Tarimokasi baiiriang Salam Ta'zim, Sanak Akmal.
On 24 Dec 2014 08:20, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> wrote:

> Kanda Aslim,
> tabayun/verifikasi itu perlu, hatta yang mengucapkan adalah putra Buya
> Hamka. Ambo bisa menelpon langsung Pak Irfan Hamka, dan pasti dia akan
> berkata bahwa kutipan di Republika itu benar.  Jadi harus ditelusuri dari
> jalur lain (second opinion).
>
> Karena waktu Buya wafat (1981) ambo masih anak ingusan, sementara para
> senior Palanta RN ada yang menjadi jamaah di Al Azhar bahkan ada yang kenal
> dekat secara pribadi dengan Buya, barangkali ada yang bisa memeriksa ulang
> benar tidaknya pernyataan Pak Irfan Hamka itu.
>
> Jadi ketika ambo menulis pendek "Ada yang mau komentar", karena berada di
> bawah thread subyek "Irfan Hamka: Buya Ucapkan Selamat Natal" ambo merasa
> arah pertanyaan ambo sudah jelas menyangkut hal itu.
>
> Tetapi karena sudah ada dua tanggapan (dari Mak Darwin Chalidi dan kanda
> Aslim) yang menyorongkan penjelasan boleh tidaknya mengucapkan selamat
> natal dari dua sumber berbeda yang tak berkaitan dengan konteks perkataan
> Pak Irfan Hamka, tampaknya ambo yang kurang jelas menjabarkan pertanyaan.
> Sehingga kini ambo ulangi dengan (semoga) lebih jelas:
>
> "Apakah ada di antara dunsanak Palanta RN yang bisa memastikan benar
> tidaknya ucapan Irfan Hamka tentang sikap Buya Hamka mengucapkan selamat
> natal bagi tetangganya itu?"
>
> Wassalam,
>
> ANB
>
>
>
> Pada 24 Desember 2014 08.07, Aslim Nurhasan ST SATI <[email protected]>
> menulis:
>
>> jo topik -->Irfan Hamka: Buya Ucapkan Selamat Natal
>> + pertanyaan -->Ada yang mau berkomentar?
>>
>> iyo ndak tabayang dek Ambo, kalau jawaban nan diinginkan adolah:
>> A. Tidak, Irfan Hamka salah mengenai itu. Buya Hamka tidak pernah
>> melakukan itu.
>> B. Benar, Buya Hamka pernah melakukan yang dikatakan Irfan.
>> C. Tidak tahu.
>>
>> Sanak Akmal: mohon maaf, ateh kabodohan Ambo dalam babaso Indonesia.
>>
>>
>>
>>
>> 2014-12-24 7:58 GMT+07:00 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:
>>
>>> Kanda Aslim n.a.h.
>>>
>>> Sama seperti jawaban ambo untuk Mak Darwin Chalidi, maksud ambo dengan
>>> pertanyaan "Ada yang mau komentar" adalah menyangkut penjelasan H. Irfan
>>> Hamka tentang perkataan ayahandanya itu.  Tersebab di palanta ko banyak
>>> yang masa mudanya mengaji di Masjid Al Azhar bahkan kenal pribadi dengan
>>> Buya Hamka, apakah pernah mendengar cerita ini sebelumnya?
>>>
>>> Ini pertanyaan partikular (tentang pernyataan Irfan Hamka) bukan
>>> pertanyaan general tentang boleh tidaknya mengucapkan selamat natal.
>>>
>>> Ambo berterima kasih bila yang muncul tanggapan partikular juga, seperti:
>>>
>>> A. Tidak, Irfan Hamka salah mengenai itu. Buya Hamka tidak pernah
>>> melakukan itu.
>>> B. Benar, Buya Hamka pernah melakukan yang dikatakan Irfan.
>>> C. Tidak tahu.
>>>
>>>
>>> Terima kasih
>>>
>>> Wassalam,
>>>
>>> ANB
>>>
>>> Pada 24 Desember 2014 07.43, Aslim Nurhasan ST SATI <[email protected]
>>> > menulis:
>>>
>>>
>>>>
>>>> Buya Gusrizal Gazahar
>>>> <https://www.facebook.com/buyagusrizal.gazahar.1/posts/10202955874049856?fref=nf>
>>>>
>>>> "Bila Sesuai Dengan Selera, Hilanglah Sikap Kritis Yang Dituhankan
>>>> Selama Ini"
>>>> (Wahai Kaum Muslimin, Jangan Latah dan Jangan Akali Dalil Untuk
>>>> Membolehkan Ucapan "Selamat Natal")
>>>>
>>>> Seorang yang dipanggil "Buya" berasal dari Ranah ini, tertawa
>>>> mendengarkan ada yang mengharamkan ucapan "selamat natal" bagi kaum
>>>> muslimin.
>>>> Saya juga tersenyum membacanya, karena memang itu yang bisa
>>>> dilakukannya, tertawa, mencemooh dan melontarkan cap "picik" kepada orang
>>>> yang berbeda dengannya.
>>>> Karena tak ada bahan baginya untuk menganalisa kajian fiqh apalagi
>>>> tafsir. Setiap persoalan agama, hanya dipandang dari sudut sosial dan
>>>> politik yang berlandaskan kepada penyerahan diri kepada realita walaupun
>>>> menyimpang. Itu lah yang mereka sebut realistis !!!!????
>>>>
>>>> Tak usah heran ! Bagi mereka, konsistensi dalam bersikap tidak akan
>>>> ditemui. Yang mereka miliki hanya ilmu bersilat lidah yang tak pernah
>>>> terhambat sedikitpun walaupun mencederai persoalan yang prinsip dalam
>>>> syari'at Islam.
>>>> Lihatlah ! Bagaimana mereka menyorakkan pemisahan politik dan kekuasaan
>>>> dengan agama tapi mereka pergunakan kekuasaan itu untuk menancapkan kuku
>>>> berbisa pluralisme, liberalisme, relatifisme dan isme-isme lainnya ke dalam
>>>> tubuh umat Islam.
>>>> Kalau dibantah, mereka akan mengelak dengan "bukan itu yang kami
>>>> maksud", "anda tidak mengerti dengan istilah tsb" dan mereka akan mulai
>>>> membawa kita ke area perdebatan ilmiah ala mereka seolah-olah kita ini buta
>>>> tidak bisa melihat apa yang mereka lakukan dalam realita sebenarnya.
>>>>
>>>> "Bersilat lidah" melakukan pembenaran terhadap selera mereka, terus
>>>> terlihat dengan jelas. Untuk membolehkan ucapan "selamat natal", mereka tak
>>>> segan berlindung di balik nama besar al-Qaradhawiy, Wahbah al-Zuhailiy,
>>>> Musthafa al-Zarqa dan lainnya.
>>>>
>>>> Menggelikan sekali sikap mereka ini. Sikap kritis mereka jadi tumpul
>>>> bila pernyataan ulama itu sesuai dengan selera mereka namun mereka akan
>>>> berapi-api membantah bila ulama-ulama itu berfatwa "demokrasi itu
>>>> bercanggah dengan syura yang dijelaskan oleh Islam". Ulama besar akan kecil
>>>> bila berbicara tak sesuai selera. Begitu lah sikap para cendikiawan yang
>>>> berpayung liberalisme dan pluralisme tsb.
>>>> Seharusnya umat ini sudah menyadari bahwa mereka bukanlah orang-orang
>>>> yang menghormati ulama yang mereka sebutkan itu dan mereka bukan pula
>>>> orang-orang yang mau berhujjah sebenarnya dengan landasan ajaran Islam.
>>>> Mereka tak lebih adalah orang-orang yang tunduk kepada realita walupun
>>>> menyimpang dari kebenaran yang diturunkan oleh Allah swt.
>>>>
>>>> Mungkin akan ada pula berkomentar ketika membaca tulisan ini, "itu
>>>> tendensius". Mungkin akan ada yang muncul dengan pernyataan seperti orang
>>>> bijak, "saatnya berbicara "kita" bukan berbicara "kami" dan "mereka" karena
>>>> itu akan memperlebar jurang perbedaan". Saya hanya akan menanggapinya
>>>> dengan "bila hilang keberanian untuk berbeda dalam hak dan bathil maka
>>>> hilanglah pegangan dalam kehidupan dan jadilah orang hanyut dan lenyap
>>>> dalam pusaran kehidupan itu. Sekarang memang zamannya seseorang harus
>>>> berani menyatakan perbedaan walupun akan dituduh aneh bahkan dungu oleh
>>>> mereka yang merasa pintar".
>>>>
>>>> Tak perlu berselindung di balik nama besar Al-Qaradhawiy dan lainnya !
>>>> Tak perlu pula segan untuk mengatakan tidak setuju dengan pernyataan
>>>> al-Qaradhawiy dan lainnya ! Bukankah itu sikap kritis yang tuan-tuan
>>>> ajarkan wahai kaum pluralis ???!!!
>>>> Kalau pandangan yang merujuk kepada para imam-imam madzhab saja
>>>> tuan-tuan cemoohkan dengan istilah "berfikir fiqh orientik", kenapa
>>>> pernyataan Yusuf al-Qaradhawiy dan al-Zarqa menjadi azimat bagi tuan-tuan
>>>> untuk mengatakan yang sesuai dengan selera tuan-tuan ? Kemana sikap kritis
>>>> tuan-tuan selama ini ?
>>>> Oh ya maaf, saya lupa bahwa tuan-tuan tak akan mau mengkritisinya atau
>>>> mungkin tidak mampu karena bagi tuan-tuan, landasan kritik itu hanya
>>>> realita dan kepentingan. Mana ada analisis ushul fiqh ?!! Ushul Fiqh kan
>>>> kurungan berfikir yang membuat picik menurut pandangan tuan-tuan.
>>>>
>>>> Terserah tuan-tuan lah dalam menggunakan cercaan. Kami tetap akan
>>>> mengurai simpul fatwa ulama tersebut dengan ilmu alat yang selama ini
>>>> menjadi kerangka berfikir para ulama. Semoga tuan-tuan bisa merenungkannya 
>>>> !
>>>>
>>>> Pendapat yang membolehkan ucapan selamat hari natal yang merupakan
>>>> perayaan atas kelahiran Isa sebagai anak tuhan, biasanya dilandaskan kepada
>>>> firman Allah swt ayat 8 surat "al-Mumtahanah" yang tidak melarang seorang
>>>> muslim memperlakukan non muslim dengan baik selama mereka tidak memerangi
>>>> kaum muslimin.
>>>> {لَّا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي
>>>> الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا
>>>> إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ} [الممتحنة : 8]
>>>> "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap
>>>> orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir
>>>> kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku
>>>> adil". (QS. al-Mumtahanah 60:8)
>>>>
>>>> Penafsiran yang digunakan untuk menguatkan pendapat mereka , biasanya
>>>> bergerak dari perbedaan antara "al-birr" dalam kalimat تَبَرُّوهُمْ pada
>>>> ayat di atas dengan kalimat "al-wudd" dalam kalimat يُوَادُّونَ pada ayat
>>>> 22 surat al-Mujadilah. Penjelasan Imam Al-Qarafiy dalam kitab "al-Furuq",
>>>> juga digunakan sebagai pembenaran kesimpulan mereka yang berujung kepada,
>>>> "mengucapkan selamat natal hanyalah sekedar basa basi (mujamalah) dan
>>>> merupakan bagian dari "al-birru"(bersikap baik) asal tidak ada rasa kasih
>>>> sayang atau "mawaddah" dengan mereka".
>>>>
>>>> Namun sayang, mereka melupakan bahwa al-birru adalah wasilah yang
>>>> sangat dekat kepada "mawaddah" dan "mawaddah" merupakan perbuatan hati yang
>>>> tidak bisa dibaca melainkan dengan sikap zhahir. Dengan demikian, maka
>>>> "mawaddah" tidaklah bisa menjadi 'illat hukum karena tidak terukur bila
>>>> kita merujuk kepada kajian Ushul al-Fiqh (madzhab al-mutakallimin). Karena
>>>> itulah makanya Allah swt menyebutkan dua sabab zhahir yang menjadi alasan
>>>> boleh bersikap baik yaitu "tidak memerangi" dan "tidak menyingkirkan" kaum
>>>> muslimin.
>>>>
>>>> Nah di sini, perlu dijawab oleh tuan-tuan yang mendapat gelar
>>>> cendikiawan dan juga panggilan keulamaan, "apakah non muslim di Indonesia,
>>>> termasuk dalam kategori tersebut ?". Jawablah dengan mata terbuka !
>>>> Bagaimana setiap saat mereka mengintai titik lemah umat ini untuk
>>>> dimanfaatkan ? Pemurtadan, perang urat syaraf, perusakan aqidah dan
>>>> serangan dalam bentuk politik kekuasaan kepada umat ini mereka lancarkan
>>>> bertubi-tubi di bawah payung yang tuan-tuan sediakan yaitu "pluralisme".
>>>> Bahkan kalau kita mau merenung, seperti tidak ada nilainya kemayoritasan
>>>> umat di negara ini !
>>>>
>>>> Alangkah jauhnya tathbiq (penerapan) fatwa para ulama seperti
>>>> Al-Qaradhawiy, Wahbah al-Zuhailiy dll untuk kasus indonesia. Dan malah
>>>> secara khusus, saya sangat tidak sependapat dengan para ulama itu, bila itu
>>>> berlaku secara muthlaq di negara yang mayoritas muslim. Bila fatwa itu
>>>> digunakan di tengah umat Islam yang minoritas sebagai salah satu uslub
>>>> dakwah, itu mungkin masih bisa diterima walaupun tetap bukanlah pendapat
>>>> yang kuat.
>>>>
>>>> Kemudian perlu dipertimbangkan juga sabab turun ayat 8 surat
>>>> al-mumtahanah itu. Kasus Asma' Binti Abi Bakr ra dengan Ibunya yang musrik,
>>>> membuat sebagian ahli tafsir memahami bahwa makna تَبَرُّوهُمْ itu adalah
>>>> shilatur rahim. Jadi tidak bisa diberlakukan secara umum.
>>>>
>>>> Alasan berikutnya dari tuan-tuan yang membolehkan mengucapkan "selamat
>>>> natal" atau sejenisnya kepada orang kafir adalah mengeluarkan ucapan
>>>> selamat natal dari makna "tasyabbuh" yang terdapat dalam hadits:
>>>> من تشبه بقوم فهو منهم
>>>> "Siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum
>>>> itu". (HR. Abu Daud, Ahmad dari Ibnu 'Umar ra)
>>>> Suatu istinbath yang aneh dan terkesan sekali mencari pembenaran, bukan
>>>> kebenaran. Bagaimana pengecualian seperti itu datang begitu saja tanpa
>>>> dalil ? Itulah yang dinamakan dalam ilmu ushul al-fiqh dengan :
>>>> التخصيص بغير مخصص
>>>> "Pengkhususan tanpa ada (dalil) yang mengkhususkan"
>>>>
>>>> Karena itulah, kita lihat para ulama menafsirkan ayat itu tanpa ada
>>>> pengecualian "tasyabbuh" baik perbuatan maupun perkataan. Apalagi larangan
>>>> bertasyabbuh dalam perkataan telah dinyatakan oleh firman Allah:
>>>> {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا
>>>> انظُرْنَا وَاسْمَعُوا ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ} [البقرة : 104]
>>>> "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada
>>>> Muhammad): "Raa'ina", tetapi katakanlah: "Unzhurna", dan "dengarlah". Dan
>>>> bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih". (QS. al-Baqarah 2:104)
>>>>
>>>> Lihatlah penjelasan Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat tersebut !
>>>> نهى الله تعالى عباده المؤمنين أن يتشبهوا بالكافرين في مقالهم وفعالهم
>>>> (المصباح المنير في تهذيب تفسير ابن كثير - الشيخ/ خالد بن عثمان السبت)
>>>> "Allah ta'ala melarang hamba-hambanya yang beriman untuk menyerupai
>>>> orang-orang kafir dalam pembicaraan dan perbuatan mereka ". (Lihat juga
>>>> Al-Mishbah al-Munir fi Tahzibi Tafsir Ibn Katsir - al-Syaikh Khalid Ibn
>>>> 'Utsman al-Sabt)
>>>>
>>>> Nah, tinggallah alasan "realita yang terjadi saat ini" menjadi tameng
>>>> terakhir untuk membolehkan ucapan selamat natal.
>>>> Untuk menjelaskan itu, saya cukup bertanya saja, apakah perlunya ucapan
>>>> selamat natal itu bagi kaum nashrani ? Apakah tanpa ucapan itu dari kaum
>>>> muslimin, orang-orang nashrani merasa kurang asyik dalam menikmati hari
>>>> raya mereka ? Apa untungnya untuk umat Islam ? Apakah tanpa itu, hubungan
>>>> sesama anak bangsa akan rusak ?
>>>>
>>>> Dan ada lagi alasan yang sangat lucu yaitu: Tidak masalah
>>>> mengucapkannya asal tidak meyakini dan membenarkan maknanya. Semenjak kapan
>>>> seorang muslim disuruh demikian kalau tidak ada alasan yang dharurat ? Tak
>>>> perlu berhujjah dengan hadits mujamalah Nabi saw karena itu tidak terkait
>>>> dengan perayaan ibadah yang tegak di atas keyakinan syirik !
>>>>
>>>> Renungkanlah wahai umat Islam, betapa jauh kita sudah terseret dengan
>>>> mengikuti cara-cara mereka. Bukankah dahulu mulanya dari ucapan selamat
>>>> kemudian perayaan seremonial negara kemudian do'a bersama kemudian natal
>>>> bersama kemudian atribut santa dan seterusnya.
>>>> Apa yang mereka tuju dari semua itu ? Dengarkan peryataan mereka
>>>> melalui salah seorang kristen yang menjadi manager suatu peruahaan makanan
>>>> cepat saji :
>>>> "Karyawan muslim yang mau memakai atribut natal tidak perlu
>>>> dipermasalahkan dan tak bisa dilarang. “Kalau dari hatinya welcome, ya gak
>>>> apa-apa pakai atribut natal. Masa saya larang?” ujarnya". (Islam Pos 29
>>>> Shafar 1436 H)
>>>>
>>>> Dan perhatikan pula sikap umat Islam ! Mulai dari ucapan
>>>> selamat-selamat kemudian ikut acara-acaraan dan bahkan terseret jadi
>>>> penggiat kegiatan. Itulah yang terjadi pada acara tahun baru, valentine 
>>>> dll.
>>>> Alangkah naifnya seseorang yang telah diingatkan oleh pernyataan pahit
>>>> di hadapannya tapi belum juga terperingatkan. Apakah karena ghairah
>>>> terhadap Islam yang telah hilang sehingga semua perbuatan orang kafir harus
>>>> di lihat dengan husnuz zhann dan penyataan ulama yang mengingatkan, harus
>>>> dihadapi dengan cercaan.
>>>>
>>>> Apakah tidak cukup berbagai kenyataan itu untuk mendorong berlakunya
>>>> dalil sad al-dzari'ah (سد الذريعة) ? Apakah tidak cukup yang terjadi di
>>>> lapangan menjadi alasan untuk menggunakan kaedah menolak kemafsadatan lebih
>>>> didahulukan dari meraih kemashlahatan (درء المفاسد مقدم على جلب المصالح) ?
>>>> Kalau belum juga, berarti tuan-tuan bukanlah orang yang bertasamuh
>>>> (bertoleransi) tapi adalah pecundang yang telah kehilangan jati diri
>>>> sebagai muslim.
>>>>
>>>> Akhirnya, saya hanya bisa mengingatkan, bukalah mata tuan-tuan untuk
>>>> merenungkan bukti kebenaran sabda Rasulullah saw:
>>>> عن أبي سعيد الخدري قال ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لتتبعن سنن
>>>> الذين من قبلكم شبرا بشبر وذراعا بذراع حتى لو دخلوا في حجر ضب لاتبعتموهم ،
>>>> قلنا : يا رسول الله ، اليهود والنصارى؟ قال : فمن
>>>> "Dari Abu Sa’id al Khudri ra, beliau berkata : Rasulullah SAW pernah
>>>> bersabda :
>>>> “Kalian akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kalian,
>>>> sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka
>>>> masuk ke lubang biawak pun kalian akan mengikuti mereka.”
>>>> Sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah Yahudi dan Nasrani yang
>>>> engkau maksudkan?”
>>>> Nabi SAW menjawab : “Siapa lagi kalau bukan mereka?” ( HR. Muslim)
>>>>
>>>> Ala.. qad ballaghtu, Allahumma fasyhad.
>>>>
>>>> Saya tutup dengan:
>>>> ... إِنْ أُرِيدُ إِلاَّ الإِصْلاَحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي
>>>> إِلاَّ بِاللّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
>>>> "...Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku
>>>> masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan
>>>> (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya
>>>> kepada-Nya-lah aku kembali". (QS. Hud 11:88)
>>>>
>>>>
>>>> 2014-12-23 23:27 GMT+07:00 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:
>>>>
>>>>> Ada yang mau berkomentar?
>>>>>
>>>>> Salam,
>>>>>
>>>>> ANB
>>>>>
>>>>>
>>>>> http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/12/23/nh0yp6-irfan-hamka-buya-ucapkan-selamat-natal
>>>>>
>>>>> REPUBLIKA.CO.ID <http://republika.co.id/>, JAKARTA -- Putra mantan
>>>>> ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Hamka, Irfan Hamka membantah
>>>>> ayahnya melarang mengucapkan selamat hari Natal kepada kaum Kristiani.
>>>>> Irfan mengatakan, dalam fatwa yang dikeluarkan Buya pada 1981, isinya 
>>>>> bukan
>>>>> pelarangan mengucapkan selamat Natal atau mengharamkannya.
>>>>>
>>>>> Tapi, kata dia, yang diharamkan Buya adalah mengikuti ibadah Natal.
>>>>> Dia menjelaskan, maksud ayahnya tersebut, umat Islam dilarang mengikuti
>>>>> ibadah umat yang merayakan Natal, seperti menyanyi di gereja, membakar
>>>>> lilin atau apapun yang termasuk ibadah pada hari Natal.
>>>>>
>>>>> Dia mengisahkan, ayahnya dulu juga pernah mengucapkan selamat Natal
>>>>> bagi penganut Kristen. Dulu saat tinggal di Kebayoran Baru, ungkap dia, 
>>>>> ada
>>>>> dua orang tetangga yang merupakan Kristiani. Nama kedua orang itu adalah
>>>>> Ong Liong Sikh dan Reneker.
>>>>>
>>>>> Saat ayahnya merayakan Idul Fitri, keduanya memberikan ucapan selamat
>>>>> kepada Buya. Begitu pun sebaliknya Buya juga mengucapkan selamat kepada
>>>>> kedua tetangganya tersebut. “Selamat, telah merayakan Natal kalian,” kata
>>>>> Irfan saat menirukan ucapan ayahnya kepada*Republika*, Selasa
>>>>> (23/12).
>>>>>
>>>>> Ulama penulis novel *Tenggelamnya Kapal van der Wijck* tersebut
>>>>> mengegaskan, dalam kata 'Natal kalian' untuk membatasi akidah. Pasalnya,
>>>>> dalam Alquran dijelaskan 'Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku'. Bahkan, lanjut
>>>>> Irfan, Buya juga pernah meminta istrinya untuk memberikan rendang kepada
>>>>> tetangganya. Tapi, rendang tersebut diberikan bukan saat malam Natal,
>>>>> melainkan tahun baru masehi.
>>>>>
>>>>> Irfan menegaskan tidak masalah mengucapkan selamat Natal, asalkan
>>>>> disertakan kata kalian atau bagi kaum Kristiano. Sebab, kata tersebut yang
>>>>> membedakan antara aqidah masing-masing agama. Dia juga meminta umat Islam
>>>>> untuk tidak mengucapkan selamat kepada umat Kristen sebelum umat tersebut
>>>>> merayakan ibadahnya. Karena, menurut Irfan, kata selamat diucapkan setelah
>>>>> peristiwa itu terjadi.
>>>>>
>>>>> --
>>>>> .
>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>>> ===========================================================
>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>>> * DILARANG:
>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>>> 3. Email One Liner.
>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>>> mengganti subjeknya.
>>>>> ===========================================================
>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>>> ---
>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>>>> Grup.
>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>>> kirim email ke [email protected].
>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> --
>>>>
>>>> *****
>>>> *MINANGKABAU*
>>>> *| Surau | Dangau | Lapau | Rantau*
>>>> *| Moral knowing | Moral feeling | Moral action*
>>>> *| Learning to know | Learning to be | Learning to do | Learning to
>>>> live together*
>>>> *| World's Heritage and Noble Indonesian Culture | World's Paradise*
>>>>
>>>> *| Ranah Surgawi*
>>>>
>>>> Salam Ta'zim
>>>> ---------------------------------------
>>>> *Aslim Nurhasan ST SATI*
>>>> *|* http://www.haragreen.co.id/ | [email protected]
>>>> <[email protected]>
>>>> | +62811918886 @aslimnurhasan 29C01B7C | ®
>>>>
>>>> --
>>>> .
>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>> ===========================================================
>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>> * DILARANG:
>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>> 3. Email One Liner.
>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>> mengganti subjeknya.
>>>> ===========================================================
>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>> ---
>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>>> Grup.
>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>> kirim email ke [email protected].
>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>
>>>
>>>  --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>> Grup.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke [email protected].
>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>
>>
>>
>>
>> --
>>
>> *****
>> *MINANGKABAU*
>> *| Surau | Dangau | Lapau | Rantau*
>> *| Moral knowing | Moral feeling | Moral action*
>> *| Learning to know | Learning to be | Learning to do | Learning to live
>> together*
>> *| World's Heritage and Noble Indonesian Culture | World's Paradise*
>>
>> *| Ranah Surgawi*
>>
>> Salam Ta'zim
>> ---------------------------------------
>> *Aslim Nurhasan ST SATI*
>> *|* http://www.haragreen.co.id/ | [email protected]
>> <[email protected]>
>> | +62811918886 @aslimnurhasan 29C01B7C | ®
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke