Assalamu'alaikum pak Fadli, saya setuju soal pendidikan dan keberuntungan ini,
tapi, baiknya kita hitung-hitung juga kondisinya sekarang. dalam soal pendidikan, meski sebentar lagi mungkin akan terkejar oleh orang lain, saat ini urang minang rata-rata masih cukup baik pendidikannya, terutama mungkin yang di rantau. hal ini mungkin karena concern orang minang sendiri pada pendidikan memang telah tinggi sejak awalnya. tentu ada kecemasan, karena orang-orang lain begitu getol membangun sistem pendidikan mereka di negeri masing-masing, sementara di ranah mungkin kurang terdengar. kita tinggal menunggu waktu dalam hal ini. dalam hal keberuntungan, saya percaya keberuntungan datang dari Allah, dan kita berhitung lagi. meski zaman yang dikatakan pak Chaidir, banyak orang minang mendominasi di pemerintahan telah lewat, tapi kita tetap cukup beruntung, karena sisa-sisanya masih ada saat ini. entahlah kalau sebentar lagi makin banyak yang tergusur. tinggal kita cari yang tidak ada saat ini. kalau ditanyakan ke Mak Darul, beliau pasti jawab orang minang tidak bisa bekerja sama. kalau boleh usul, rasanya langkah yang tersisa adalah tinggal melakukan kerja sama strategis dan sinergis seluas-luasnya saat ini, mungkin pula harus mengorbankan profit secepatnya. karena orang lain pun melakukan hal ini, dan mereka berhasil. Apa yang pak Fadli impikan dengan berbagai pusat pendidikan tinggi di bawah, rasanya juga hanya bisa dicapai dengan kerja sama strategis dengan pihak-pihak lain. Inilah sekedar usulan menyambut kekhawatiran pak Chaidir akan karamnya kapal besar Minangkabau. wassalam dan maaf sebelumnya. erwin z On Thursday 16 August 2007 12:52, Fadli Z wrote: > Bicara soal titik balik atau dalam bahasa saya kebangkitan kedua pertama > sekali harus kita tinjau apa penyebab dari kebangkitan pertama? Sepanjang > pengetahuan saya, lain tidak adalah faktor pendidikan dan keberuntungan. > OK, begini penjelasannya > > 1. Tahukah Anda kenapa Nagari Koto Gadang sedemikian berjaya? > Pada masa awal kweekschool berdiri, seorang saudagar dari nagari itu > memonopoli bangku sekolah dengan anak-anak nagari Koto Gadang (sempat > terjadi kecemburuan masa itu). Hasilnya? Anda tahu sendiri lah, Koto Gadang > bermetamorfosis dari nagarinya para petani menjadi nagari birokrat dan > cendekia. > > 2. Tahukah Anda pada sekitar tahun 1600-1860 banyak kerajaan-kerajaan islam > di seantero nusantara baik melayu maupun bugis, sumbawa, patthani, mindanao > mengangkat orang Minang sebagai mufti? Itu juga karena tradisi pendidikan. > Orang minang yang naik haji, menyempatkan diri berdiam beberapa tahun di > Mekkah untuk menuntut ilmu dan kembali dengan gelar ulama > > 3. Tahukah Anda awal dari malang melintangnya politisi Minang (terutama > yang berafiliasi dengan Islam politik) pada masa awal kemerdekaan? Itu juga > karena pendidikan. Lembaga pendidikan tumbuh dengan subur di Ranah Minang > pada paruh awal abad 20. > > Sekarang apa yang akan kita lakukan? > Tiada bukan adalah membalikkan kembali tradisi pendidikan yang berkualitas > dan membumi serta berkarya dan aplikatif > > Banyak anak muda Minang masa sekarang yang kuliah sampai ke luar negeri, > tapi ya itu, cuma sampai tahap beroleh titel saja, habis itu bercita cita > jadi pegawai negeri eselon satu. > > Kalau dulu, hanya dengan gelar doktorandus, banyak universitas menawari > orang Minang gelar doktor HC, itu karena ilmunya membumi, bukan karena > lekat digelar sahaja. > > Sudah lihat kan bedanya. OK, sekarang ke rencana aplikatif > > Saya memimpikan suatu kelompok Universitas ada di Ranah Minang. > Ada Business School setara Prasetya Mulya di Pariaman, Ada Farm Institute > setara IPB di Payakumbuh, Ada Law University di Padang, Ada Tech Institute > di setara ITB di Bukittinggi. Ada Universitas Islam International di Padang > Panjang. > Ada Tourism Institute di Solok. > Ada Culture Institute di Batusangkar. > Ada Forestry Institute di Lubuk Sikaping. > Ada Marine Institute di Painan. > Ada Food Tech Institute di Indrapura dan Kurinci. > > Kapan Mimpi saya terwujud? > Entahlah? yang saya tahu ini sebenarnya tidak terlalu muluk, > > Anda tahu lembaga Adzkia yang dirintis Irwan Prayitno (calon gubernur), itu > cuma butuh waktu 20 tahun. Setara dengan yang digunakan Buya Hamka pada > eranya. > > Salam Hangat, > > Fadli ZF > > > > chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Erwin yang baik > > Cocok sakali Win Bakhan urang Minang dahulu hebat hebat Ambo masih > mengalami hampia sapatigo di MA tu urang Minang Dibanyak negara Duta Besar > atau diplomatnyo urang Minang Masalahnyio BAA MAMBUEK TITIK BALIK > > Salah satu upayo kini adalah SSM 07 Ambo raso KELIRU kalau diartikan HANYA > SAKEDAR SAUDAGAR Akarnya adalah jiwa kewira usahaan Itu nan berlaku pada > urang Cino urang Yahudi urang Japang dll KINCIE KINCIE OTAKNYA Apolagi > kalau pada urang Minang berlandaskan AGAMA Apo itu indak hebat > > BAA CARONYO MEMBUAT TITIK BALIK Iko nan sedang diupayokan SSM07 Tapi kalu > iko akan baranti DISINAN tanpa ada kelanjutannyo io KARAM KAPA kito Karano > itulah BAA kok diskusi di melis ko ado nan mengarah ka usaho nan sadang > bajalan ko APO SARAN TINDAK LANJUT > > Chaidir N Latied > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
