Wassalamualaikum w.w. Sanak Lembang  Alam,

Terima kasih atas posting ini. Rasanya  intisari artikel Sanak ini layak  kita usulkan untuk masuk dalam salah satu pasal 'Kompilasi Hukum ABS SBK'.
Tolong Sanak bantu dengan gagasan-gagasan lain yang sejenis sehingga semakin lama adat sebagai 'Minangkabau heritage' semakin bersifat islami.

Wassalam,
Saafroedin Bahar


--- On Thu, 2/7/08, Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Tahlilan
To: [email protected]
Date: Thursday, February 7, 2008, 8:33 PM

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
 
Tulisan tantang Tahlilan nan panah ambo posting babarapo tahun nan lapeh dalam bahaso awak. Nan iko dalam bahaso Indonesia dan alah diedit pulo saketek. Kok leh lai ka paguno.
 
Wassalamu'alaikum
 
Lembang Alam
 

TAHLILAN

 

Tahlilan dari asal kata tahlil artinya mengucapkan laa ilaha illallaah, yang dalam bahasa Indonesia tidak baku berubah menjadi tahlilan yang artinya perbuatan mengucapkan tahlil. Acara tahlilan biasanya berkaitan dengan kematian. Tata cara tahlilan mencakup mengaji Yasin, bersama-sama yang didahului dan diakhiri dengan membaca kalimat thayyibah, kata pemandu acara, yang artinya membaca awal surat al Baqarah, ayat kursiy, akhir surat al Baqarah, surat al Ikhlas, al Falaq dan an Naas lalu seterusnya membaca tahlil laa ilaha illallaah bersama-sama dan seterusnya dan seterusnya. Lalu kata pembawa acara pula pahala dari seluruh amalan tadi itu dikirimkan untuk orang yang sudah meninggal. Sesudah rangkaian bacaan ayat-ayat tadi itu dibacakan doa. Sebelum doa dibaca surat al Fatihah berulang-ulang yang masing-masingnya dikirimkan kepada arwah nabi Muhammad SAW, kepada arwah para sahabat, kepada arwah syekh Abdul Kadir Jailani dan terakhir sekali kepada si mati yang ditahlilkan itu.

 

Sesudah selesai rangkaian bacaan dan doa tadi maka tuan rumah membagi-bagikan besek, kotak berisi nasi dan lauk pauk. Sementara itu juadah / penganan yang dihidangkan sejak sebelum acara dimulai, sesudah dimakan para tamu itu sedikit, sisanya dimasukkan ke dalam kantong kotak nasi untuk dibawa pulang sebagai berkat untuk dimakan nanti d rumah dengan anak istri.

 

Seperti itulah rangkaian acara tahlilan yang saya simak, baik yang dilakukan selama seminggu pertama sesudah kematian, atau pada hari ke empat puluh, hari ke seratus, hari ke seribu dan seterusnya.


Upacara seperti ini memang sudah mendarahdaging di sebagian masyarakat, tidak terkecuali di lingkungan tempat saya tinggal, meski secara perlahan-lahan sudah mulai berubah sedikit demi sedikit.

 

Ketika terjadi kematian, menurut tuntunan Rasulullah SAW yang dilakukan adalah mendatangi keluarga yang kena musibah itu untuk menghibur mereka dalam acara yang disebut ta�ziah. Arti dari ta�ziah selain untuk menghibur ahli musibah juga untuk saling mengingatkan bahwa kita yang masih hidup pasti akan mendapat giliran kematian dan oleh karenanya agar bersiap-siap menghadapi datangnya kematian tersebut. Lalu menolong memberi makan keluarga si mati seperti pesan Rasulullah ketika mendengar kabar tentang kematian Ja�far (yang syahid dalam perang). Rasulullah bersabda: �Buatkan makanan untuk keluarga Ja�far karena telah menimpa mereka kemalangan yang menyusahkan mereka..� (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

Sedangkan dalam praktek tahlilan yang berlaku di tengah masyarakat dilakukan kekeliruan-kekeliruan yang nyata sebagai berikut:

 

  1. Dibaca surat Yasin dan ayat-ayat al Quran lainnya beramai-ramai. Tidak perduli bahwa ada di antara yang membaca itu terdapat orang yang sebenarnya tidak pandai membaca dengan benar sehingga bacaannya salah. Semua berpacu dalam bacaan tanpa seorangpun perduli dengan kesalahan bacaan orang disampingnya. Mereka menganggap bahwa mereka sedang membuat pahala, memproduksi pahala untuk nantinya dikirimkan kepada si mati tapi mereka langgar keterangan dan perintah Allah. Cara membaca al Quran seperti itu jelas bertentangan dengan tuntunan seperti yang dapat kita simak dalam ayat 204 surat al A�raaf (7) berikut :

 

#s)ur % b#u)9$# (#qJtG$$s ms9 (#qFRr&ur N3=ys9 tbqHxq?   

Dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

 

 

  1. Mereka menganggap bahwa amalan mereka itu adalah dalam rangka membuat pahala. Siapa yang memberi pahala? Mungkinkah Allah akan memberikan pahala kalau kita melakukan amalan yang bertentangan dengan yang dituntunkan Allah? Allah menyuruh kita diam dan mendengarkan bacaan al Quran sementara kita berpacu dalam bacaan yang diantaranya ada kesalahan bacaan tapi kita biarkan saja?

 

  1. Lalu dibayangkan bahwa pahala itu akan dikirimkan untuk si mati. Dengan apa akan dikirim? Siapa yang akan membawa kiriman itu? Amal ibadah yang kita buat, kalau Allah ridha dengannya tidaklah mungkin untuk diberikan kepada orang lain. Cobalah simak ayat Allah dalam surat an Najm (53) ayat 39 berikut:

 

br&ur }9 `|SM~9 w) $tB 4ty   

Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,

 

      Mengirim amal untuk orang mati sama rumit dan tidak mungkinnya seperti membagi sehat kita untuk orang sakit. Ada saudara kita sedang sakit keras, sangat menderita karena sakitnya, sementara kita sehat wal�afiat, lalu kita ingin membagikan sehat kita kepadanya. Apakah mungkin hal seperti itu dilakukan?

 

 

  1. Termasuk pula sesuatu yang tidak jelas dasarnya membagi-bagikan pahala bacaan al Fatihah kepada arwah nabi, para sahabat. Kepada arwah syekh Abdul Kadir Jailani. Ini jelas merupakan perbuatan yang mengada-ada dan tidak ada dalilnya sama sekali. Yang ada tuntunan Rasulullah adalah untuk bersalawat kepada beliau dengan bacaan yang beliau ajarkan pula. Tidak pernah beliau minta dikirimi pahala bacaan al Fatihah. Namun menurut pembawa acara hal ini dilakukan untuk mengambil berkah nabi, para sahabat dan termasuk
    syekh Abdul Kadir Jaelani agar beliau-beliau tersebut mendekatkan kita kepada Allah. Artinya untuk mendekat kepada Allah kita perlu menggunakan cara KKN, tidak langsung saja memohon kepada Allah. Entah dari mana asal usul ilmu seperti ini.

 

  1. Dibebani tuan rumah yang sedang kemalangan itu dengan kewajiban menjamu kita para tamu yang datang bertahlilan. Hal ini bertentangan dengan perintah Rasulullah seperti yang kita bahas diatas. Alih-alih menolong orang yang kena musibah kita datang mengambil berkat, membawa besek pulang yang jelas membebani si ahli musibah. Terpaksalah dia menjual / menggadai untuk membiayai acara tahlilan. Cobalah bayangkan, seandainya sebuah besek harganya Rp 7500,- saja, lalu yang datang bertahlilan sebanyak 40 orang. Berapa biaya tahlilan yang harus dikeluarkan satu malam? Mungkinkah kita yang datang bertahlilan akan mendapat pahala dengan amalan seperti ini?

 

Ada yang berdalih bahwa makanan yang dibagikan itu adalah sumbangan dari warga atau tetangga. Kalaupun benar demikian, pasti itu merupakan iyuran dari setiap warga karena rasanya akan berat bagi warga untuk menyumbang pada beberapa hari sesudah kematian secara berketerusan. Artinya keluarga si ahli musibahpun sebelumnya telah ikut beriyur. Untuk makan minum di tempat orang kematian. Akibat buruknya, orang awam, yang tidak dibantu oleh (iyuran) warga melihat seolah-olah acara itu wajib sehingga dia memaksakan diri melaksanakannya. Bersualah, tidak kayu jenjang dikeping, tidak emas bungkal diasah. Padahal baik kayu atau bungkal itu boleh jadi merupakan milik anak yatim.

 

  1. Untuak ustad yang memimpin tahlilan itu biasanya diselipkan pula amplop berisi uang. Inipun untuk menjemput berkat melalui orang alim. Agar doa dikabulkan, agar pahala yang dikirimkan sampai kepada si mati. Begitu katanya. Subhanallah. Jadi rupanya berbisnis orang alim itu di rumah orang yang kematian. Ada pula honornya untuk memimpin tahlilan. Bahkan lebih buruk lagi, seandainya tidak diberi honor disebutnya nanti dimana-mana. Kosong doang, begitu katanya. Na�utzubillah.

 

  1. Seandainya yang meninggal adalah kepala keluarga dan meninggalkan anak-anak yatim di belakangnya maka sangat jelaslah bahwa mereka yang hadir pada acara tahlilan dan membawa pulang bungkusan besek telah memakan harta anak yatim. Pada hal Allah melarang kita mendekati harta anak yatim sebagaimana firman Nya dalam surat al An�aam ayat 152 berikut;

 

wur (#q/t)s? tA$tB OKu9$# w) L9$$/ }d `|mr& 4Lym x=7t nr& (                    

Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa.

 

Yang hadir bisa betah duduk dan bercengkerama, tertawa-tawa dan dengan perasaan tanpa dosa membawa makanan yang adalah hak anak yatim. Cobalah kita hitung kembali berapa biaya untuk menjamu orang yang datang bertahlilan setiap malam, berapa biaya satu pekan, berapa biaya pada hari ke empat puluh, hari ke seratus, hari ke setahun dan seterusnya?

 

Namun merubah tradisis seperti ini tidaklah mudah. Di lingkungan tempat saya tinggal, ketika saya datang lebih kurang empat belas tahun yang lalu kondisinya adalah 100% tahlilan. Kini baru berubah menjadi lebih kurang 50% - 50%. Saya yang kebetulan diangkat jadi ketua pengurus mesjid dan kebetulan pula menjadi imam mesjid setiap kali diundang menghadir acara tahlilan tidak pernah mau hadir karena alasan-alasan seperti tersebut diatas. Alhamdulillah masyarakat bisa pula menerima walau kadang-kadang sampai juga ke telinga saya bahwa mereka kecewa saya tidak pernah mau hadir. Biasanya kalau sudah demikian kembali saya jelaskan lagi alasan-alasan seperti diatas itu. Mudah-mudahan para jamaah dapat menerimanya. Saya baru mau hadir kalau yang diadakan adalaha acara takziah. Ketika saya diminta menyampaikan taushiyah berkaitan dengan peristiwa kematian hal itu juga yang biasanya saya ulang menyampaikannya, bahwa kita tidak mungkin mengirim pahala kepada saudara kita yang sudah meninggal.


Mudah-mudahan bermanfaat.

 

 

 

                                                                  *****



Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.



Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke