HS:JIL yang bodoh bukan tanpa sebab dan alasan saya hanya melihat dari output yang dia jajakan jika dia memang tidak memiliki unsur kebodohan kenapa memahami islam begitu sempit sehingga melahirkan sekulerisme =================================================================== RMDH: Tetap saja dalam diskusi publik mem-bodoh2hkan pihak lain tidaklah pantas dan bijak. Banyak diantara kita, yang tidak sependapat dengan anda, bahwa pehamaman Islam oleh JIL adalah sempit. Ini dapat kita lihat dengan mudah dengan mengkaji karya2 tulisan mereka. Mungkin tak semua kupasan dapat anda setujui, tetapi sempit? I don't think so ===================================================================
HS: saya setuju bahwa sekulerisme hanya cocok untuk ajaran selain islam jangan menggeneralisir semua agama mengakui sekulerisasi karena pemahaman itu sangat dangkal karena tidak berusaha mengembalikan persoalan kepada sumber-sumber normatif jadi kebodohan yang disematkan kepada gerombolan JIL memang pantas karena mereka berusaha melakukan upaya sinkretisme padahal islam berbeda dengan ajaran yang lainnya. ===================================================================== RMDH: tidak benar, bahwa sekularisme hanya cocok untuk ajaran lain. Setiap penganut agama, kalau dituruti, akan menginginkan berlakunya 100% akidah mereka sendiri. Juga dalam ajaran Katholik. Kalau kita turuti Sri Paus, dia juga ingin agar negara2 Europa 100% mengadopsi hukum gereja katholik (Codex Iuris Canonici, semacam syariah Islamnya umat katholik). Tetapi ini tak dapat dipenuhi negara2 di Europa, karena akan menzalimi warga dan penganut agama2 lain, termasuk Yahudi dan islam yang juga ada di Europa. Bahwa Islam berbeda dengan yang lain, seperti anda selalu ulang2, adalah hal yang logis, sebab tak ada agama, apalagi yang samawi, yang sama satu dengan yang lain. ==================================================================== HS: JIL selalu mendendangkan bahwa pemahaman kita terhadap alquran yang harus dikedepankan adalah substansinya jika JIL mau jujur kenapa dalam masalah jihad tidak seperti mainstream JIL kenapa JIL tetap berpendapat bahwa jihad yaitu sungguh-sungguh, inilah yang menggelikan dari propaganda JIL mereka memang menafsirkan wahyu sesuai bingkai otak mereka padahal wahyu tidak bisa dipisahkan dengan tools untukdalam rangka memahaminya ==================================================================== RMDH: Juga dalam Islam, sebagaimana juga dalam agama2 lain, seperti Kristen, wahyu Allah dimengerti berbeda, sesuai dengan aliran. Jadi bertolak dari pandangan, bahwa wahyau adalah seperti yang SAYA mengerti, adalah terlalu takbur. =================================================================== HS: mengenai rendah hati inilah yang sengaja selalu dimunculkan ketika berusaha meluruskan persepsi seputar islam, rendah hati harus dilihat sebagai nilai-nilai wahyu bukan hanya sebatas akhlak semata yang tidak memiliki nilai setitik pun tanpa dilandasi wahyu jadi pemahaman-pemahaman terhadap wahyu menuntut untuk menjadikan pola pikir kita dibimbing oleh wahyu bukan asal berujar tanpa pemahaman- pemahaman yang shahih =================================================================== RMDH: seorang yang berusaha memahami aqidah agamanya dengan mendalam tak mungkin tinggi hati, karena dia selalu bersedia menerima adanya kebenaran tafsiran atau pandangan yang lain. Juga dalam menganggap diri berhak meluruskan persepsi, tak perlu kita meninggalkan kerendahan hati. Pemahaman yang shahih juga bukan monopoly kita, yang menganggap kita paling pintar, dan paling mampu menentukan mana yang shahih. =================================================================== HS: justru sekuler dalam islam berarti= menolak islam karena islam adalah sebuah nizham privat dan ruang publik sehingga sungguh aneh jika sekuler tidak anti islam karena dengan mengambil islam dari sisi privat pada saat bersamaan mengakui sekulerisme dan pada saat yang sama juga berarti telah meninggalkan bimbingan wahyu dalam ranah kehidupan karena islam memiliki fikroh politik, ekonomi, sangsi, peradilan dsb dan jika fikroh-fikroh ini digantikan dengan ideologi yang bersumber dari ra'yu yang bathil sama saja dengan mereduksi wahyu. ==================================================================== RMDH: Juga ajaran Kristen mempunyai wilayah publik, yang mengatur banyak hal, termasuk kehidupan berkeluarga, dlsb. Juga ajaran Yahudi memasuki wilayah publik, tidak saja iman. masalah yang kita hadapi ialah, kalau kita hidup bersama, seperti misalnya adik2 kita yang di India, bersdama orang2 Hindu yang mayoritas dan menjadi tuan rumah, akankah mereka karena perintah wahyu, seperti yang anda tafsirkan, memaksa seluruh masyarakat India yang mayoritas dan tuan rumah, menundukkan diri pada hukum Islam, dan menghapus hukum nasional mereka? Juga jutaan kaum Muslim yang mencari nafkah di Europa yang sekular, harus memaksakan tuan rumah menjalankan hukum mereka? Mungkinkah ini? Di Minahasa, dimana kaum Muslim hanya segelintir, lalu mau memberlakukan hukum Islam pada tuan rumah warga Kawanua yang Kristiani? How possible? Dalam meberlakukan azas sekularisme, SEMUA wahyu direduksi sedikit, karena kalau tidak kita berbenturan. Dan berbenturan, adalah yang terakhir yang Allah kita bersama kehendaki. ==================================================================== HS:islam tidak anti dengan modernitas justru kita lihat peradaban islam yang agung yang telah melahirkan banyak gagasan-gagasan modern dalam science dan teknologi, para ilmuwan islam mampu mengubah mainstream ilmu yang dianut oleh orang-orang yunani yang hanya berkutat pada gagasan theologis dan filsafat dirubah menjadi gagasan- gagasan empirik yang memiliki makna dalam manfaat kehidupan contoh saja dalam bidang matematik,a ilmuwan yunani kuno hanya berkutat tambah dan kurang sedangkan ilmuwan islam mampu memetakan ilmu matematika menjadi ilmu yang aplikatif untuk menopang penelitian lainnya sehingga kita mengenal algorism, logaritma dsb.juga bagaimana ibnu sina, jabir bin hayyan yang merupakan jebolan univ.al muntansiriyyah yang merupakan hasil nyata bagaimana islam begitu memperhatikan ilmu ===================================================================== RMDH: Tak ada agama yang an sich menentang modernitas. yang menentang atau tidak, adalah interpretasi wahyu oleh sekelompok penganut agama, yang juga dalam agama Islam tidak satu. Ilmuwan Islam memang pernah menentukan pertumbuhan ilmu pengetahuan. Yes Sir, kita harus jujur mengakuinya. Tetapi, sejak abad keberapa umat Islam berhenti memberikan kontribusinya? Bukalah buku sejarah anda. Banyak saudara kita yang belajar IT, misalnya, di India, tanyakanlah, budaya dan umat agama apa sajakah yang telah menopang ilmu IT? Dimanakah pusat industri angkasa luar, computer sciences, bio technology, industri automitrive, bung? Di negara2 Islam? Kaum beragama Buddha yang kini mengambil alih perkembangan teknologi, juga orang2 India yang Hindu. Sekarang, umat dari begitu banyak agama ikut menyumbang, juga banyak sarjana2 Islam, tetapi mustahil kita katakan, SATU budaya agama telah membangun ilmu pengetahuan post mederne! =================================================================== HS: jika banyak warga negara-negara muslim ke eropa maka kita pun jangan melupakan bagaimana barat juga berhasil merampok kekayaan negeri-negeri islam ... ================================================================= RMDH: Jangan lari ke thema lain. Saya katakan, banyak orang Muslim mencari makan dan berilmu ke negeri2 Non Islam termasuk India, Jepang, Korea, karena keunggulan mereka mengembangkan teknologi, sehingga sanggup memberi makan tamu2 dari luar. Saudara2 kita banyak yang mendapat beasiswa dari India, padahal India bukan barat. Juga dari Jepang dan Korea. Sejarah selalu silih berganti. Kaum Muslim juga pernah merampok negara2 Kristen, yakni dengan pendudukan Yunani (kini menjadi wilayah Turki), Spanyol (kekhalifatan Cordoba), sehingga mereka akhirnya dipikul balik di Poitiers, olweh raja Karel Martel dan raja2 Katholik lainnya. Orang Jepang merampok Tiongkok pada PD II, siapa merampok siapa? Tiongkok bukan Islam, Jepang bukan Barat. ==================================================================== HS: jadi sebenarnya pemberian yang mereka kasihkan tidak ada bandingannya dengan berapa jumlah kekayaan yang telah dirampok oleh para imperialis.... ================================================================ RMDH: tidakkah Indonesia yang Islami ini juga pernah merampok Timor Timur yang Kristiani? Suku2 Indonesia ramai2 merampok masyarakat Papua? Well Papua bukan Islam, lalu anda biarkan penderitaannya? pemimpin kita merampok harta rakyat Aceh, nah Islam merampok Islam. Jangan terlalu mudah membuka mulut, tanpa mengkaji sejarah secara ilmiah bung. =================================================================== HS: bukankah AS dan barat yang mencaplok irak sudah terbukti bahwa diballik upaya yang sangat biadab itu sesungguhnya karena irak memiliki kekayaan minyak sehingga para imperialis bagaikan singa yang lapar ketika melakukan invasi terhadap irak, ini hanya salah satu uji fakta jika dirunut tentu akan lebih menyakitkan umat islam =================================================================== RMDH: Irak yang Islami itu juga pernah mencaplok Kuweit yang juga Islami, dan membunuhi rakyat Kurdi yang juga Islami. Irak dan Iran bertempur untuk saling berebut rezeki. Saudi Arabia, Perserikatan Emirat, Yordania, Yemen, Mesir, Turki, Aljazair, Libya, Malaysia, Pakistan,Bangla Desh menjalin hubungan erat dengan imperialiss yang anda anggap singa itu. Mereka Islam tapi merasa tak disakiti hati. Yang bertempur kini di Irak, adalah para pejuang di Irak (bukan rakyat) dan USA. Tak ada perang agama disini. AS datang ke Irak tidak atas nama satu agama tertentu melawan agama Islam. Juga Indonesia yang mayoritas Islam ini menjalin hubungan baik dengan US dan tak merasa disakiti hati. ==================================================================== HS: disini saya tidak berupaya membahas SARA atau menyinggung sebuah keyakinan tetapi saya hanya ingin mendobrak dogma-dogma sekulerisme dan itu sangat mengusik pemahaman saya sehingga jika itu dilihat sebagai sebuah cacian maka kita harus mengembalikan sebuah permasalahan secara jernih dan dalam hal ini saya tetap berprinsip terhadap norma-norma wahyu bahwa tidak ada paksaan dalam agama, itu saja. jadi jika SARA dilibatkan dalam hak jawab saya maka harus dilihat sebagai sebuah pemikiran yang harus dicerna dengan bukti-bukti normatif dan empirik bukan hanya mengandalkan landasan emoso semata ==================================================================== RMDH: anda tak membahas SARA, tetapi anda berlaku SARA kalau anda menganggap agama lain itu tidak benar atau tak absah atau semacam itu. kalimat anda "jadi jika SARA dilibatkan dalam hak jawab saya maka harus dilihat sebagai sebuah pemikiran yang harus dicerna dengan bukti-bukti normatif dan empirik bukan hanya mengandalkan landasan emoso semata " adalah kalimat yang panjang, tapi tak bermakna samasekali, sebab tak ada ujung pangkalnya. Apa itu bukti2 normatif? apa itu bukti2 empirik? Apa urusannya dengan SARA? Anda ber SARA dimana anda memburukkan agama atau budaya saudara2 kita di Tanah Air, titik. Mudah saja, tak usah anda memelintir kalimat panjang2 tapi tak bermakna itu. ====================================================================== HS:saya sudah berumur kepala 2 dan dalam islam tidak mengenal senioritas tetapiyang diakui adalah sejauh mana ia menjalankan ketaqwaanya kepada Allah SWT jadi taqwa adalah kata kunci yang mesti dipegang ===================================================================== RMDH: Angkuh sekali anda, baru berumur kepala dua sudah merasa telah berhasil mengarungi ilmu, dan merasa ketaqwaan anda telah diterima Allah! Tentu saja Islam dan agama2 lain mengakui senioritas: dalam Islam dan agama2 lain selkalu diperintahkan menghormati orang tua, karena apa? selain mereka memberi makan anda, juga telah mampu menuntun hidup anda. Siapa yang dapat menjadi saksi bahwa anda taqwa pada Allah, dan diterimaNya? Waktu saya seumur anda saya juga merasa sangat tahu semuanya. Makin saya tua, dan mengalami hal2 yang pahit dan manis, melihat bahwa setahu2 saya, banyak yang lebih tau dari saya, saya menjadi rendah hati. Sikap seperti andalah, yang mengakibatkan benturan antara bangsa kita, di sampit, di Poso, di Malukku, dan di-mana2. Orang seperti andalah yang membuat teman2 sesama Muslim yang cinta damai dan toleran kejepit. Jangan lupa, orang2 seperti anda dalam agama lain juga banyak, yang selalu siap memakai kekuatan. Orang yang cepat merasa paling benar. Boleh saya tanya, anda sekolah apa? ==================================================================== ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

