--- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Ironis memang kalau Beatles sebagai pelopor gerakan anti-kemapanan 
> sekarang malah jadi mapan. Bukan hanya berhasil mendoktrin atribut 
> pop tapi juga seantero kebudayaan modern. Di sini Beatles, di sana 
> Beatles, di mana-mana Beatles. Sehingga bukan omong kosong waktu 
> lennon nyeleneh Beatles lebih populer dari Yesus. Jangan masalahin 
> soal bukti, karena bukankah kemapanan agama-agama sekarang 
> juga menempuh the "Beatles Way"; menyusup ke dalam populasi lalu 
> merevolusi budayanya. 

nah kiranya, beatles-nya boleh diganti ama gabriel dan brazil.
baru nanti bisa berkembang ke agama ato "agama" lainnya hehee

kembali ketika beatles disambut demo di manila, mungkin persis
dgn kondisi koes plus pasca ngak ngik ngok yg mengirim mereka
"sekolah" di kampus biru. padahal apa sih salah mereka, yg satu
ngoceh sembari ngupil lebih tenar ketimbang yesus, satunya cuma
genjrang genjrung yg kebetulan mirip bergaya bitels lantaran
instrumen musiknyapun gak berbeda. doktrin itu busuk, boleh?

trus cuma gara2 nanggapin komentar kimhook buat arra, lantas
bisa nimbrung kepanjangan malah jadi gak karuan kayak ginian?
mungkin aku cuma miris dgn pancingan kimhook yg ditanggapi lain
oleh arra, khawatir berlarut-larut dan keduanya di bilik berbeda.
tapi gak berarti posisiku ada di satu pihak tertentu, sehingga
analogi beatles atau koes plus bisa secara bergantian diperankan
oleh kim atau arra. padahal lucunya mereka memang lagi membahas
hal sama yakni agama, walau berkedok wanita yg kerja di korea.

emang gak boleh, lennon lebih beken ketimbang yesus? juga gak
bisa klo wanita menikah dan taat agamanya, bisa gawe di korea?
meminjam istilah ajeg, bahkan kemapanan agama sekarangpun bisa
menempuh the beatles way, lantas kenapa kimhook jadi nyinyir yg
lantas disambut 6 metode berfikir arra walau ujungnya kenalan?

kayaknya memang ada yg bisa dikulik, lewat cara yg beragam. asal
jangan lantas dibawa jadi persoalan maskulin feminim ala doktrin
tertentu, apalagi merembet ke nilai selera seseorang ttg bitels ;o)


> Lebih kurang begitu juga yang terjadi di sektor politik (Kiri-
> Kanan). Kaum bangsawan Kanan yang bangkrut seiring ambruknya
> bursa Wina abad XIX, diam-diam menyusup ke budaya sosial-demokrat
> (Kiri & Kiri tengah) yang terus populer sejak menabuh laissez
> faire pada abad sebelumnya. 
> 
> Sukses gerombolan Kanan baru diperoleh sekitar 70 tahun kemudian 
> lewat "album-konsep" Perang Dunia II dengan mengganyang Nazi. 
> Begitu hebatnya kemenangan itu sehingga tanpa malu-malu mereka 
> cetak sendiri album platinum di bawah label: kami, Kanan, tentu 
> jauh lebih jinak dari ekstrim Kanan (Nazi). Selanjutnya, Kanan
> jinak ini pun mendapat sambutan meriah dari publik. Begitu
> meriahnya sampai kematian 3 juta orang Kiri di  Indonesia
> terlupakan.. 
> Kanan jinak menjadi buas merajalela dan berakibat (antara lain) 
> ada yang nggak sreg dengan konsep indikator kinerja berbasis 
> anggaran... :) 

wuaahh, kayak disodori rainbow dome musick-nya steve hillage ;o)

btw, kenapa aku rada gk sreg dgn kinerja berbasis anggaran?
karena setelah dua tahun mengalami, akhirnya makin terasa bahwa
setiap program berikut paket dananya (apbd maupun apbn) lebih
bersifat "given" ketimbang aspiratif, udah kayak robot ajah.


> > nah tu die .. apa gak nyesek, masuk prol cuma spam vs spam? 
> > gak mesti ketika berbicara sepak bola, berarti hanya melulu soal
> > bola dan gemuruhnya pan? hal remeh tapi salah aja analisanya ;o)
> > 
> > http://www.youtube.com/watch?v=PBAl9cchQac
> >
> 
> Entah kalau mereka cuma digolongkan spam. 
> Yang pasti, kebanyakan kita di sini bukan menunggu spam 
> tapi meluangkan waktu berharga untuk menjadi cermin 
> bagi mereka terutama yang pasangan hompimpah. 
> 
> Kenapa? 
> Karena 2 hompimpah itu nyampah masalah pribadi tapi memaksa 
> orang untuk memunguti itu sampah sebagai golden rule! 
> 
> Saya pribadi nggak nyesek soal itu. Cuma rasanya kita semua 
> sepakat menjunjung kebebasan. Bukan tunduk pada kebodohan yang 
> amat memalukan. 
> 
> Yeah, 
> 
> http://www.youtube.com/watch?v=7xJk-m0u18E

kebebasan memang sepantasnya dijunjung dan dipelihara ketimbang
kebodohan, walaupun boleh bebas untuk bodoh lebih dari 1 dekade
dan sanggup memutar bola dunia. masalahnya, siapa yg memiliki
perogeratif untuk menakar kebebasan termasuk yg disebut bodoh?

btw, thanks 4 gugun .. biasanya doi nongkrong maen di mana?



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke