriman, kita harus selalu
> > rendah hati, tak mudah
> > > menghakimi dan berbahasa keras pada orang lain.
> > Setuju kan?
> > > ==============================================
> > >
> > > HS: bahkan lebih dari sekedar asosiasi nyatanya
> > memang sekularisme
> > > hanya mengebiri muatan wahyu yang kemudian
> > disisipkan oleh aturan
> > > yang merupakan produk akal yang telah menjadi
> > biang kehancuran dan
> > > kenestapaan kaum muslimin karena dari aqidah
> > sekularisme inilah
> > > dibangun kapitalisme yang memang inheren dengan
> > penjajahan
> > > imperialisme, jelas seperti terangnya matahari
> > bahwa sekuler=anti
> > > agama yaitu islam karena islam merupakan sebuah
> > nizham yang akan
> > > merapikan berbagai tatanan dimensi kehidupan baik
> > privatmaupun dalam
> > > publik.
> > > ==============================================
> > > RM D Hadinoto: saya sudah berumur hampir kepala 6.
> > Keluarga besar
> > > saya semua Muslim. Dari saya masih kecil, saya tak
> > melihat, adanya
> > > pengkebirian muatan wahyu di Tanah Air kita
> > tercinta. Dimasa
> > > penjajahan memang, ada penekanan kaum Muslim,
> > tetapi bukan
> > > sekularisme yang menjadi sebab, namun politik
> > kolonial. Sejak
> > > Republik kuta merdeka, saya lihat, dari kanak2
> > menjadi dewasa, bahwa
> > > Islam berkiprah di Tanah Air. Mesjid2 bertambah.
> > Institusi2
> > > pendidikan islam, dari pesantren sampai IAIN
> > berkembang. 
> === message truncated ===
> 
> 
> 
>               
> _______________________________
> Do you Yahoo!?
> Declare Yourself - Register online to vote today!
> http://vote.yahoo.com



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke