Pakdhe DH, Ya jelas no... Wong, orang Islamnya sibuk ngributin cipika-cipiki nya tukul daripada ngributin sekolah untuk anak-anaknya yang tinggal nunggu ambruk diseruduk kambing... Orang Islamnya sibuk ngributin AA Gym yang poligami lagi daripada ngributin kurikulum sekolah anak-anaknya yang makin enggak mutu... Mangkanya, harusnya adalah 'walk the talk' bukan 'talk the walk' ya tho? Harusnya orang Islam ngributin kurikulum sekolahan anak-anaknya yang nggak jelas ujung pangkalnya... Harusnya ngributin fasilitas penunjang belajar iptek yang nggak segera terealisasi di sekolah-sekolah anaknya... Piye setuju Pakdhe? DG
On 5/30/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "A. > Marconi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > "4 - Dari uraian singkat di atas maka sebaiknya waktu lebih > bermanfaat digunakan untuk menguasai dan memperdalam ilmu > pengetahuan dan teknologi canggih dan membangun kehidupan di bumi > demi kemaslahatan bersama seluruh mahluk yang hidup, termasuk > bakteri, gaganggang dan lumut sekalipun. Ini adalah tugas utama kaum > Muslimin yang harus dilaksanakan demi memenuhtuntutan sebagai > holifatan fii al-ardzh. Apabila ilmu pengetahuan dan teknologi > canggih dapat kita miliki maka AHLAQ kita sendiri akan terangkat > setingkat demi setingkat mendekat kepada Al-Ahlaqu al-Karimah atau > Ahlaq Wakil Allah swt di bumi...." > > ---> Tapi anehnya, mengapa justru bangsa bangsa beragama Islam yang > paling kedodoran dalam tekhnologi canggih? Sudah pernah ke Darfur, > Tunisia, Hadramaut, Marokko, Afganistan, dan sejenisnya? > > Ujung tombak kemajuan tekhnologi di Asia dipegang oleh bangsa bangsa > yang menganut ajaran yang datang jauh sebelum Islam! > > Ceraamah yang romantis, namun tak sesuai dengan keadaan di > lapangan.. bagaimana kalau berintrospeksi daripada jual kecap? > > DH > > > [Non-text portions of this message have been removed]

