-----> Hal yang Anda pertanyakan dan tertawakan itulah yang seharusnya menjadi 
penggugah atas keterbelakangan kaum Muslimin di negeri masing-masing yang masih 
tersihir oleh cerita seribusatu malam tentang Al-Dinu al-Islam. Keadaan sejarah 
ummat Islam di abad sekarang ini adalah hasil dan produk dari pemahaman dan 
pelaksanaan pemahaman kaum Muslimin terhadap firman Allah swt yang diwahyukan. 
Jika diteliti dengan jujur maka akan ketemu bahwa antara firman Allah swt yang 
diwahyukan di dalam Al-Quran dengan nasib kaum Muslimin secara menyeluruh 
sangat bertolak belakang. Di sini kaum Muslimin, terutama kaum intelektual 
Muslimin, harus berani mawas diri dan bukan menyalahkan lingkungan dan 
gejala-gejala di luar dirinya. Jadi benar yang Anda katakan " ....bagaimana 
kalau berintrospeksi daripada jual kecap?" Maaf saya sendiri tidak bermaksud 
menjual kecap yang Anda maksud. Kecap itu bukan hasil produksi saya, saya 
hanyalah salah seorang yang sedang menikmati kecap itu, betul-betul kecap itu 
luarbiasa enak, sedap dan dengan ukuran kwantitatif yang tepat akan mempersedap 
makanan yang tidak termakan menjadi termakan dengan lahap! Tidak percaya? 
Silahkan coba sendiri berdasarkan resep yang telah diberikan oleh Muhammad bin 
Abdullah bin Abutholib. Saya juga bukan penjual kecap, sebab setiap manusia 
sekarang ini gentanyangan mencari kecap agar dapat makan sedap dan tenang 
sambil menikmati bunyi gamelan dari pendopo. Menurut pengetahuan saya kecap itu 
diumbar di mana-manna dan setiap orang dipersilahkan mengambilnya gratis (rugi 
saya jika menjadi penjual kecap) langsung kepada Produsennya. Terserah Anda 
memilih kecap produksi siapa.

A.M
  ----- Original Message ----- 
  From: RM Danardono HADINOTO 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, May 30, 2007 5:03 PM
  Subject: [ppiindia] Re: Islam dan Ideologi Transnasional


  --- In [email protected], "A. Marconi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >

  "4 - Dari uraian singkat di atas maka sebaiknya waktu lebih 
  bermanfaat digunakan untuk menguasai dan memperdalam ilmu 
  pengetahuan dan teknologi canggih dan membangun kehidupan di bumi 
  demi kemaslahatan bersama seluruh mahluk yang hidup, termasuk 
  bakteri, gaganggang dan lumut sekalipun. Ini adalah tugas utama kaum
  Muslimin yang harus dilaksanakan demi memenuhtuntutan sebagai 
  holifatan fii al-ardzh. Apabila ilmu pengetahuan dan teknologi 
  canggih dapat kita miliki maka AHLAQ kita sendiri akan terangkat 
  setingkat demi setingkat mendekat kepada Al-Ahlaqu al-Karimah atau 
  Ahlaq Wakil Allah swt di bumi...."

  ---> Tapi anehnya, mengapa justru bangsa bangsa beragama Islam yang 
  paling kedodoran dalam tekhnologi canggih? Sudah pernah ke Darfur, 
  Tunisia, Hadramaut, Marokko, Afganistan, dan sejenisnya?

  Ujung tombak kemajuan tekhnologi di Asia dipegang oleh bangsa bangsa 
  yang menganut ajaran yang datang jauh sebelum Islam!

  Ceraamah yang romantis, namun tak sesuai dengan keadaan di 
  lapangan.. bagaimana kalau berintrospeksi daripada jual kecap?

  DH



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.472 / Virus Database: 269.8.3/824 - Release Date: 29-5-07 13:01


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke