--- In [email protected], Mas Bagong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


> Bung Nizami...
> Anda menyalahkan amerika dan (mungkin juga israel), atas dasar apa?
> Apa urusannya amerika dan (mungkin juga israel) atas kekisruhan di 
republik ini?
> Coba anda lihat republik ini! Berapa banyak orang kaya di NTB atau 
NTT
> atau Indonesia? Apakah mereka ini antek orang Amerika atau Israel?
> Maaf saja banyak orang kaya ini bergelar Haji dan atau pendeta! 
Kalau
> saja orang di republik ini mau berjiwa sosial, maka saya yakin
> kelaparan dan kehancuran rebulik ini dapat diatasi!
> Coba anda yang muslim, kumpulkan dua setengah persen saja 
penghasilan
> anda, dapat kumpul berapa miliar coba? Atau yang kristen dengan
> persepuluhannya, berapa miliar coba?
> janganlah sampai buruk muka cermin di belah! Kalau anda seorang 
muslim
> seharusnya anda melihat perilaku nabi anda yang begitu mulia (sampai
> memberikan makanan untuk orang miskin sedangkan ia sendiri menahan
> lapar!) Kalau anda seorang kristen, seharusnya anda melihat
> pengorbanan jesus yang nyawa aja dipertaruhkan demi penyelamatan
> manusia!
> Tetapi apa di republik ini? Kita senang-senang, berpesta di hari 
raya,
> sedangkan di luar pagar rumah kita banyak orang miskin kelaparan! 
Kita
> menghiasi rumah kita dengan kaligrafi yang indah dengan harga jutaan
> sedangkan di luar pagar rumah kita orang miskin tidur dengan 'hiasan
> kaligrafi' bertulis 'TV 21 inch' di dinding rumahnya! Kita asyik
> menghias rumah dengan pohon natal dengan harga sampai jutaan, tetapi
> di luar pagar rumah kita ribuan anak menahan lapar!
> Kalau masih begini, masihkan kita menyalahkan orang amerika atau 
israel?
> Saya juga tidak suka pemerintahan amerika atau israel, tapi saya 
tidak
> menyalahkan mereka untuk kesalahan yang saya buat!
> Mbok yang realistis tho mas! Jangan buruk muka cermin tetangga yang 
disalahin!
> DG

-------------------------

Memang aneh,mas. Kami rayakan di-mana mana pesta Natal denganhiasan 
yang harganya tak terkira, santapan yang sangat mewah (seringkali 
pula di hotel hotel mewah), Mercedes, Volvo dan BMW menyesaki halaman 
parkir, kami nyanyikan "Malam Kudus, Sunyi senyap..".

Seperti mas katakan, diluar gedung, keluarga papa memadati lahan kota 
kota kita, berteriak karena kelaparan. Mereka hanya butuhkan beberapa 
butir remah. 

Lupa kita, manusia Yesus yang dirayakan, juga kelaparan, tanpa rumah 
diatas kepala. Mencari tempat berteduh, namun mungkin tak ada yang 
sudi memberikan penampungan..

Andaikan saja, mas, agama tak sekedar di-usung usung, kitab suci di-
bangga banggakan, namun, tak berdaya merubah kehidupan manusia.

Benar,mas, tidakkah sosok sosok manusia Indonesia yang terlebih 
dahulu memiskinan bangsa, sebelum bangsa lain turut serta?

Bukankah sosok bangsa kita yang berlomba menjual harta isi perut bumi 
ini?

Apa kata lagu terkenal itu, mas?

Oh lihat ibu Pertiwi, sedang bersusah hati..

Salam

danardono






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke