--- In [email protected], Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ---------------------------- > LD: > Bagi yang buntu memang ujung2nya kita akan berkata dogmatis "mahaesa ya mahaesa titik", seperti "trinitas ya trinitas titik" Tapi bagi > yang mencari pencerahan dalam jiwanya akan bertanya terus apa sih > makna 'mahaesa' itu...etc...dan bagi yang sudah mendapatkan > pencerahan hanya tersenyum saja dan berkata...dalam rangka membangun kerukunan hidup umat beragama di Indonesia, terserah masing- > masinglah bagaimana mau memaknai 'esa': mau menjadi dwiesa or triesa atau mahaesa...:-). Kalau sesudah Maha ada yang lain-lainnya lagi, > Maha itu menjadi tak bermakna sama sekali. > > DH: mungkin sekali, kita manusia terbungkus dalam dimensi indra kita, juga dalam hitung hitungan. Jadi istilah esa, dua atau tri itu kita pahami sebagai bilangan. Padahal, keEsaan sang Pencipta itu kan tak terukur? bagaimana kutu yang keciil sekali, mau menghitung jumlah gajah? Lho ekor gajah saja sang kutu tak dapat cakup secara kaffah kok? > ----------------------------------------------- Saya tak pernah 'nyuruh' ngukur keEsaan Allah pake panca indra, tapi pake akal (dan hati). Sekali lagi akal. Akal bukan panca indra. Jangan lagi bersembunyi dibalik kekurangan-kekurangan (indra) manusia karena manusia merupakan mahluk yang sempurna karena akalnya. Kecuali kalau kita mau menurunkan derajat kita sebagai mahluk dengan tidak mempergunakan akal. Ini memang sebuah pilihan, akhirnya. Semua gambaran yang mbah telah berikan untuk menggambarkan keberadaan Allah, sebagaimana bulan, matahari, kutu kecil yang mau lihat gajah itu adalah sangat sempit (bahkan buat saya tidak bisa mewakili sama sekali) karena semuanya bergantung kepada indera mata. Ini bisa mislead, seperti gambaran yang pernah saya berikan ketika kita ingin menyimpulkan ttg rel KA yang hanya berdasarkan indera mata kita, sehingga akal mengambil kesimpulan yang salah. Coba aja pikir Mbah, kalau Mbah menggambarkan kita bisa lihat (dgn mata) bulan dimalam hari, namun ketika siang hari bulan itu sirna kita masih bisa membayangkannya dan mengatakan bhw bulan itu ada. Saya sekarang bertanya apa kita pernah lihat Allah? sehingga bisa membayangkannNya dan mengatakan Allah itu ada? Jadi, bila ingin mengenal Allah...jangan pakai segala perlambangan karena saya yakin kita bukan lagi anak-anak yang hanya bisa memahami ayat-ayat/tanda-tanda/sifat/kisah (ttg Allah) dengan perlambangan yang dapat dilihat/dirasa dengan indera. Kita (manusia yang akalnya sudah sempurna) tidak perlu visualisasi. Ini salah satu makna Maha Suci Allah dari segala sesuatu. wassalam, ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12haigdf4/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123048406/A=2894352/R=0/SIG=11fdoufgv/*http://www.globalgiving.com/cb/cidi/tsun.html">Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

