Betul sekali sanak Fajar, segala sesuatu harus dihadapi dengan bijak. apalagi menyangkut kehidupan beragama yang sekaligus merangkul kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Apabila kita akan membuat suatu kompilasi Hukum Islam maka problem yang harus dipecahkan adalah islam menurut siapa ? aliran mana ? karena didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan beragama, Islam itu tidak tunggal. Bahkan ada hadist yang menyebut akan ada 73 aliran Islam nantinya dan hanya satu yang benar (yang mana ya ?) seperti yang saya katakan di postingan sebelumnya bila akan membuat kompilasi hukum Islam di ranah MInang maka harus memperhatikan aliran- aliran serta keyakinan yang ada di ranah Bundo. karena KOmpilasi itu bernama Hukum islam maka aliran Islam manapun berhak untuk menyetujui ataupun menolaknya. disitulah akan muncul kembali konflik horizontal yag saya sebut tadi. saya sebenarnya lebih setuju dengan Uni Rahima. kalau kita memang akan menjadikan Hukum Islam sebagai rujukan bermuamalah maka cukuplah Al Quran dan hadis saja yang menjadi pegangan. karena baik itu NU ataupun Muhammadiyah sama-sama meyakini sumber hukum tersebut. mengenai beragam cara memahaminya termasuk akulturasi dengan adat dan budaya yah biarkan sajalah..toh segala perbedaan itu membawa rahmat. kalau soal menyampaikan satu ayat ya itu hutang kita pribadilah. kalau ada yang kita rasa tidak sesuai dengan keyakinan kita yah sampaikan saja langsung ke yang bersangkutan. Tapi kalau harus memaksakan satu keyakinan atau prinsip tertentu kedalam masyarakat yang heterogen. waduh..berat rasanya dan tinggi sekali cost socialnya. kecuali kalau negara kita negara /kerajaan Islam seperti Arab itu ya saya yakin bisa. yah ini namanya pendapat pribadi ya toh...boleh berbeda namun kepala harus dingin mohon maaf en --- In [EMAIL PROTECTED], Fajar Izzani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Assalamualaikum W W > > sato ciek nimbrung.. > > kalau hal yang benar emang harus dihadapi dengan bijak > akan tetapi hal yang benar pun tidak perlu takut > dengan hal-hal terburuk sekalipun, akan tetapi mungkin > caranya tidak segampang dengan membalikan telapak > tangan, ya... harus secara dakwah terus menerus dengan > mereferensi kepada al-quran dan hadits. > ya kalau emang tidak ada dalam tuntunan al-quran dan > hadits ya.. kita perlu sampaikan .... dan tidak > membawa muhamdiyah atau nu atau lain sebagainya. > "sampaikan walau 1 ayat" .... > sebagai muslim kita bersaudara dan sebagai bersaudara > wajib menyampaikan benar itu benar salah itu salah. > masalahnya bukan tahlilan saja yang jadi masalah, tapi > banyak kita temukan hal2 yang menyimpang dari ajaran. > > kok ado nan salah dalam penyampaian mohon maaf. > > wasalam > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
