gini aja..simplenya, klo memang ada or telah terjadi hal2 seperti itu,
dilaporkan di di Polisi, nanti polisi akan melakukan pemeriksaan dan
apabila dalam proses penyidikan telah ada tersangka beserta barang bukti
dan alat bukti (keterangan saksi, keterangan korban, keterangan saksi ahli)
yang jelas baru diserahkan Berita Acara penyidikan ke JPU, dan  kemudian ke
pengadilan. dan apabila secara hukum terbukti bersalah so dihukum dengan
sesuai UU yang berlaku.

daripada cuman bikin rumors yang gak jelas, karena ketidaktahuan
menimbulkan prasangka, yang biasanya berdampak negatif.




                                                                           
             "patrick_pasassun                                             
             g"                                                            
             <patrick_pasassun                                          To 
             [EMAIL PROTECTED]>           [email protected]            
             Sent by:                                                   cc 
             [EMAIL PROTECTED]                                             
             ups.com                                               Subject 
                                       [ppiindia] Re: FYI : Berita aneh    
                                       dari Sabili                         
             07/19/2005 08:53                                              
             AM                                                            
                                                                           
                                                                           
             Please respond to                                             
             [EMAIL PROTECTED]                                             
                  ups.com                                                  
                                                                           
                                                                           




Saya juga tidak bisa percaya kalau kejahatan dengan menggunakan model-
model ilmu hitam itu dilakukan dengan menggunakan label Kristen.
Kalau benar itu terjadi, baiknya pelakunya ditangkap dilaporkan saja
dan diproses biar tidak mencoreng nama Kristen. Kristen/Katolik itu
tidak pernah mengajak pemeluk agama lain untuk masuk Kristen/Katolik,
apalagi dengan cara-cara pemaksaan, kalaupun ada yang pindah agama
karena melihat perilaku yang baik/terpuji dari seorang
Kristen/Katolik itu persoalan lain dan sekali lagi bukan dengan
paksaan, kalau ada yang maksa itu perlu dipertanyakan ke-Kristenan-
nya.
--- In [email protected], "Samudjo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Betul sekali,
> Kalaupun terjadi itu adalah kejahatan yang mengatasnamakan Kristen
> Demikian juga kasus perempuan muda yang diketemukan mati didalam
mobilnya di
> Bandung, pelakunya ternyata pemuda yang menghamili gadis itu tapi
tidak mau
> bertanggung jawab untuk mengawininya.
> Kebetulan sang gadis Islam, kebetulan pemuda itu Kristen.
> Gambar berwarna merah jambu, kalau diamati dari dekat berlatar
belakang
> putih dan beberapa noktah merah kelam.
> Semuanya hanya ilusi dan presepsi khas kuasa kegelapan,
> Samudjo
> ----- Original Message -----
> From: "Jimmy Okberto" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Monday, July 18, 2005 8:45 AM
> Subject: [ppiindia] FYI : Berita aneh dari Sabili
>
>
> >
> > Jangan bikin gossip, tidak ada ajaran Kristen untuk mendoktrin
orang
> > untuk memaksa menerima ajaran Kristen, perlu ketelitian lebih
lanjut
> > mengenai hal ini.
> > Berita dibawah ini bukan gambaran ajaran Kristen.
> > Kristen tidak berhubungan dengan hipnotis, kesurupan dll yang aneh
> > disebutkan disini , karena merupakan kuasa kegelapan.
> >
> > There's all bull shit. HOAX.
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Ambon [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > [ppiindia] Gawat Kristenisasi Incar Akhwat
> > Refleksi: Hebat juga kristenisasinya a la Sabili
> > http://www.sabili.co.id/telut-e26thXII05.htm
> >
> > Gawat Kristenisasi Incar Akhwat
> > Dengan mengenakan busana Muslimah, kaum pemurtad yang diduga kuat
> > sebagai aktivis Salibis mendatangi masjid-masjid dan tempat kumpul
> > aktivis dakwah yang banyak dikunjungi Muslimah. Mereka mengincar
akhwat
> > untuk dimurtadkan.
> >
> > Jumat (24/6/2005), tengah hari. Jarum jam menunjukkan angka 10.30
WIB.
> > Di luar, Sang surya memancarkan cahayanya, menjalankan perintah
Sang
> > Khalik: menyinari bumi, ciptaan Allah Yang Maha Agung. Manusia pun
> > terlihat lalu-lalang, mengejar rezeki dunia. Padahal waktu shalat
Jumat
> > segera tiba.
> >
> > Tiba-tiba suara telepon redaksi SABILI, berdering. Setelah
mengangkat
> > gagang telepon, terdengar suara perempuan menjerit dan ketakutan.
> > "Tolong saya pak. Saat ini saya berada di luar Jakarta. Mereka
menculik
> > saya dengan mobil," telepon Endah (nama samaran), singkat, dengan
rasa
> > takut, kepada salah seorang kru SABILI.
> >
> > Endah adalah seorang akhwat, aktivis dakwah. Bersama teman-teman
> > sebayanya, selama ini gadis berusia 23 tahun itu aktif mengikuti
program
> > tahfidzul Qur'an di Pesantren Yapith, Pondok Gede, Bekasi. Selain
itu,
> > ia juga rutin mengikuti kajian pekanan (liqo') gerakan Tarbiyah.
> >
> > Nasib Endah sungguh ironis. Gadis yang awalnya sangat periang ini
sedang
> > diincar gerakan kristenisasi. Endah sedang menjadi target operasi
(TO)
> > gerakan pemurtadan yang terselubung. Dengan cara-cara tak terpuji,
> > mereka berusaha keras memurtadkan aktivis masjid ini.
> >
> > "Penculikan" Endah ini sudah yang kesekian kalinya. Hal itu
dibenarkan
> > Yan, kakak Endah. Menurut Yan, tahun 2003 lalu, Endah pernah
mengalami
> > nasib serupa. Mereka pernah membawa Endah ke sebuah rumah yang
berada di
> > daerah Tanggerang. Di sana, mereka berusaha mencuci otak Endah
dengan
> > memberikan doktrin-doktrin Kristen.
> >
> > Namun usaha mereka ternyata tak terlalu berhasil. Mantan siswi
Ma'had
> > Al- Hikmah, Bangka, Jakarta Selatan ini akhirnya berhasil
meloloskan
> > diri dari sekapan mereka. Dengan alasan mau kuliah ke Ma'had Al-
Hikmah,
> > Endah pun bisa kembali lagi ke rumah. Setelah berhasil lolos,
kondisi
> > Endah ternyata agak berubah. Ia sering merasa sakit kepala dan
kerap tak
> > sadarkan diri. Dalam keadaan tak sadar itu pula ia sering
> > menyebut-nyebut Yesus, sementara lidahnya terasa berat untuk
membaca
> > Qur'an.
> >
> > Untuk mengatasinya, Endah akhirnya melakukan terapi ruqyah
(dibacakan
> > ayat-ayat Qur'an dan doa, sebagaimana dicontohkan Nabi saat
mengusir jin
> > dari dalam tubuh manusia). Setelah tim ruqyah berhasil
mengeluarkan
> > pengaruh sihir dan jin dari tubuh Endah, kondisi akhwat yang
sering
> > mengajar ngaji anak-anak ini lebih mendingan dan bisa kembali
> > beraktivitas seperti sediakala. "Beberapa bulan lalu kondisinya
sudah
> > bagus, tapi belakangan ini kambuh lagi," kata Budi.
> >
> > Kasus Endah bermula dari sebuah acara di Masjid Istiqlal,
beberapa tahun
> > lalu. Waktu itu, Endah didekati seorang perempuan berjilbab,
seperti
> > pakaian seorang akhwat (pakaian jubah dengan jilbab panjang).
Entah
> > mengapa setelah berkenalan, tiba-tiba Endah terhanyut dan mau saja
> > mendengar omongan perempuan itu. Apalagi dalam obrolan itu, ia
sering
> > kali menyinggung tentang gerakan Islam, mulai dari Tarbiyah,
Salafi,
> > Jamaah Tabligh hingga Hizbut Tahrir.
> >
> > Pertemuan Endah dengan perempuan berjilbab itu ternyata berlanjut
sampai
> > Endah kuliah di Ma'had Al Hikmah, Bangka, Jakarta Selatan.
Perempuan ini
> > acap kali menyatroni Endah ke Ma'had tersebut. Seperti juga
> > pertemuan-pertemuan sebelumnya, seperti dihipnotis, Endah tak
kuasa
> > menolak ajakan perempuan berjilbab itu untuk berjalan-jalan.
Mereka juga
> > sering kumpul dengan beberapa orang, bak sebuah halaqah, mengkaji
Islam.
> >
> >
> > Mulanya, materi-materi yang disampaikan dalam "halaqah" itu,
tidak ada
> > yang bermasalah. Namun lama-kelamaan dirasakan materinya agak
> > menyimpang. Tidak lagi berpandangan positif terhadap Islam, malah
> > menjelek-jelekkan harakah (gerakan) satu dengan harakah lainnya.
Bahkan
> > sering kali memfitnah Allah, Islam dan Rasul-Nya.
> >
> > Kasus ini pun mencapai klimaksnya saat mereka "menculik" dan
menyekap
> > Endah di sebuah rumah di luar Jakarta. Semalaman, seorang
perempuan yang
> > mengenakan jilbab dan mengenakan kalung salib mendoktrin Endah
dengan
> > doktrin-doktrin Kristen. Sejak itu, Endah, yang awalnya gadis
periang
> > ini, kini selalu dibayangi rasa takut mendalam karena menjadi
incaran
> > gerakan kristenisasi.
> >
> > Di Bekasi, beberapa waktu lalu juga terjadi kasus serupa. Linda,
seorang
> > akhwat berteman akrab dengan seorang perempuan Kristen yang
menyebut
> > dirinya dengan "umi". Saat akhwat ini lengah, perempuan itu
mengambil
> > dompetnya. Dompet akhwat ini kemudian diberikan kepada suami si
> > perempuan itu yang juga menyebut dirinya dengan "abi". "Abi" ini
> > kemudian memanggil akhwat tersebut. Namun setelah pertemuan dengan
> > "abi", akhwat ini jadi tidak karu-karuan. Kepalanya sering terasa
sakit.
> > Saat diperintah suaminya, akhwat ini jadi tak menurut. Ia juga
tak lagi
> > senang membaca al-Qur'an. Selain sering menyebut-nyebut
nama "umi" dan
> > "abi", akhwat ini juga sering kebayang-bayang Yesus, Tuhan
Kristiani.
> >
> > Kondisi akhwat itu saat ini sudah pulih kembali. Namun perjuangan
> > memulihkannya cukup berat. Untuk menghilangkan pengaruh jin di
tubuh
> > akhwat itu, memakan waktu sekitar tujuh bulan. Selama itu pula
keluarga
> > Adi Ambargono ini mendapat tekanan batin karena sering mendapat
komentar
> > tidak sedap dari masyarakat sekitar.
> >
> > Kasus pemurtadan para akhwat ternyata tak hanya terjadi di
Jakarta dan
> > Bekasi, tapi juga terjadi di luar Jakarta. Beberapa waktu lalu,
kasus
> > yang mirip terjadi di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Seorang
akhwat,
> > keponakan aktivis gerakan Tarbiyah Medan diculik kelompok Kristen
sampai
> > dua kali.
> >
> > Awalnya, seorang perempuan berjilbab mendekati seorang akhwat.
Merasa
> > targetnya sudah percaya, kemudian ia mengajak akhwat ini minta
izin
> > tidak masuk sekolah untuk makan-makan dan jalan-jalan. Hal ini
terus
> > berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Bak disambar geledek
di
> > siang bolong. Ayahnya kaget setelah mendapat kabar bahwa anaknya
sudah
> > tiga bulan tidak masuk sekolah dengan alasan izin ke rumah sakit.
> > Padahal setiap hari ia merasa tidak ada masalah karena anaknya
selalu
> > berpamitan untuk berangkat sekolah.
> >
> > Puncaknya, Akhwat ini diculik dan dibawa kabur ke Jambi. Selama
dalam
> > perjalanan, mereka memasukkan dan membaptis aktivis Islam ini di
gereja.
> > Bahkan, karena berontak, mereka pernah memukul kepala akhwat ini
sampai
> > pingsan. Beruntung ia bisa kabur. Namun setelah berhasil pulang,
> > kondisinya sudah tak normal. Akhwat ini sering merasa sakit
kepala dan
> > kerap tak mampu mengendalikan diri. Akhirnya, setelah diruqyah,
> > kondisinya mulai pulih kembali.
> > Tapi kaburnya "buruan" tidak membuat para pemurtad itu patah
semangat.
> > Beberapa waktu kemudian, saat seisi rumah tengah tertidur lelap,
mereka
> > menaiki loteng dan menculik kembali akhwat tersebut. Orang tua
akhwat
> > ini baru tersadar setelah menerima SMS dari penculik yang
bunyinya:
> > "Selamat mengambil anakmu yang ada di neraka."
> >
> > Langkah cepat segera dijalankan Ustadz Nuh, mantan Ketua PKS
Sumut yang
> > kini menjadi anggota DPRD provinsi tersebut. Ia langsung mengontak
> > seluruh kader PKS Sumut. Tak beberapa lama, ada kabar akhwat itu
berada
> > di Polres Siantar, setelah sebe lumnya ditemukan di sebuah pohon
dalam
> > kondisi terikat. Kini, di Sumut, kasus pemurtadan akhwat tersebut
> > menjadi persoalan serius. Meski kasus kristenisasi ini sudah
masuk ke
> > kepolisian, namun sejumlah ormas Islam, seperti DDII, IKADI, PKS
dan
> > organisasi Islam lainnya terus mendesak agar Kapolda Sumut segera
serius
> > mengusut tuntas kasus ini.
> >
> > Di Bandung, Jawa Barat upaya-upaya pemurtadan para akhwat, aktivis
> > dakwah, juga marak. SABILI mendapat cerita langsung dari Siti
Nurjanah,
> > SS, seorang murrobi (guru) dan aktivis Tarbiyah. Menurutnya, untuk
> > mengincar mangsanya, khususnya para akhwat di Bandung, para
misionaris
> > dan kaum pemurtad sering mengenakan simbol-simbol Islam, seperti
jilbab
> > panjang dan jubah.
> >
> > Sasaran mereka adalah akhwat yang baru mengikuti kegiatan
Tarbiyah.
> > Karena pemahaman para akhwat ini, baru sebatas belajar dan belum
utuh
> > benar pemahaman keislamannya, sehingga besar kemungkinan masih
bisa
> > mereka pengaruhi. Untuk memangsa sasaran, biasanya mereka
mendatangi
> > tempat-tempat yang menjadi ajang berkumpulnya orang Islam di
Bandung,
> > seperti Masjid Salman, Masjid Istiqomah, juga Pusat Dakwah Islam
> > (Pusdai) Jawa Barat. Setelah menyusup ke tempat ramai tersebut,
mereka
> > mendekati para akhwat dan berusaha memengaruhi akidah mereka.
> >
> > Sebut misalnya, cerita yang terjadi di Pusdai (Bandung) beberapa
waktu
> > lalu. Saat itu ditemukan seorang perempuan yang mengenakan busana
mirip
> > akhwat pada umumnya: berjilbab panjang dan memakai jubah. Secara
tak
> > sengaja, saat di toilet seorang akhwat melihat perempuan
berjilbab itu
> > memakai kalung Salib. Bahkan saat diperiksa, di dalam tas
perempuan
> > tersebut ditemukan Alkitab.
> >
> > Kecurigaan itu makin terasa saat para akhwat melaksanakan ibadah
shalat.
> > Di saat semua orang melakukan rukun Islam kedua itu, perempuan
berjilbab
> > tadi tidak melakukannya. "Saya mendapat informasi ini dari aktivis
> > dakwah kampus yang mengikuti kegiatan Tarbiyah," tegas Siti
Nurjanah.
> > Masih di sekitar Bandung, kasus pemurtadan kali ini terjadi di
> > Universitas Winayamukti (Unwim) Jatinangor, Jabar. Korbannya,
lagi-lagi
> > akhwat, mahasiswi Universitas Padjajaran (Unpad). Beberapa waktu
lalu,
> > ia didekati seorang pria yang mengaku diri sebagai perwira
polisi. Sejak
> > pertama kali berkenalan, pria ini terus saja menempel akhwat itu.
> >
> > Namun belakangan diketahui pria yang mengaku dari kesatuan polisi
itu
> > adalah seorang Nasrani. Merasa sudah saatnya, ia pun mengajak
akhwat ini
> > menikah dan pindah agama. Setelah menikah, akhwat ini tak pernah
> > mengikuti kegiatan Tarbiyah lagi. Tim Forum Antisipasi
Kristenisasi dan
> > Pendangkalan Akidah (FITRAH) juga menceritakan kasus pemurtadan
yang
> > nyaris menimpa seorang akhwat, mahasiswi UPI Bandung. Kasusnya
terjadi
> > pada akhir tahun 2004 lalu. Mulanya, seorang akhwat diminta
memberikan
> > les privat bahasa kepada orang asing beragama Nasrani.
> >
> > Lama-kelamaan keluarga itu melakukan pendekatan personal. Mereka
> > melakukan pendekatan persuasif, seperti mengajak jalan-jalan
bareng.
> > Saat akhwat ini mengalami masalah ekonomi, mereka membantunya.
Namun
> > ujung-ujungnya, mereka meminta akhwat ini pindah agama. Untuk
> > menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya ia pergi dari
> > keluarga Nasrani itu.
> >
> > Kasus pemurtadan akhwat di Sumatera Barat tak kalah hebohnya.
Kasus ini
> > terjadi di kampus Politani Universitas Andalas, Payakumbuh
beberapa
> > waktu lalu. Sedikitnya 23 akhwat, mahasiswi Politani, kesurupan
dan
> > menyebut-nyebut nama Bunda Maria, Yesus dan Salib. September 2003
lalu
> > kasus serupa juga menghantam Madrasah Aliyah Negeri (MAN) II
Payakumbuh.
> > Sebanyak sebelas siswi kesurupan dan menunjukkan perilaku aneh,
> > menyebut-nyebut nama Yesus, Bunda Maria, Salib dan menyatakan suka
> > dengan Injil.
> >
> > Kasus demi kasus pemurtadan yang mengincar akhwat terus menguak ke
> > permukaan. Ibarat fenomena gunung es, yang nampak dan muncul
hanyalah
> > sebagian kecil saja. Sementara yang belum muncul ke permukaan,
> > disinyalir masih banyak. Karenanya, sudah seharusnya aparat
kepolisian
> > serius menindaklanjuti laporan yang masuk, seperti terjadi di
Sumatera
> > Utara.
> >
> > Sambil menunggu tindakan aparat, yang penting dilakukan Muslim dan
> > Muslimah, khususnya para dai dan daiyah, adalah agar memberikan
tarbiyah
> > (pendidikan Islam) secara utuh, sehingga mereka yang kerap jadi
sasaran,
> > terhindar dari jerat-jerat pemurtadan yang sedang mengincar. Tak
kalah
> > pentingnya adalah, selalu waspada. Beragam info di atas, jadikan
> > pelajaran dan pengalaman, agar terhindar dari upaya-upaya busuk
mereka.
> > Jika tidak, gawat!
> >
> > Rivai Hutapea
> >
> >
> >
> >
> >
>
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
> >
>
**********************************************************************
*****
> >
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
>
> DISCLAIMER: The information contained in this communication is
intended solely for the use of the individual or entity to whom it is
addressed and others authorized to receive it. It may contain
confidential, legally privileged information or otherwise protected
by law from disclosure and is intended solely for the use of the
addressee. If you are not the intended recipient you are hereby
notified that any disclosure, copying, distribution or taking any
action in reliance on the contents of this information is strictly
prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated
by the sender, any documents or views presented are solely those of
the sender and do not constitute official documents or views of  PT
Apexindo Pratama Duta Tbk. If you received this email in error,
please immediately notify the sender or our email administrator at
[EMAIL PROTECTED] and delete it from your system. Thank you.






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links










***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke