Iya Uni, begitu banyak hal disekitar kita yang musti diluruskan (setidaknya dari kacamata kita pribadi), begitu banyak perbedaan dan hingga manusia mau berbantah-bantahan antara sesama. BEgitu banyak kepentingan hingga manusia tega saling membunuh. begitu beragamnya dinamika kehidupan yang kita lihat sehari-hari. Tapi bagaimanapun juga kalau kita percaya perbedaan itu adalah rahmat niscaya kita akan berkepala dingin melihat segala perbedaan dan kepentingan .
Kadang aku berfikir jangan-jangan karena di wujudkan dalam jargon saja makanya ABS SBK ini jadi polemik. bukanhkah umat Islam daerah lain seperti Aceh bahkan Sampang Madura juga sama memahami semua adat/ kebiasaan itu harus sejalan dengan Syara' dan Kitabullah. Bedanya kita dengan pedenya mengusung jargon ABS SBK di depan jidat kita masing2 sedangkan umat Islam lain cukup urusan pribadi mereka dengan Tuhan saja. tapi sudahlah, kalau kita percaya akan hadis yang mengatakan ada 73 aliran tersebut ya biarkan sajalah bumi ini berputar dengan sendirinya. Peer kita ya.. mencari dan menemukan satu aliran yang benar tersebut serta menjadi bagian dari safnya..bukan begitu Uni ? salam Ben --- In [EMAIL PROTECTED], Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Iyah, makasih. Saya cukup mengerti. Dan saya rasa juga > acara Tahlilan itu banyak di Jawa.Tetapi juga menjadi > adat(kebiasaan di Minangkabau), tentu sebahagian > orang, sebagaimana kawin sesuku, tentu sebahagian > juga, begitupun masalah tabuik entah darimana asalnya, > upacaranya mirip sesajean di jawa juga, dan tatkala > keranda dicemplongkan ke laut mirip acara Syi'ah atau > Fir'aun semacam dulu itu, oh yah, pagang gadai, > sepertinya saya lihat hanya di Sumbar saja kali > yah..atau ada dari daerah lain?. Entah darimana asal > semua itu ngak taulah. > > Yang saya sampaikan, silahkan Minang mau semacam apa > kek. Tapi kalau sudah dibuat ABSSBK, pakai Kitabullah > pakai Syara,ini yang cukup berat, tanggung jawab saya > sebagai orang berasal dari pendidikan agama harus > menyampaikannya, dan begitupun bagi yang dah tau tugas > dakwah ngak sebatas orang agama saja, tetapi yang tau > harus menyampaikannya, agar tak terjadi fitnah yang > bukan mengena sebahagian orang yang dzalim saja, > tetapi mengena keseluruhannya(Firman Allah dalam surah > Al Anfal:" Dan takutlah kamu akan fitnah yang tidak > terjadi pada sebagian orang yang dzalim diantara kamu > saja...." . Tapi bagi yang ingin lanjut silahkan saja, > sebagai orang yang sedikit tau masalah agama ini, > tugas saya dah selesai, menyampaikan saja. > > Allah ta'ala berfirman:" Dan janganlah kamu > mencampurkan kebenaran dengan kebathilan, dan kamu > menyembunyikan kebenaran itu sementara kamu tau mana > yang benar itu" > > Wassalamu'alaikum. Rahima. > > --- benni_inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > > Terima kasih Uni Rahima...penjelasanya bagus sekali > > > > yang akan saya komentari hanyalah pemahaman > > sementara Uni terhadap > > tahlilan yang adalah adat Minangkabau. Saya pastikan > > tahlilan tidak > > ada dalam adat MInangkabau karena tahlilan ini > > adalah budaya sebagian > > masyarakat yang terpengaruh oleh ajaran NU ataupun > > Perti dari Jawa. > > kita bisa lihat di jawa khususnya budaya tahlilan > > ini kental sekali > > dan saya rasa budaya itulah yang menyebar ke > > sebagian masyarakat > > Mnangkabau lewat penyiaran ajaran agama yang mungkin > > saja berasal > > dari jawa tersebut. Saya kurang paham sejarahnya > > bagimana tentu ada > > dunsanak yang lebih memahami perpindahan budaya > > tersebut. > > > > Uni Rahima, mengenai adat yang empat tersebut saya > > rasa kita sudah > > sama2 pahami ada adat yang tak lakang dek paneh dan > > tak lapuak dek > > hujan. dan ada juga adat yang bisa berubah seiring > > perjalan waktu > > seumpama adat istiadat. contohnya adat bajamba > > ketika ada pesta > > perkawinan sekarang sudah dibarengi dengan france > > dinner (meskipun > > lunch) . > > > > Disini saya rasakan sndiri antara adat dan budaya > > itu tidak selalu > > seiring sejalan. ada budaya yang termasuk adat dan > > ada yang tidak. > > contohnya tahlilan tidak ada dalam adat Minang > > begitu juga budaya > > orgen tunggal yang menampilkan penyanyi pakai rok > > mini tidak ada > > dalam adat meskipun sudah mebudaya dalam masyarakat > > MInangkabau saat > > ini. > > > > Dalam pesta perkawinan misalnya kedua-duanya (adat > > dan budaya) itu > > terpakai. dalam mengetengahkan hidangan ada yang > > pakai jamba (adat) > > dan ada yang pakai meja oshin (budaya baru), masih > > ada yang membawa > > kibang/katidiang yang berisi beras + telor (adat) > > dan ada juga yang > > hanya membawa amplop kosong (budaya). > > > > jadi Uni Rahima, dalam memahami adat minangkabau ini > > butuh pemahaman > > dan penyelaman lebih lanjut. tidak bisa dilihat dari > > riak-riak air di > > permukaan saja. betul apa yang disampaikan Uda Dewis > > tadi. > > > > segitu dulu uni, mudah-mudahan semakin menambah > > wawasan uni tentang > > MInangkabau. > > > > > > Salam > > > > > > Ben > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Looking for last minute shopping deals? > Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/ newsearch/category.php?category=shopping > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
