sorry ...please delete the previous email....:-) waduh..konteksnya dah lain lagi nih? Saya hanya ingin mengatakan bahwa ada satu kitab suci yang sudah mencakup seluruh petunjuk yang diperlukan manusia utk hidup. Ada ilmu hukum, ada ilmu kasih sayang, ada ilmu moral, ada ilmu astronomi, ada ilmu falak, ada ilmu biologi etc-meski semua dalam garis besar. Detailnya tugas manusia yang nemuin. Kalo hukum-hukum dan ilmu2 itu kemudian malah dipergunakan oleh orang non-Islam, itu kan salah orang Islamnya sendiri kan? Kalo membanding agama dengan manusianya, lalu mengeneralisir itu kebablasan namanya. Anggap lah Amerika maju, teratur..apa karena mereka beragama Kristen? Saya kira malah mereka sudah cuek akan agama Kristen karena kebanyakan mereka atheis or agnostic. Mereka sudah pernah mengalami Abad Kegelapan. Misalnya lagi, kalo di Amerika ada hukum waris, tentunya itu tidak berdasarkan Bible kan? karena Bible tidak bicara soal hukum tsb. Jadi, Amerika belajar dari pengalaman hidup mereka dalam menentukan hukum waris. padahl 14 abad yang lalu AlQur'an sudah mengajarkan soal hukum waris. Begitu juga hukum perceraian. Bible tak mengatur, sehingga orang amrik membuatnya sendiri lagi tanpa bimbingan Bible. Berdasarkan itu sebetulnya Amrik itu islami(mengikuti ajaran islam).
Ada ungkapan yang saya dengar dari seorang teman, "kalau orang Kristen meninggalkan Bible dia akan maju, tapi kalo orang Islam meninggalkan AlQur'an dia akan tertinggal". Pertanyaan bagi saya adalah "bagaimana kalau umat Kristen mengikuti AlQur'an?"..:-) Pilihan kita cuma "yes" or "no". Bukan "yes", "or", dan "no". Plihan kita cuma Indonesia or negara lain? Pilihan kita cuma berwarna or tidak berwarna? Pilihan kita cuma benar or salah? Mbah, jangan menghubungkan kekafiran dengan negara. Kekafiran itu berhubungan dengan negara akhirat disana itu. Kekafiran gak ada hubungannya dgn negara kesatuan NKRI (spt kata Mbah dipostingan terdahulu). Mbah, rahmat Allah bukan hanya diukur dengan materi saja semisal mudah cari nafkah saja. Kalau hati bisa merasa merdeka, itu suatu rahmat pula meski negara terjajah...:-). wassalam, > --- In [email protected], Danardono HADINOTO > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > > > > Nyatanya didunia ini ada kafirin ada muslimin. Ada musyrikin ada > > mukminin. Ada penjahat ada jagoan. Ada laki ada perempuan. Semua > > akan mendapatkan hal yang setimpal dengan perbuatannya. > > > > DH: Hmmm..didunia ini, tidak hitam putih, Islam dan Non Islam, > namun Huindu, Tao, Yahudi, Kristen, Buddha, Islam, Sikh, dan banyak > lagi lainnya. kalai di-analogikan: benar dan tak benar, lalu Islam > NBon Islam, maka berartikah Islam adalah benar, sisanya tak benar? > > Bukankah terlihat didunia ini, dimana negara yang teratur, > bermoral publik, makmur? Jepang Buddha, Korea Buddha, USA dan > seluruh benua Amerika Kristen, Singapura mayoritas Tao, Tiongkok Tao > dan Buddha, Eropa mayoritas Kristiani, Israil Yahudi, dan negara > negara lain..dapatkah kita gariskan secara hitam putih? Dimanakah > dampak ketidak kafiran dalam menghayati kehidupan bangsa? > > > > LD: > > Dengan demikian perlunya hukum. Ini haram, itu halal. Ini kena > > denda, itu masuk penjara. Ini dimaafkan, itu harus dihukum mati. > > > > DH: bagaimanakah penhayxatan hukum dalam negara negara Islam? atau > mayoritas Islam? Lebih baik daripada negara negara Non Islam? Bangla > Desh lebih baik dari Denmark, Swedia atau Luxemburg? Indonesia lebih > baik daripada Liechtenstein, Austria, Jerman? Hukum memang > diperlukan, tetapi bagaimana manusia beragam mentaatinya? Dimanakah > kadar korupsi lebih tinggi? Indonesia atau negara negara Non Islam? > > > > LD: > > Agama yang mengatur semua (hukum) itu adalah agama yang lengkap > dan > > universal. Hukum dibuat untuk kebaikan moral manusia itu sendiri. > > Budha, Yahudi, dan Nasrani yang datang terdahulu memang belum > bicara > > soal hukum secara menyeluruh. Makanya Yesus berkata bahwa dia akan > > pergi karena seseorang akan datang dengan membawa hukum. Begitulah > > kira-kira. > > > > Hukum itu harus tegas. Siksa (sebagai akibat dari perbuatan > > melanggar hukum) pasti ada. Namun rahmat Allahpun bertebaran > dimana- > > mana untuk manusia yang bertaubat. Universalkan? > > > > DH: Dimanakah Hukum lebih baik? Bangla Desh, Tunisia, Marokko; > Indonesia? atau USA, Canada, Australia, Seelandia Baru, Denmark, > Finnlandia? > > Dimanakah rakhmat Allah lebih terasa? Kemanakah manusia ber- duyun > duyun berpindah mencari nafkah? mencari perlindungan hukum? > > > > Salam > > danardono ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hqhcbvo/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124456236/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

