Assalamu Alaikum W. W.
  Nanda Datuk Endang dan sidang RN nan bunda hormati,
  Kasus bunda pribadi berbeda dengan perempuan Minang yang tinggal di Minang 
karena bunda meninggalkan kampung halaman semenjak umur 12 tahun. Bunda 
berkiprah dirantau, berkarir tanpa dikungkung oleh adat. Bunda merasa 
benar-benar bersyukur dapat menggunakan segala kemampuan bunda dan kebolehan 
bunda ditempat kerja dan dimasyarakat. Bunda mendapatkan kesempatan yang sangat 
berharga ini. Bunda berjuang untuk mendapatkan persamaan hak (bukan emansipasi 
ini ada bedanya). Jadilah bunda ini perantau yang yang pulang dari rantau yang 
2 kali setahun.  Bunda tak punya mamak (adik atau kakak laki-laki dari mak 
bunda) jadi jadi laki-laki yang ada ditipak bunda itu umurnya dibawah bunda 
semua. 
  Dikampuang diwaktu mupakaik diadakan, para perempuan didapur hanya untuk 
menyiapkan makanan. Setelah para alim ulama, niniak mamak dan cadiak pandai tu 
ka "manyungkah" (ini kata kasar sekali yang tak pernah ada sekarang lagi) 
mereka menanyakan apo alah siap nan dibalakang? Mako sibuklah para perempuan 
itu untuk menghidang.
  Didalam buku "Adat Minangkabau Pola dan tujuan hidup orang Minang ado nan 
disabuik 4 jinih unsurnya terdiri dari niniak mamak, cadiak pandai, alim ulama, 
dan bundo kanduang baru disertakan didalam KAN ada unsur bundo kanduang. Tetapi 
kalau KAN rapat maka para bundo kanduang tidak hadir menjadi desision maker.
  Baiak dirumah gadang atau di balai adat tidak ado perempuan Minang nan duduak 
tagak samo randah dan duduak samo tinggi samo alim ulama, cadiak pandai, dan 
niniak mamak tadi.
  Nanda Hanifah kita bukan membicarakan kasus tapi peranan bundo kanduang 
secara keseluruhan. Sekarang ditiap nagari, kecamatan, kabupaten dan propinsi 
ada bundo kanduangnya. Peranan sekarang yang hanya menjadi penghias nagari, 
manjunjuang jamba harus lebih ditingkatkan menjadi para decision maker.
  Bunda mempunyai beberapa buku tt Adat Minang dan bunda tak menemukan distu 
bukupun pemberdayaan perempuan Minang hanya lebih banyak wanita Minang tsb. 
diperdayakan kaum laki-laki Minang.
      Buku ADAT MINAGKABAU Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang karangan Amir M. 
S. bagus sekali untuk referensi kita orang Minang. Jadi sebelum kita berdebat 
dan berdiskusi diharapkan kita semua mempunyai buku2 yang dibawah ini:
    
   Islam dan Adat Minangkabau karangan buya Hamka.  
   Masih ada Harapan karangan DR. Saafroedin Bahar. (Buku No. 1 dan No. 2 
hampir sama isinya yaitu mengatakan kekurangan adat Minang secara keseluruhan). 
 
   Alam Takambang Jadi Guru A. A. Navis  
   Minangkabau yang Gelisah Rangkuman dari Mupakai Bandung oleh bp. Chaidir N, 
Latief  
   Dari Pemberontakan ke Inetgrasi oleh Audrey Kahin  
   Tambo Alam Minagkabau H. Datoek Toeah
  Jadi ambo ingin manambah koleksi ambo jo buku karangan Amir MS iko dimano 
bisa ambo dapekkan.
   

  Pertemuan (kopi darat) yang lah tajadi kapatangko iyo sabana manuntaskan 
sagalo permasalahan yang lah awak bicarakan diforum RN.
  Sayang sakali angku Azmi indak basuo dan kalau basuo mungkin duo garis 
sejajar tu indak sejajar lai tapi akan batamu disatu titiak persamaan.
  Juga sayang Dt Endang tak bisa hadir karena pertemuan tersebut telah 
merumuskan beberapa hal yang menjadi silang selisih.
  Wassalam 
  Hayatun Nismah Rumzy (68+)
  Datuk Endang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

    Pepatah itu bukan hiasan Bunda, senantiasa diacu dalam perjalanan hidup ini 
oleh anak nagari. Apakah Bunda tidak pernah diundang untuk berunding dalam 
berbagai persoalan? Saya tidak akan pernah memutuskan suatu persoalan bila 
belum ada keikhlasan dari kaum ibu. Bilamana perlu kapan waktu Bunda pulang, 
ikut dalam barisan arak-arakan, manjunjuang botieh atau bungo sirieh, dan 
merasakan betapa kaum ibu itu sumarak dalam nagari dan sangat diagungkan dalam 
budaya kita. Untuk merasakan harus dilakukan, jangan hanya dipandang saja.
    

       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke