Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
 

LD: kok mata berangkat dari akal? Kok keabsolutan manusia? waduh!
Kemampuan memahami bisa diupgrade. Masalahnya mau gak?
Selebihnya lihat aja ulasan di email terdahulu.
 
DH: mBak, mata saja hanya melaporkan pada otak apa yang ditangkap dengan 
bantuan penerangan cahaya. Akal yang menilai, apakah yang dilihat. Kemampuan 
memahami memang DAPAT di-upgrade, setuju 100%, namun TIDAK dengan akal. Ini 
yang dinamakan pengalaman spiritual atau transendental. Apabila mBak meditasi, 
lalu mBak tiba tiba "melihat" sesuatu kejadian, yang terjadi ditempat lain, ini 
adalah hal semacam ini, tetapi ini bukan hasil akal. Kalau nabi nabi 
mengatakan, mendapat wahyu, maka ini bukan karena pengerahan akal beliau 
beliau, namun, beliau beliau ini "menembus" dunia spiritual.
Apa yang ditangkap akal, harus bisa diterangkan,misalnya analisa kimia, IT dsb. 
Seruwet apapun. Eisntein juga mampu menerangkan apa yang dihasilkan oleh akal 
super cerdasnya. Tapi, mBak, pengalaman spiritual TAK dapat diterangkan. Hanya 
dikatakan.
-------------------------------------------------------

LD: Yap. Itu (7 kata yang mengandung kata syariat islam) yang 
ditolak. Saya mencoba mengulas pendapat Mbah dibawah ini yang 
diposting tgl 01 Agustus tsb. Tapi ini artinya harus mengulas urusan agama 
(teologis) ke publik (UUD) lagi...:-)
 
DH: inilah yang seru. Perumusan itu adalah tindakan politis ketatanegaraan, 
tapi dampaknya 60 tahun kemudian menabrak lahan theologis.
---------------------------------------------------

LD:
Kalau perumusan memakai syariat Islam yang berhubungan 
dengan "Ketuhanan Yang Mahaesa" apakah betul itu yang ditolak? 
Kenyataannya kan bukan itu karena Mbah sendiri sudah sepakat bahwa 
yang ditolak adalah 7 kata yang mengandung kata "syariat islam", 
bukannya "perumusan memakai syariat islam yang merupakan alternatif 
dari Ketuhanan YME"
 
DH: Jawabannya jelas mBak: TIDAK. Kita sependapat. Ini dapat disaksikan dibaca 
dan direnungkan dalam kitab sejarah dan buku pelajaran. TETAPI: seperti saya 
tulis, bapak bapak kita kala itu, tergesa gesa merumuskan, karena waktu 
mendesak, kaisar Jepang sudah akan tekuk lutut, bom Atom sudah menggelinding 
dari balik awan, jadi beliau beliau tak sempat mencari perumusan yang lebih 
rinci. Semua kepercayaan yang ada kala itu, sekali lagi: yang ada: dianggap 
memenuhi perumusan "ketuhanan yang mahaesa".
-----------------------------------

LD:
Jadi, dalam konteks pembentukan Pembukaan UUD '45 tak ada 
pertentangan antara "Ketuhanan YME" dengan perumusan memakai syariat
Islam sehingga tak perlu alternatif tsb. Perumusan yang memakai 
syariat Islam, pasti ujung-ujungnya untuk mengesakan Allah (Tauhid).
 
DH: Dari pengkajian historis dari sidang sidang itu, misalnya komentar rapat 
atau notulen, tak ada indikasi, bahwa "ketuhanan yang mahaesa" yang mereka 
rumuskan, berangkat dari pengertian "tauhid"nya Islam. Lha wong wakil Kristen 
dan agama lain  juga ada disitu?
 
Tahulah mBak apa yang bapak bapak kita kala itu INGINKAN? Suatu perumusan umum, 
yang merujuk pada ketuhanan. Jadi jangan sampai masyarakat yang kelak timbul, 
adalah masyarakat yang tak bertuhan. Itu saja. TETAPI, mBak harus sadari, Bali 
sudah menjadi bagian dari Indonesia kala itu, juga masyarakat Buddha dan 
Konghucu, apalagi Kristen, yang mempunya definisi ketuhanan yang berbeda dari 
Islam. Dan mereka penduduk tanah leluhur bersama ini.
 
Pasukan pasukan DI/TII telah mencoba sepanjang tahun 50an sampai awal 60an, 
untuk menyeret bangsa dan negara ke pengertian negara agama berdasarkan Islam. 
Dengan paksa. Juga gerakan Daud Bereueh di Aceh mencobanya.
 
Hasilnya kita tahu bersama. 
 
Salam
 
 
 
danardono
 



***********************************************************************************
 
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; 
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against 
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.

Sidharta Gautama



                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hbtutjn/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123070007/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com
">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research 
Hospital</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke