Bahwa anda tak puas, hal ini tak mengubah fakta, bahwa masalah yang diajukan 
disini, sudah masuk ranah theologi, tak lagi bersangkutan dengan thema dasar, 
yakni masalah fatwa. Jadi, tak mungkin kita perdalam, tanpa kita berbelok arah 
diskusi.
 
Point utama disini, adalah, bagaimana memahami "Ketuhanan yang mahaesa" sesuai 
dengan bunyi mukkadimah. Bukan membahas makna Trinitas. Bagi bapak bapak 
konstitusi kita, Trinitas juga bukan merupakan masalah, yang bertentangan 
dengan bunyi mukkadimah ini.
 
Esa, disini adalah istilah yang dimengerti, dan harus diomengerti, dari kontex 
ketatanegaraan, bukan akidah. Jadi, kita tak mungkin tiba tiba belok, dan 
diskusi mengenai akidah.
 
Sorry kalau anda tak puas, tapi kita harus tetap pada jalur topic yang 
didiskusikan.
 
Salam
 
danardono


kucing_liar1 <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
Mas Danar maaf, jawaban anda thd paparan mbah Lina masih jauh dari 
memuaskan....tapi lumayan daripada sikap negative-defense nya mbak 
Free Thinker...hehehe..

'salam


--- In [email protected], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
>  
> 
> Lina:
> Nah itulah Mbah agama Yahudi (yang lahir sebelum Kristen) 
> mendefinisikan keIlahian tanpa memasukkan peran Yesus krn Yesus 
> belum lahir. Tuhanpun sudah ada sebelum Yesus lahir. Lalu, kalau 
> Yesus (kemudian lahir)trus dituhankan oleh bapak2 gereja, Tuhan 
yang 
> mana lagi? apa perlunya menuhankan Yesus buat Tuhan? Tuhan sih gak 
> ada perlunya ya Mbah? oke deh..apa perlunya buat manusia (bapak2 
> gereja) dong?  Makanya itu mbah, setelah lahir Islam yang ingin 
> menempatkan kembali Tuhan dan Yesus ke proporsinya...:-
)...mestinya 
> orang juga mempelajari sejarah mengapa Muhammad SAW harus datang 
> membawa ajaran Islam. 
> 
> Definisi keilahian yang timbul karena kelahiran seorang manusia, 
ato
> Definisi keilahian yang keberadaannya harus ada karena menunggu 
> lahirnya seorang anak manusia, bisa kah dianggap representative 
> mendefinisikan konsep Tuhan yang keberadaanNya yang sudah ada jauh 
> sebelum Yesus lahir?
> Bagaimana nasib manusia-manusia yang lahir sebelum Yesus lahir? 
> Kasihan sekali mereka tidak dapat mengenal dan mempercayai Yesus 
> sebagai Tuhan ??
> 
> DH: Ini adalah thema theologis yang menyibukkan manusia sudah 
sebelum konsili di Nicea. dan akan terus menyibukkan manusia.
> Tewtapi, thema ini agak menyimpang dari topic aktual kita, yakni 
fatwa MUI. Dapatkah kita memahami secara nasional, istilah Ketuhanan 
yang mahaesa, dari sisipandang satu akidah. That's the point.
>  
> Menurut pendapat saya yang super pribadi lho, kata kata ini agak 
konyol dijadikan dasar, sebab hanya mengundang perdebatan. saya kira 
secara hukum tatanegara, juga sulit mencari interpretasi dari kata 
ini. Mahaesa ya mahaesa titik. Ya kan Mbak? Jadi, yang carilah 
perumusan lain yang lebih reasonable.
>  
> --------------------------------------
> 
> Lina:
> Nampaknya definisi keIlahian Budha yang omnipresens dapat 
disamakan 
> dgn salah satu dari 99 Sifat/Nama Allah dalam Islam. Namun 
definisi 
> Keilahian Kristen yang menggambarkan keIlahian Yesus, tidak dapat 
> ditemukan dalam 99 Sifat/Nama Allah. Itu masalahnya Mbah. Ketika 
> keilahian dalam Kristen merujuk kepada manusia Yesus, menjadi 
> kembali absurd. Tapi begitu Mbah bicara soal Tuhan tanpa 
menyinggung 
> Yesus, menjadi kincrong. Coba saja deh Mbah dapat mengatakan Tuhan 
> yang menciptakan langit dan bumi, namun bisakah Mbah mengatakan 
> Yesus lah yang menciptakan langit dan bumi? Wong Bumi diciptakan 
> Yesus belum lahir?
>  
> DH:  Ini sebuah tukar wacana theologis lagi, yang mungkin harus 
diterangkan oleh yang akhli Kitab. Pembahasan ini akan memakan waktu 
yang sangat lama.
> --------------------------------
> 
> 
> Lina: keabsolutan hanya dimiliki oleh Satu. Tidak mungkin ada 
> Kebenaran Absolut ganda or banyak karena kalau banyak namanya 
bukan 
> absolut lagi dong...:-)
>  
> DH: Disini letak masalahnya. Kita sama sama lihat bulan kalau 
malam hari kan? Tetapi disaat mBak Lina lihat bulan purnama, kami di 
Eropa lihat matahari. Kebenaran mutlak mengenai bulan dan matahari 
adalah tetap, tetapi mampukah kita menangkapnya dengan kata kata 
kita? Cukupkah indra kita?
> Perbedaan yang ada, buklanlah berarti Tuhan berbeda dalam 
keabsolutanNya, namun penglihatan manusia berbeda, namun ditiap 
mata, adalah absolut benar.
> ----------------------------------------
> 
> Lina: That's the point. Repotnya merumuskan kalimat teologis (yang 
> berbeda) untuk keperluan politik. Kafir hanya ada pada tatanan 
> teologis (agama) ..tidak ada dalam tatanan negara. Makanya saya 
> setuju saja kalau dalam dokumen2 (UUD) tidak dimasukkan istilah2 
> agama karena yang penting adalah esensinya. 
>  
> DH: dan..janganlah perumusan agama dicampur adukkan dalam 
kehidupan publik. Mungkin kata "fatwa" lebih baik dimengerti 
sebagai "opinion", seperti kalau kita mau memahami sebuah kontrak, 
maka kita ambil opini dari perusahaan atau lembaga yang kita nilai 
mempunyai kemampuan mengeluarkan opini yang pas.
> ----------------------------------------
> 
> 
> Tapi anyway Mbah, betulkan yang ditolak dalam perumusan Preambul 
> UUD45 itu adalah kata "syariah islam" bukannya kata "Ketuhanan 
Yang 
> Mahaesa"...he..he...dua hal yang beda.
> 
> DH: Lho lha iya to? Justeru muncul perumusan "Ketuhanan yang..." 
ini sebagai alternativ terhadap "syariah Islam" dalam mukkadimah.
> Perumusan  "Ketuhanan yang.." ini malah meninggalkan ranjau bagi 
generasi penerus..
> Mbok ya bapak bapak kita dahulu lebih canggih mencari perumusan 
yang pas, gak kayak begini..
>  
> 
> 
> 
*********************************************************************
**************
>  
> It is wrong to think that misfortunes come from the east or from 
the west; 
> they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to 
guard against 
> misfortunes from the external world and leave the inner mind 
uncontrolled.
> 
> Sidharta Gautama
> 
> 
> 
>             
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




***********************************************************************************
 
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; 
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against 
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.

Sidharta Gautama



                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hqtegmn/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122987114/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998";>1.2
 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke