--- benni_inayatullah <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> 
> Betul sekali sanak Fajar, segala sesuatu harus
> dihadapi dengan bijak. 
> apalagi menyangkut kehidupan beragama yang sekaligus
> merangkul 
> kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
> 
> Apabila kita akan membuat suatu kompilasi Hukum
> Islam maka problem 
> yang harus dipecahkan adalah islam menurut siapa ?
> aliran mana ? 
> karena didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
> dan beragama, Islam 
> itu tidak tunggal. Bahkan ada hadist yang menyebut
> akan ada 73 aliran 
> Islam nantinya dan hanya satu yang benar (yang mana
> ya ?)

Dari sahabat'Auf bin Malik Radhiallahu'anhu, ia
berkata, Rasulullah bersabda. Ummat Yahudi berpecah
belah menjadi 71 golongan, maka hanya satu golongan
yang masuk surga. 70 gol. masuk neraka. Ummat Nasrani
berpecah menjadi 72 golongan, yang 1 masuk surga 71
masuk neraka.Dan Demi Jiwa Muhammad yang berada di
tanganNya, sungguh akan berpecah belah ummatku menjadi
73 golongan, hanya satu gol yang masuk surga, dan 72
masuk neraka.Rasulullah ditanya, wahai rasulullah
siapakah mereka(yang masuk selamat). Rasulullah
menjawab "jama'ah"(H.R Ibnu Majad dalam kitab Fitan,
dengan derajat hadits Hasan).

Siapakah jamaah itu? mereka adalah yang berpegang, dan
menjalankan sesuai dengan ajaran AlQuran dan Assunnah
serta sesuai dengan pemahaman salafusshalih.Kalau kita
menjalankan segala sesuatu sesuai dengan tuntutan
diatas, maka kita masuk golongan yang satu selamat
itu, kalau tidak, maka"ma'assalamahlah, kita masuk
golongan yang dicemplungkan kedalam neraka Jahannam.

Nah, di Minang ini, adat tahlilan ini, apakah termasuk
bagian dari adaik nan diadatkan atau apa..? Adat yang
saya temukan di Minang ini jugalah yang saya kritik
ngak sesuai dengan Islam.Permasalahannya karena ABSSBK
tadi.Kata Adat secara umum.

Lantas, kita katakan, oh..enggak di Minang ABSSBK.
yah..adat yang sesuai dengan Islam yang dimaksudkan.

Nah,.kenapa pakai kata Adat.(Adat itukan artinya umum
Kebiasaan)Silahkan dilihat makalah saya dalam
semilokakarya Juni 19-21 Juni kemaren, disana saya
juga menjelaskan apa itu arti adat, dan berapa macam
adat dalam Minang.

Lantas, kenapa disaat adat yang kita pakai ngak sesuai
dengan islam, kita katakan itu termasuk bagian dari
adat....bukan itu yang kami maksudkan. Lha, lantas
kenapa kita harus membagi-bagi macam-macam adat,
bukankah kita masukkan ia dalam pembagian Adat
Minangkabau jugakan?

Yang pastikan itu ada di Minangkabau. Adat itu ada,
apakah masuk bagian dari pembagian adat yang pertama,
kedua, atau apalah, yang penting itu ada
diadat(kebiasaan) Minangkabau.

Wassalamu'alaikum. Rahima.

> 
> seperti yang saya katakan di postingan sebelumnya
> bila akan membuat 
> kompilasi hukum Islam di ranah MInang maka harus
> memperhatikan aliran-
> aliran serta keyakinan yang ada di ranah Bundo.
> karena KOmpilasi itu 
> bernama Hukum islam maka aliran Islam manapun berhak
> untuk menyetujui 
> ataupun menolaknya. disitulah akan muncul kembali
> konflik horizontal 
> yag saya sebut tadi.
> 
> saya sebenarnya lebih setuju dengan Uni Rahima.
> kalau kita memang 
> akan menjadikan Hukum Islam sebagai rujukan
> bermuamalah maka cukuplah 
> Al Quran dan hadis saja yang menjadi pegangan.
> karena baik itu NU 
> ataupun Muhammadiyah sama-sama meyakini sumber hukum
> tersebut. 
> mengenai beragam cara memahaminya termasuk
> akulturasi dengan adat dan 
> budaya yah biarkan sajalah..toh segala perbedaan itu
> membawa rahmat.
> 
> kalau soal menyampaikan satu ayat ya itu hutang kita
> pribadilah. 
> kalau ada yang kita rasa tidak sesuai dengan
> keyakinan kita yah 
> sampaikan saja langsung ke yang bersangkutan. Tapi
> kalau harus 
> memaksakan satu keyakinan atau prinsip tertentu
> kedalam masyarakat 
> yang heterogen. waduh..berat rasanya dan tinggi
> sekali cost 
> socialnya. kecuali kalau negara kita negara
> /kerajaan Islam seperti 
> Arab itu ya saya yakin bisa.
> 
> yah ini namanya pendapat pribadi ya toh...boleh
> berbeda namun kepala 
> harus dingin
> 
> mohon maaf
> 
> en
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], Fajar Izzani
> <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> >
> > 
> > Assalamualaikum W W
> > 
> > sato ciek nimbrung..
> > 
> > kalau hal yang benar emang harus dihadapi dengan
> bijak
> > akan tetapi hal yang benar pun tidak perlu takut
> > dengan hal-hal terburuk sekalipun, akan tetapi
> mungkin
> > caranya tidak segampang dengan membalikan telapak
> > tangan, ya... harus secara dakwah terus menerus
> dengan
> > mereferensi kepada al-quran dan hadits.
>


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke