>
>Hehehe juga.. Ya kalau contoh pisau lipat gak diterima, mungkin contoh
>pendekar Brama Kumbara aja deh (saudaranya Mantili).. yang (katanya)
>ilmu kanuragannya banyak dan bijaksana.. :D
>
>Memang betul perlu pengetahuan yang cukup untuk berkomentar, biar nanti
>gak malu"in.. tapi kalau hanya sedikit orang yang boleh bersuara mengenai
>suatu topik (mis: harus yang punya pengalaman di lapangan, dengar dari
>sumber awal, dst), itu mengarah pada elitisme atau bahkan 'arogansi'
>kelompok tertentu yang 'menguasai' topik tertentu.
>
>Khusus untuk tokoh publik, perlu dilihat apakah sebelumnya ada kalangan
>yang berani berbicara soal banyak hal. Kalau tidak ada sama sekali, mungkin
>berbicara mengenai urusan yang menyangkut kepentingan publik sifatnya
>menjadi 'fardu kifayah' (mis: soal kekayaan alam yang digadaikan penguasa
>jadul dan dibiarkan sampai sekarang)..
>
>Karena kalau semua orang diam, maka kecurangan yang terjadi tidak akan
>pernah terungkap apalagi dihilangkan (minimal dikurangi). Toh kalau ada
>perbaikan, yang menikmati adalah semua orang.. termasuk mereka yang
>'mencibir' bahkan menyebut 'provokator' pada kalangan (dan tokoh) tersebut.
>Well, kecuali (mungkin) kalangan yang menjadi pendukung kepentingan asing..
>atau komprador (istilah yang sering disebut KK Gie)..
=========

semua orang bebas berpendapat. tapi persis seperti kata anda,
perlu pengetahuan biar tak mempermalukan diri sendiri.

dan pada akhirnya publik menjadi juri yang adil. komentar
tak bermutu pasti langsung diabaikan.



>Ini kalau demokrasi sudah dianggap sebagai sesuatu yang mutlak kebenarannya..
>
>Maksud aye, kalau mau benar" demokratis, berarti 'no democracy' juga harus
>dihormati donk.. Artinya demokrasi sejati itu sulit, pasti ada
>asumsi/batasan juga..
>Bukankah 'tidak memilih' juga suatu 'pilihan'? :-p
>Apalagi kalau indikatornya yang penting 'banyak dipilih'..
=============

ribuan tahun lalu orang sudah menemukan roda. untuk apa
kita memikirkan lagi cara mempermudah memindahkan
barang dari satu tempat ke tempat yang lain?

ilmu pengetahuan dan kebajikan itu milik dan warisan
bersama umat manusia kok.

bukan cuma sekadar debat, praktek no democracy
sudah pernah dijalankan orang. dan kita bisa lihat hasilnya.

kalau soal tidak memilih, itu masih wilayah dan hak
demokratis yang harus dihormati.





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke