MAs Ari, bisakah mas Ari melepaskan dugaan syariat islam versi HT dan JIL, untuk sekejap saja. Plis... aris mohon. Mohon sekali. from bottom of my heart Monggo terserah, orang mau memberi label racun dengan madu. Atau sebaliknnya, tapi masing-masing punya karakteristik yang berbeda. Bisa jadi label itu sebagai upaya pegkaburan atau penipuan itu bisa jadi. Tentu saja untuk mengetahui mana itu racun asli atau madu asli kita perlu mencontoh atau menelaah orang yang sangat ahli di bidangnya. Berusaha mencocokkan dengan ciri-ciri yang ada , agar kita tak tertipu label. Untuk syariat Islam, ya boleh saja rekan-rekan JIL mengatakan lde Liberalisme dilabeli syariat Islam atau diembel-embeli Islam meski subtansi Islam dan Liberal itu seperti barat dan timur alias sangat amat bertolak belakang sekali. Namun, untuk mengetahui apakah itu syariat Islam yang benar-benar mas perlu mencontoh orang yang ahli dalam bidangnya yakni Rasulullah SAW. Bagaimana Rasulullah dahulu mengaplikasikan syariat Islam, maka itulah syariat Islam sejati. Begitu pula cara ijtihadnya para shahabat dalam menggali hukum, yang aris ambil adalah copy paste yang sudah ada. Aris tak berijtihad ya, aris sangat nyadar sekali, aris belum punya kapasitas seperti itu. Seorang mujtahid untuk bisa mengambil hukum dia juga harus punya ushul fiqh. KAlau dia mujtahid mutlak (semua aspek masalah), maka dia mempunyai ushul fiqh sendiri. Kalau dia mujtahid masalah atau mahzab (pada bidang tertentu saja) dia bisa memakai ushul fiqh mujtahid mutlak siapa saja. Mohon maaf, alih-alih memakai ushul fiqh salah satu mujtahid, rekan-rekan JIL tak memiliki ushul fiqh, bahkan memakai metode hermeunitika yang itu merupakan metode bukan berdasarkan Al Quran dan Hadis. So, bagaimana mungkin itu disebut syariat Islam? Selain itu aris masih ingat ketika rekan-rekan HT menyuarakan "Selamatkan Indonesia dengan Syariah Islam", sedangkan rekan-rekan JIL membuat jargon "Selamatkan Indonesia dari Syariah ISlam". Rekan-rekan JIL menolak syariah Islam. dan itu jelas sekali. Bagaimana bisa mas Ari mengatakan apa yang rekan-rekan JIl suarakan itu adalah sama dengan syariah Islam? Syariah Islam milik siapa.? Sesuaikah dengan yang diaplikasikan Rasulullah? oh plis mas Ari, plis.... apakah perkataan mas Ari yang setuju syariah Islam itu syariah versi kedua... aris serahkan kembali pada mas. Itu adalah urusan pribadi mas, aris telah berusaha menyampaikan. CMIIW salam, aris
Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 1. semua yg diomongin aris itu semuanya sudah tercakup dalam kata kata di bawah ini : Saya tahu, jawabannya kompleks, dan perlu studi yang mendalam. Tetapi, yang jelas, tidak ada jawaban apapun dari Syariat Islam, baik dalam Quran atau hadis. Kalaupun ada jawaban dari kedua sumber itu, paling jauh hanyalah jawaban yang diperoleh setelah melalui proses "penalaran". Artinya, setelah ada intervensi akal manusia. Sementara itu, dua orang yang mengaku melakukan penalaran atas Syariat Islam bisa sampai pada kesimpulan yang berebeda: yang satu mendukung impor beras, yang lain menentang. Dua-duanya mengaku mendasarkan dirinya pada syariat Islam. 2. dan semua contoh yg diberikan aris, adalah aplikasi setelah melalui penalaran. 3. jadi apa yang salah dari pemikiran ala JIL nya Ulil ini ? wong ya pda intinya sama saja. barangkali bedanya, yg dimaksud menurut syariat Islam adalah yg diamini kelompok HT, dan selain itu bukan syariat Islam karena diamini oleh pemikiran lain. Betapa dangkal Ilsam jika direduksi seperti itu. salam, Ari Condro On 4/4/06, aris solikhah wrote: > > > > Sorry, lama gak nengok milis langsung nimbrung. > > Menurut pemahaman saya, pertanian atau pekerjaan manusia itu adalah > muamalah. Niatnya memang ibadah karena segala sesuatu niatan muslim > adalah untuk ibadah (konteks iman), tetapi siyasah dan ilmunya adalah > dinamis, kontekstual, dan harus diusahakan manusia itu sendiri. > > Aris: > Benar mbakyu. Untuk teknologi dan pengembangannya diserahkan pada > manusia dengan tetap berstandar pada aturan Islam. Regulasi yang berkaitan > pertanian dan Islam mengatur pada tataran itu maka akan diatur. > Kita perlu melihat wilayah mana syariat Islam mengatur. Biasanya terkait > dengan pengaturan di masyarakat. > > Mbakyu Fau: > > kalau cuma mau dilihat literally dari Quran dan Hadits, ya mandeg > dong.. zamannya Nabi kan blom ada rekayasa biogenetika dsb. Nah ntar > mikir gak ada hukumnya, padahal konteks hukumnya ada. Bagaimana pula > dg nelayan? Apakah Nabi juga mengatur tentang ikan umur berapa yg > boleh ditangkap? Bagaimana jika negara tsb tidak layak lagi ditanami > bahan pangan spt Singapore? Tidak punya ketahanan negara? > > > Aris: > Sepehaman aris diatas terkait teknologi, monggo manusia berkreasi. > > Mbakyu Fau: > semuanya adalah trade-off berdasarkan strategi yang > disepakati oleh suatu negara. Kalau mau menjadi negara pengekspor > beras, ya stoplah impor kalau perlu penduduk jangan makan beras tapi > kentang, beras produksi kita ekspor saja. > > Kalau mau jadi negara pengekspor minyak, ya dari dulu teknologi > eksplorasi dan eksploitasi itu dipelajari serius dan kalau perlu bikin > strategi spy jml mobil dalam negeri tidak membludak kayak sekarang. > Jadi minyaknya kita jual dan duwitnya kita beliin kereta api. > > Kalau mau jadi negara industri, ya lihat dimana competitive advantage > kita trus digenjot disana. Ini yang telah dan sedang dilakukan oleh > Jepang, Amerika, Eropa, Korea, Taiwan, Cina. Dan itu dinamis, mereka > berpindah dari satu stage ke stage berikutnya.. spt flying geese. > > Aris: > Tepat sekali, sayangnya... dalam pemenuhan semua itu kita berinteraksi > dengan negara lain. Dan sayangnya pula, ada banyak kepentingan negara lain > yang tidak fair dipaksakan dalam negara lain yang itu bertentangan dengan > syariat Islam. Banyak kesepakatan dalam WTO yang tidak fair. cenderung > memihak pada sebagian kecil negara berkapital besar. > > Misalnya penghapusan subsidi pertanian pada negara berkembang dan > subsidi penuh pertanian pada negara maju. Sedangkan dalam ISlam tugas negara > mensubsidi kepentingan umum. Tentu saja negara yang bertugas pula mengelola > kepemilikan umum terkait tambang, migas dll. Dimana hasil dari pengelolaan > ini dikembalikan pada masyarakat dalam bentuk salah satunya subsidi sektor > publik seperti pertanian, kesehatan dan pendidikan. > > > > > Mbakyu Fau: > Apakah strategi tsb ada di Quran dan sunnah? Spiritnya ya. Tapi > detilnya, saya percaya sabda Nabi yang mengatakan "kamu lebih tahu > urusan duniamu" (maaf kalau redaksinya tidak tepat). > > Aris: > Ada bagian spiritnya. Ada sisi hukum terkait regulasi pemerintah yang > seharusnya diadopsi. > > Bagian yang tidak ada aturannya dalam syariat Islam atau syariat Islam > tak secara jelas mengaturnya silakan berkreasi. > > Pakai bioteknologi, rekayasa genetik, kloning hewan dan tumbuhan silakan > saja. Tapi khusus untuk kloning pada manusia Islam melarangnya. Kecuali > pembuatan bayi tabung bagi pasangan suami istri yang sah. Agak membingungkan > ya mbak. Kita perlu memilah syariat Islam mengatur bagian apa saja dan jika > tidak ada pengaturannya itulah wilayah yang boleh manusia berkreasi. > misalnya, Strategi membuahi kurma, membuahi hewan pakai kawin suntik atau > apa pun ya silakan. > > Tapi kalau membuahi pada manusia, Islam telah mengaturnya dalam > institusi pernikahan sehingga, maka teknologi yang dikembangkan harus jeli. > > Secara ringkasnya Islam sangat menganjurkan pengembangan teknologi dan > sains yang didalamnya tak bertentangan dengan syariat Islam. Hal ini malah > membuat orang makin kreatif bukan? > > Mbakyu Fau: > Impor beras hanyalah satu tindakan yang bisa dilihat dari berbagai > framework dan detil. Kapan itu mempunyai sisi alasan yang bisa > dijustifikasi, kapan juga itu mempunyai alasan yg tidak kuat atau > strategi yang salah. Kalau soal money politic, gak usah repot2 > berdebat soal impor beras, ekspor (jualan) beras juga tetap salah kalo > pake kecurangan. Artinya ya yg salah tetap salah terlepas dari konteks > perbuatannya, dan itu hal yg beda dlm kerangka analisis strategi yg sehat. > > Aris: > Aris secara pribadi, hanya menguraikan sedikit alasan mengenai impor > beras. Ada banyak alasan kenapa impor beras harus di tolak. aris sendiri > sering ikut seminar dan diskusi mengenai hal ini. Ada banyak hal yang perlu > dipertanyakan? salah satunya adalah validkah data statistik pemerintah > mengenai kebutuhan beras dan stoknya? > > Strategi mengenai pertanian dll bisa saja diambil juga, karena termasuk > hal-hal terkait cara yang diperbolehkan manusia berkreasi di dalamnya asal > sesuai Islam. > > > Mbakyu Fau: > Menurut saya yang dilakukan Nabi dg penduduk Yahudi itu adalah suatu > strategi yang sangat pintar. Apakah karena yg melakukannya Yahudi maka > dianggap kaum muslimin tidak punya kepintaran apa2? Saya kira cuma > strategi, pertanian akan optimal jika diusahakan oleh suku tsb, > perdagangan oleh suku lainnya, industri (jaman tsb) oleh kaum mana... > sangat pintar. Kalau dalam konteks ekonomi modern, bisa dilihat gaya > negara2 Barat: imigran pintar diberi prioritas. Dg demikian suatu > negara scr dinamis berkembang mencari strategi optimalnya. > > Mengenai hadits tanah tidak boleh menganggur saya melihatnya bukan > pada literal pertanian, tetapi pada konteks "optimal resource > allocation": efisiensi sumber daya termasuk lahan. Kalau pernah baca > buku Hernando de Soto "Mystery of Capital" maka kita bisa melihat > pentingnya property dalam pembangunan (walau di buku tsb saya kira > terlalu menyederhanakan masalah). > > Pengaturan soal ijon, tata niaga dsb adalah suatu strategi buat > mencapai trade off antara efisiensi dan equity (hasil yang maksimal > dan fairness). Dalam konteks ilmu public economics, ini adalah salah > satu sentral issue: dimana peran pemerintah untuk memberikan trade off > antara keuntungan pemodal dan kesejahteraan sosial. > > salam, > > fau > > Aris: > Mbakyu Fau, sesungguhnya itulah secuil pengaturan Islam dalam > pertanian. Adapun bila hal tersebut tak bertubrukan dengan ilmu modern, > dimana aturan mengenai hal tersebut malah sama (dengan dasar alasan > berbeda), iya berarti itulah kehebatannya syariat Islam telah memprediksi > jauh hari. > > Kalau ijon sendiri dalam Islam tak diperbolehkan maka, ya, pada kondisi > apapun ijon ini tak boleh diadopsi, jadi bukan masuk dalam strategi. > Strategi silakan dibuat dan dikembangkan namun mempertimbangkan jangan > sampai melanggar aturan Islam yang sudah ada. Adapun ternyata dalam ilmu > ekonomi modern ada manfaatnya luar biasa. Itulah hikmah dari salah satu > aturan Allah. > > Syariat Islam mengenai pertanian tak bisa dipisahkan dengan syariat di > bidang lain, makanya sebenarnya agak sulit membuat perbidang. Karena > bentuknya satu paket mencakup seluruh bidang. Namun pembagian per bidang ini > dipandang perlu untuk memudahkan memahami bahwa syariat Islam mengatur > segala aspek. wallahu'alam bishawab > > salam, > aris > > > --- In [email protected], aris solikhah wrote: > > > > Mas Ari, > > sayang sekali, syariat Islam mengatur juga tentang pertanian. > Karena syariat Islam mencakup all aspek. Impor beras bila itu > menghancurkan pertanian dalam negeri maka harus ditolak. Karena itu > terkait dengan ketahanan sebuah negara. apalagi jika impor beras penuh > dengan money politic. Di buku Ekonomi Islam itu bahkan diatur tentang > ijarah (perburuhan) juga. > > salam, > > aris > > -------------------------------------- > > http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=226508&kat_id=14 > > Memuliakan Pertanian > > > > > > > > > > Begitu mulianya pertanian di mata Islam. Bayangkan, penduduk > Yahudi Khaibar yang memerangi Nabi Muhammad SAW serta negara Madinah > dimaafkan dan tidak sampai terusir dari negerinya hanya lantaran > memiliki kemampuan bertani. Nabi membuat perjanjian bagi hasil > perkebunan kurma dengan mereka, kecuali dengan pemimpin perang dan > yang enggan menyesali pengkhianatannya. (Shahih Bukhari dan Shahih > Muslim). > > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > pustaka tani > nuraulia > > > --------------------------------- > New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save > big. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links pustaka tani nuraulia --------------------------------- How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

