Dd Asmardi Arbi (AA), dd ZD dan sanak dipalanta  n.a.h

Kita sebenarnya menginginkan, kalau ada yang meragukan ada tulisan/ khabar
/ berita  yang dianggap bohong dan  bisa mengklarifikasinya, itu sangat
baik sekali.

Yang susah kalau tidak bisa mengklarifikasi, kita sudah terlanjur bakuampeh.

Sampai 9 Juli memang suasana dialog, dimano sajo akan sedikit hangat, tapi
di lapau, tetap kito ingek,  awak samo awak, dipaliharo  dalam koridor
tukar pendapat antaro awak samo minang.

Wass,

Maturidi L/75)



Pada 18 Mei 2014 06.08, Zaid Dunil <[email protected]> menulis:

> Sanak sapalanta RN na h
> Ass ww,
> Orang boleh saja meragukan surat KH Maimun Zubair kpd SDA. Namun , bahwa
> kiyai Makmun Zubair adalah kiyai kharismatik yang menjadi panutan warga PPP
> adalah  fakta. Hanya dengan fatwa dari KH Maimun Zubair PPP yang akan pecah
> dapat bersatu lagi. Begitu juga dalam penentuan arah koalisi, PPP nampaknya
> juga terbelah, ada yang ingin ke PDIP/Jokowi, ada yang ingin ke Gerindra
> /Prabowo dan ada pula yang cendrung ke poros ketiga yang digagas Amin Rais.
> Tetapi  setelah KH  Maimun Zubair mengingatkan PPP via suratnya kepada SDA,
> maka sekarang kita bisa melihat bahwa PPP kompak mendukung Prabowo. Warga
> PPP lebih melihat surat itu sebagai fatwa seorang kiyai panutan dan warga
> PPP pun patuh, "sami'na wa ata'na" tanpa mempersoalkan rinci isi surat KH
> Maimun Zubair itu. Orang luar boleh saja ragu terhadap ke kiyaian KH Maimun
> Zubair tersebut tapi warga PPP tidak akan ragu dan fatwa kiyai itu selalu
> diikuti oleh PPP.  Faktanya demikian.
> Wass
> Dunil Zaid. 71. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia Pdg. Tingga di Jkt.
>
>
> 2014-05-18 5:21 GMT+07:00 hrees_iie via RantauNet <
> [email protected]>:
>
>  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
>> Mohon maaf pak, dimana letak faktanya? Kita sama-sama belum menanyakan
>> kepada yang bersangkutan. Jangan kita mendengar dari kabar saja.
>> Berhati-hatilah dalam mengungkapkan fakta kalau cuma berasal dari sms,
>> email yang pengirim asalnya tidak diketahui.
>>
>> Wassalam
>> Haris Jumadi
>> Sikumbang, Batagak
>> 37 tahun
>> @Palembang
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * Asmardi Arbi <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Tue, 13 May 2014 09:42:13 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] SURAT K. H. MUHAMMAD NAJIH MAIMOEN ZUBAIR KE
>> SURYADARMA ALI
>>
>> Kanda Maturidi n.a.h.
>>
>>  Ambo setuju jo saran kanda. Ada dua hal dari angku Andrinof.: 1.
>> Maragukan status KH dari Maimun Zubair , 2.Isi surat merupakan kabar
>> bohong.  Sejauh yang kita pada umumnya ketahui, isi surat sebagian besar
>> adalah data dan fakta.
>>
>> Angku Andrinof nampaknya cukup dalam ilmu agamanya.Oleh karenanya kita
>> juga minta tolong , tunjukkanlah kepada kami bagian yang mana yang
>> merupakan kabar  bohong dari isi berita itu. Selamatkanlah sanak kita di RN
>> ini dari penggolongan jadi pengikut Abdullah bin Ubay yang katanya akan
>> dapat sanksi yang keras, harap angku Andrinof  juga jelaskan apa dalilnya
>> sanksi itu.
>>
>> Mari kita tunggu jawaban dari pak Andrinof. Mari kita tolong menolong
>> dalam kebajikan dan taqwa dan mari kita tidak tolong menolong dalam
>> kejahatan dan dosa.
>>
>> Wassalam,
>>
>> Asmardi Arbi, 72+, Kampai, asal Pessel, tinggal di Tangsel.
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> On 17/05/2014 15:07, Maturidi Donsan wrote:
>>
>>  Apakah menurut Andinof surat dibawah ini bohong.
>>
>> Kalau  Andrinof  meragukan lebih baik dicek ke DPP PPP, pak Surya Darma
>> Ali dan cross cek ke  KH Maimun Zubair sampai dimana kebenaran surat ini,
>> kalau ternyata bohong bisa ditelusuri siapa yang memasukkan ke face book.
>> Dan bisa ke Bareskrim.
>>
>> Saya kira Andrinof punya perangkat untuk pengecekan itu.
>>
>>
>>  Wass,
>>
>> Maturidi (L/75)
>>
>>
>>
>>  Kepada YTH. ;
>> Bpk. H. Suryadharma Ali (Ketua Umum PPP)
>> Di- JAKARTA
>>
>> السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
>> بسم الله الرحمن الرحيم
>> الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه
>> أجمعين. أما بعد:
>>
>> TOLAK KOALISI PPP DENGAN PDI-P-JOKO WIDODO
>>
>> Setelah mengamati perkembangan politik lewat media masa, kami menolak
>> kalau PPP berkoalisi dengan PDI-P yang mengusung Jokowi sebagai Capres. Hal
>> ini kami sampaikan, karena kami melihat ada indikasi sebagian elit politik
>> PPP yang mewacanakan berkoalisi dengan partai tersebut.
>> Sebagai satu-satunya Partai Islam yang masih konsis ber-Amar Ma’ruf Nahi
>> Munkar, platform PPP jelas berbeda dengan ideologi dan platform PDI-P.
>> Betapa gigihnya PPP menolak aliran-aliran sesat di Indonesia,
>> memperjuangkan RUU Pornoaksi-Pornografi, UU Pendidikan dan UU lainnya yang
>> berbau Islami. Sementara PDIP adalah partai yang anti Islam. Hal itu
>> dibuktikan dari berbagai produk legislasi Islami yang dijegal oleh PDIP.
>> Semua RUU yang diajukan PPP ke DPR dan berbau Islami pasti PDI menolaknya.
>> UU Pendidikan mereka walk out, UU Bank Syariah, UU Ekonomi Syariah mereka
>> tidak setuju, UU Pornoaksi-Pornografi juga mereka tidak setuju. Sekarang UU
>> Jaminan Produk Halal untuk makanan dan obat-obatan mereka juga tidak
>> setuju. Selain itu, dalam pemilu 2014 lalu, PDI-P memasang 52% caleg non
>> Muslim dalam Daftar Caleg Tetap-nya.
>>
>> PDI-P sendiri merupakan fusi dari partai Nasionalis dan partai Kristen
>> seperti IPKI, PNI, Murba, Partai Katolik, dan Parkindo (Partai Kristen
>> Indonesia). Kemenangan PDI-P-Jokowi berarti kemenangan Barat, konglomerat
>> hitam China, Syi’ah, liberal, disamping menjadikan peluang Jalaluddin
>> Rahmat (tokoh Syi'ah) menjadi Menteri Agama RI, berarti Syi'ah akan
>> memegang kebijakan UU yang berhubungan dengan UU Pendidikan Agama Islam dan
>> Pesantren.
>> Dalam PDI-P ada ragam ideologi, yakni Islam, Syi'ah, Liberal, Kristen,
>> Nasionalis, Sosialis dan Komunis. Jika Partai Islam dan Tokoh Islam
>> berkoalisi dengan PDI-P-Jokowi, maka neo-Komunis gaya baru akan benar-benar
>> terwujud dengan pola baru NASIONALIS, RELIGIUS dan SYI’AH.
>>
>> Di sisi lain, pencapresan Jokowi yang memunculkan ide koalisi non
>> transaksional, kerjasama yang tidak didasari bagi-bagi jabatan. Ini jelas
>> menguntungkan PDI-P. semua kebijakan politik dan pemerintahan yang di
>> dalamnya termasuk berhubungan dengan pendidikan Islam dan Pesantren akan
>> mereka kuasai dan kendalikan, hal ini akan semakin membatasi langkah dan
>> mempersempit gerak umat Islam dalam berdakwah dan menyampaikan aspirasi
>> politik. Berkoalisi dengan PDI-P dan memilih Jokowi berarti ikut andil
>> dalam mewujudkan point-point di atas…!
>>
>> Melihat perolehan suara saat ini, PPP harus mampu berusaha memegang
>> jabatan Menteri Pendidikan dan Menteri Agama RI, sabagai bentuk aspiratif
>> merespon keinginan umat yang bertujuan untuk mengayomi kepentingan umat
>> Islam secara konstitusional. Karena inilah sebenarnya akar dari perjuangan
>> PPP dalam ber-Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.
>>
>> Saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemimpin alternatif, tegas dan
>> bersih untuk menindaklanjuti sekaligus mencegah terjadinya kasus korupsi
>> diberbagai instansi pemerintahan, menegoisasi ulang kontrak Freeport yang
>> selama ini didominasi pihak asing, berwawasan strategis dan berpikiran
>> global diatas konsep "amar ma'ruf nahi mungkar" sebagai pondasinya.
>> Kami menilai Bpk. Prabowo Subianto dalam hal ini mampu, InsyaAllah.
>> Beliau mempuyai kapasitas, kapabilitas dan integritas tinggi serta tidak
>> mudah diintervensi dalam semua urusan dan pemikiran. Karena dalam
>> kepemimpinan segala keputusan dan kebijakan tidak boleh didekte oleh pihak
>> lain. Ini terbukti dengan ketegasan kepemimpinan beliau dalam struktur
>> pengrekrutan di tubuh TNI. Kedekatannya kepada ulama, memberikan pesan
>> bahwa semua keputusan dan kebijakan pemerintahan akan didiskusikan dulu dan
>> memohon pertimbangan serta fatwa para ulama. Untuk cawapresnya, kita
>> berdo’a kepada Allah SWT semoga mendapatkan pasangan yang baik dan maslahah.
>>
>> Semua ini kami sampaikan, sebagai wujud tanggung jawab kami dan para
>> ulama lainnya untuk menyampaikan sebuah kebenaran. Karena sekarang ini
>> bukan lagi perang antar partai, tapi sudah sampai perang terhadap ideologi
>> dan agama. Hampir semua partai-partai Islam sudah bergabung, berkoalisi dan
>> menjadi mitra partai sekuler, tinggal PPP yang menjadi harapan umat untuk
>> menjaga akidah umat Islam. Sebagai bagian dari PPP, kami mengajak kepada
>> umat, tokoh-tokoh PPP, bahwa para ulama dan tokoh penting bangsa ini
>> melahirkan PPP dengan niat tulus menyatukan komitmen keummatan, merespon
>> aspirasi umat, PPP menjadi alat perjuangan umat Islam dan masyarakat secara
>> umum.
>> Karena, pemilihan azas dan lambang partai tidak mereka dapatkan dari
>> hasil diskusi bahkan tidak juga dari sebuah mimpi. Azas dan lambang PPP
>> diperoleh dari hasil munajat kepada Allah SWT melalui shalat istikhoroh.
>> Keberadaan partai ini wajib kita pelihara dan menjaga keutuhannya. Karena
>> hanya partai inilah warisan dari ulama-ulama kuno. Semoga Allah SWT selalu
>> memberikan pertolongan dan kekuatan kepada umat Islam, amin ya rabbal
>> a’lamin.
>>
>> والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
>>
>> Sarang, 10 Rojab 1435 H./ 10 Mei 2014 M.
>>
>> K. H. MUHAMMAD NAJIH MAIMOEN ZUBAIR
>>
>>
>> Pada 17 Mei 2014 06.02, Andrinof A Chaniago <[email protected]> menulis:
>>
>>>  Saya meragukan status Kyai Haji bapak ini. Dalam Islam, sangat dikecam
>>> menjadi penyebar kabar bohong. Kalau menjadi penyebar kabar bohong, kita
>>> akan digolongkan menjadi pengikut Abdullah bin Ubay dengan sanksi ancaman
>>> yang sangat keras.
>>>  Berpolitiklah dengan baik dan islami.
>>>  Terima kasih.
>>>
>>>  Andrinof
>>>
>>>
>>>
>>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke