LD: Dengan mengatakan "mata melapor pada otak, akal menilai" kan berarti akal yang berangkat dari mata kan bukannya mata berangkat dari akal, ya mbah ya? gitu aja kok.
Mbah, kalau pengalaman spiritual tidak dapat diterangkan..kan bukannya akal yang terbatas. Hanya kemampuan berbahasa kita yang terbatas ato kata-katanya terbatas. Tidak mampu mengungkapkan. Ada sebuah hadist Qudsi (HR AlTarmidzi)yang mengumpamakan kebesaran akal melebihi Arsy' dan tidak dapat dihinggakan dengan ilmu pengetahuan. DH: Jelas mBak Lina yang baik, jelas. Memang demikian. Mata sekedar melaporkan pada akal, akal mengolah dan menggunakan memory untuk memutuskan, apa yang dilihat. Akal ini, dalam memahami apa yang dilihat SANGAT terbatas. Konon warna yang sama, tidak selalu exactly diterima sama oleh tiap manusia. Juga demikian dengan indra pendengaran. Telinga melaporkan pada akal, apa yang ditangkap oleh membrane, melalui getaran yang diubah menjadi gelombang listrik. Seringkali apa yang telah tercium seekor ajag, macan kumbang atau anjing, belum kita tangkap dengan indra kita. Demikian juga suara. nah, apa yang belum dilaporkan oleh indra, tak terproses oleh akal. bayangkan, mBak. Akal memutuskan. Tetapi, tak semua akal mampu mencernakan apa yang didengar. Ini terutama pada nada nada tertentu. Teman saya orang Austria, yang sangat talented dalam musik klassik, telah mendengar kesumbangan sebuah alat gamelan di Kedutaan kita, langsung mencatat ada kesumbangan nada. Saya belum menangkapnya samasekali, juga teman teman penabuh gamelan. Akal juga tak selalu mampu mencernakan hal hal yang terjadi dalam alam bawah sadar. memory kita yang merupakan bagian dari akal adalah yang paling lemah. Akal dari manusia yang hidup dalam lingkungan budaya berbeda akan memutuskan hal yang berbeda. Bagi satu manusia dari lingkungan budaya A, sesuatu adalah sopan dan hormat, bagi manusia dari lingkungan budaya B, sudah dianggap tak baik. Akal sangat dibatasi oleh banyak parameter. Saya pernah ber-cakap cakap dengan seorang petani di Jawa Barat. Dia katakan, bahwa langit adalah sudah bagian dari alam Allah. Jadi, adalah dusta, kalau ada orang sampai kebulan. Ini menghina Allah. Patut dibabat. Nah, apakah akal bapak petani ini berantakan? Tidak bukan? Namun terbatas pada alam pemikirannya, yang ditentukan oleh parameter parameter (pengetahuan, pendidikan, budaya, kecerdasan, tingkat informasi,dll). Karena itu, membandingkan upaya akal dalam memahami keIlahian adalah redundant. Keilahian tak tercernakan dengan ilmu pengetahuan. Falsafah memang sekedar membantu kita dalam proses berfikir yang terdisiplin, tidak morat marit, sesuai dengan hukum logika. Walau logis semata, belum dapat meraih apa apa. Pangeran Sidharta mengajar untuk mencapai tingkat "ketiadaan aku" (anatta), padahal sang aku yang menjadi subyek dalam berfikir dan memahami serta merasakan. salam danardono Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: --- In [email protected], Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > > > LD: kok mata berangkat dari akal? Kok keabsolutan manusia? waduh! > Kemampuan memahami bisa diupgrade. Masalahnya mau gak? > Selebihnya lihat aja ulasan di email terdahulu. > > DH: mBak, mata saja hanya melaporkan pada otak apa yang ditangkap dengan bantuan penerangan cahaya. Akal yang menilai, apakah yang dilihat. Kemampuan memahami memang DAPAT di-upgrade, setuju 100%, namun TIDAK dengan akal. Ini yang dinamakan pengalaman spiritual atau transendental. Apabila mBak meditasi, lalu mBak tiba tiba "melihat" sesuatu kejadian, yang terjadi ditempat lain, ini adalah hal semacam ini, tetapi ini bukan hasil akal. Kalau nabi nabi mengatakan, mendapat wahyu, maka ini bukan karena pengerahan akal beliau beliau, namun, beliau beliau ini "menembus" dunia spiritual. > Apa yang ditangkap akal, harus bisa diterangkan,misalnya analisa kimia, IT dsb. Seruwet apapun. Eisntein juga mampu menerangkan apa yang dihasilkan oleh akal super cerdasnya. Tapi, mBak, pengalaman spiritual TAK dapat diterangkan. Hanya dikatakan. LD: Dengan mengatakan "mata melapor pada otak, akal menilai" kan berarti akal yang berangkat dari mata kan bukannya mata berangkat dari akal, ya mbah ya? gitu aja kok. Mbah, kalau pengalaman spiritual tidak dapat diterangkan..kan bukannya akal yang terbatas. Hanya kemampuan berbahasa kita yang terbatas ato kata-katanya terbatas. Tidak mampu mengungkapkan. Ada sebuah hadist Qudsi (HR AlTarmidzi)yang mengumpamakan kebesaran akal melebihi Arsy' dan tidak dapat dihinggakan dengan ilmu pengetahuan. wassalam, *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- *********************************************************************************** It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled. Sidharta Gautama --------------------------------- Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hh3l3ll/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123153460/A=2896112/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

