Iyah, makasih. Saya cukup mengerti. Dan saya rasa juga
acara Tahlilan itu banyak di Jawa.Tetapi juga menjadi
adat(kebiasaan di Minangkabau), tentu sebahagian
orang, sebagaimana kawin sesuku, tentu sebahagian
juga, begitupun masalah tabuik entah darimana asalnya,
upacaranya mirip sesajean di jawa juga, dan tatkala
keranda dicemplongkan ke laut mirip acara Syi'ah atau
Fir'aun semacam dulu itu, oh yah, pagang gadai,
sepertinya saya lihat hanya di Sumbar saja kali
yah..atau ada dari daerah lain?. Entah darimana asal
semua itu ngak taulah.
Yang saya sampaikan, silahkan Minang mau semacam apa
kek. Tapi kalau sudah dibuat ABSSBK, pakai Kitabullah
pakai Syara,ini yang cukup berat, tanggung jawab saya
sebagai orang berasal dari pendidikan agama harus
menyampaikannya, dan begitupun bagi yang dah tau tugas
dakwah ngak sebatas orang agama saja, tetapi yang tau
harus menyampaikannya, agar tak terjadi fitnah yang
bukan mengena sebahagian orang yang dzalim saja,
tetapi mengena keseluruhannya(Firman Allah dalam surah
Al Anfal:" Dan takutlah kamu akan fitnah yang tidak
terjadi pada sebagian orang yang dzalim diantara kamu
saja...." . Tapi bagi yang ingin lanjut silahkan saja,
sebagai orang yang sedikit tau masalah agama ini,
tugas saya dah selesai, menyampaikan saja.
Allah ta'ala berfirman:" Dan janganlah kamu
mencampurkan kebenaran dengan kebathilan, dan kamu
menyembunyikan kebenaran itu sementara kamu tau mana
yang benar itu"
Wassalamu'alaikum. Rahima.
--- benni_inayatullah <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Terima kasih Uni Rahima...penjelasanya bagus sekali
>
> yang akan saya komentari hanyalah pemahaman
> sementara Uni terhadap
> tahlilan yang adalah adat Minangkabau. Saya pastikan
> tahlilan tidak
> ada dalam adat MInangkabau karena tahlilan ini
> adalah budaya sebagian
> masyarakat yang terpengaruh oleh ajaran NU ataupun
> Perti dari Jawa.
> kita bisa lihat di jawa khususnya budaya tahlilan
> ini kental sekali
> dan saya rasa budaya itulah yang menyebar ke
> sebagian masyarakat
> Mnangkabau lewat penyiaran ajaran agama yang mungkin
> saja berasal
> dari jawa tersebut. Saya kurang paham sejarahnya
> bagimana tentu ada
> dunsanak yang lebih memahami perpindahan budaya
> tersebut.
>
> Uni Rahima, mengenai adat yang empat tersebut saya
> rasa kita sudah
> sama2 pahami ada adat yang tak lakang dek paneh dan
> tak lapuak dek
> hujan. dan ada juga adat yang bisa berubah seiring
> perjalan waktu
> seumpama adat istiadat. contohnya adat bajamba
> ketika ada pesta
> perkawinan sekarang sudah dibarengi dengan france
> dinner (meskipun
> lunch) .
>
> Disini saya rasakan sndiri antara adat dan budaya
> itu tidak selalu
> seiring sejalan. ada budaya yang termasuk adat dan
> ada yang tidak.
> contohnya tahlilan tidak ada dalam adat Minang
> begitu juga budaya
> orgen tunggal yang menampilkan penyanyi pakai rok
> mini tidak ada
> dalam adat meskipun sudah mebudaya dalam masyarakat
> MInangkabau saat
> ini.
>
> Dalam pesta perkawinan misalnya kedua-duanya (adat
> dan budaya) itu
> terpakai. dalam mengetengahkan hidangan ada yang
> pakai jamba (adat)
> dan ada yang pakai meja oshin (budaya baru), masih
> ada yang membawa
> kibang/katidiang yang berisi beras + telor (adat)
> dan ada juga yang
> hanya membawa amplop kosong (budaya).
>
> jadi Uni Rahima, dalam memahami adat minangkabau ini
> butuh pemahaman
> dan penyelaman lebih lanjut. tidak bisa dilihat dari
> riak-riak air di
> permukaan saja. betul apa yang disampaikan Uda Dewis
> tadi.
>
> segitu dulu uni, mudah-mudahan semakin menambah
> wawasan uni tentang
> MInangkabau.
>
>
> Salam
>
>
> Ben
>
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---