Assalamu'alaikum wr.wb.
VOA-islam.com ko dari dulu memang media provokasi untuak mamacah
balah. Sayang nyo banyak pulo urang islam yang mamakan mantah-mantah
isu-isu yang ditulis disitu. Pado hal isu-isu tu hanyo fatamorgana
untuak Balkanisasi Indonesia. Batanyo ambo ciek, baa mako Saudi
investasi di Chino di negara Komunis labiah gadang dari pado investasi
di Indonesia negara muslim?
Salam
Reza
2017-05-17 20:46 GMT+07:00 Fashridjal M. Noor
<[email protected] <mailto:[email protected]>>:
Pilihannya Ada Pada Anda Semua Warga Muslim DKI Jakarta
...
Kamis, 14 Sya'ban 1438 H / 11 Mei 2017 17:13 wib
1.032 views
Oleh: Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra*
Pilihannya ada pada anda semua warga muslim DKI sebagai pemilih di
Jakarta. Wallahu a’lam.
Bagi kita mungkin tidak, tapi kelak anak cucu kita akan menjalani
hidup yang berat, mengapa?
Saudaraku seiman, negeri ini sedang diserang 5 kekuatan besar
sekaligus dalam waktu bersamaan :
1. Komunis
2. Nasrani
3. Yahudi
4. Syiah
5. Munafikun
Penyerangan telah dimulai sejak 18 tahun yang lalu dengan sangat
sistematis, kini mereka telah berhasil masuk ke berbagai bidang :
1. Pemerintah
2. Ekonomi
3. Politik
4. Media
5. Pertanian
6. Kesehatan
7. Pendidikan
8. Pesantren dsb nya..
Mereka juga telah menguasai struktur birokrasi, DPR, MPR, KPK,
Polisi bahkan TNI sudah nyaris dilumpuhkan.
Kiyai Pesantren dan Tokoh Akademisi Reformasi sudah mulai
mendukung mereka, penawaran bersifat duniawi sangat aktif mereka
lakukan.
Paling parah adalah mereka telah berhasil mengubah konstitusi UUD
45, bahwa kini Presiden bisa dijabat oleh seorang warga negara
dengan KTP Non Pribumi.
Beberapa tokoh yang berupaya mengembalikan kemurnian konstitusi
UUD 45 justru kemarin ditangkap dan dicurigai sebagai makar, tanpa
alasan yang dapat dibuktikan.
Fakta kasat mata adalah Reklamasi Jakarta, dengan luas 800 Hektar
akan mampu menampung lebih dari 20 juta penduduk imigran Cina.
Seluruh imigran secara otomatis akan menjadi WNI dan memiliki KTP
seumur hidup, mereka akan jadi penyumbang suara tetap setiap kali
PILKADA dilangsungkan. Dengan 20 juta suara maka PILKADA akan
mudah dimenangkan etnis Cina, sehingga Gubernur DKI dapat
dipastikan akan selalu mereka raih, untuk selamanya.
Setelah Jakarta dikuasai maka berikutnya 200 juta imigran akan
kembali masuk mengisi berbagai pulau negeri ini hingga tahun 2020,
maka PILPRES pun akan mudah sekali mereka menangkan.
Kini semua tergantung upaya kita, tak bisa lagi kita berharap pada
DPR dan MPR bahkan TNI untuk menghalau ancaman ini.
Bila sahabat Muslim tak peduli dengan kondisi ini, maka semua
proses destruktif ini tak bisa dihentikan, dan tak ada jaminan
anak cucumu terbebas dari murtad.
Pada saat itu, setiap hari akan menjadi hari yang berat untuk
dilalui, penindasan dan perang sudah pasti tak terelakan.
Buka mata buka hati wahai saudaraku, beberapa negara Muslim sudah
mengalaminya, kini hancur lebur negaranya, kita adalah target
mereka berikutnya.
Kondisi mungkin akan segera berubah dalam hitungan bulan, dalam
kurun 1 atau 2 tahun, semua proses sudah berjalan. Lakukan sesuatu
wahai saudaraku, beritakan ini pada sahabat dan pada setiap Muslim
di negeri ini, sampaikan dengan pelan, dengan kadar yang saudara
kita mampu menerimanya. Sungguh Allah Maha Melihat upayamu, hingga
kelak Allah akan selamatkan anak cucumu karena upayamu hari ini,
semoga kita semua Husnul Khotimah, Aamiin. Kondisi sebenarnya.
Hanya mengingatkan. Akankah peduli? [syahid/voa-islam.com
<http://voa-islam.com>]
*Cendikiawan Muslim Indonesia
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!
Citizens Jurnalism lainnya:
Sumber :
http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2017/05/11/49955/pilihannya-ada-pada-anda-semua-warga-muslim-dki-jakarta/
<http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2017/05/11/49955/pilihannya-ada-pada-anda-semua-warga-muslim-dki-jakarta/>
.
.
***
Dapatkan berita lengkap lebih dari 80 web Islam terpercaya melalui
Aplikasi Android "Berita Umat Islam"
...
Silahkan download di Playstore :
https://play.google.com/store/apps/details?id=info.berita.islam
<https://play.google.com/store/apps/details?id=info.berita.islam>
.
***
On May 17, 2017 20:08, "Isna Huriati" <[email protected]
<mailto:[email protected]>> wrote:
DI sumbar juga ada tanah kita yang di caplok mereka waktu
gubernur Azwar Anas, kata sebuah sumber, Yaitu di Pasaman.
Tidak tahu tanah itu diapakan sekarang. Apakah diusahakan atau
dibiarkan dulu menunggu Prabowo jadi Presiden hehe.
Sopir Grab yang orang Bogor bilang ke saya sesudah Sentul
Selatan menuju Hambalang ada perumahan mewah terlantar.
Menurut penduduk setempat kata sopir itu adalah milik Tommy
Suharto. Mungkin menunggu Prabowo jadi Presiden juga hehe.
Keponakan saya yang bekerja di perusahaan konstruksi sedang
membangun 2 tower dibelakang Balai Sarbini mengatakan tanah
bangunan tersebut milik Tommy Suharto ( kapan belinya yah).
Tower yang dibangun sekarang satu untuk Tommy dan satunya lagi
untuk pengembang. Itu satu yang kita ketahui dari sekian
banyak, belum saham saham kosong dari pengusaha pengusa aseng
yang diberi fasilitas oleh Suharto. Mau tahu semua lebih baik
baca buku almarhum Adicondro yang rajin ngumpulin harta kaisar
Suharto dengan turunannya.
Isna
On 5/17/17 5:01 PM, muhammad syahreza wrote:
Assalamu'alaikum wr.wb.
Daripado lapau langang taruih, mungkin sakali-sakali paralu
kito ramian baliak jo carito lamo...
https://suciptoardi.wordpress.com/2017/04/26/keluarga-cendana-tidak-ingin-kehilangan-timor-leste/
<https://suciptoardi.wordpress.com/2017/04/26/keluarga-cendana-tidak-ingin-kehilangan-timor-leste/>
Rezim Orde Baru selalu menggunakan slogan ” demi persatuan
dan kesatuan bangsa ” untuk melegitimasi penjajahan atas
Timor Leste. Tanpa kita sadari yang sebenarnya adalah ” demi
kepentingan ekonomi keluarga Suharto ” maka Timor Leste harus
tetap menjadi bagian dari Indonesia. Begitu banyak tentara
Indonesia yang mati di sana semuanya hanya demi kepentingan
ekonomi keluarga Suharto, begitu pula banyak tokoh pro
demokrasi Indonesia yang membela bahwa Timor Leste harus
menjadi bagian dari Indonesia, mereka juga telah ikut
mendukung bisnis keluarga Suharto.
Berikut ini fakta tentang kepentingan ekonomi keluarga
Cendana yang membuat mereka tidak ingin kehilangan bumi timor
loro sae. Pertama, Putri kesayangan Suharto yaitu Siti
Hardiyanti Rukmana menguasai monopoli kopi di Dili dibawah
perusahaannya PT Citra Inskopindo Persada, dalam paruh akhir
tahun lalu perusahaan itu sanggup memproduksi 1,2 ton kopi
instant.
Kedua, Putera puteri Suharto dan kerabatnya juga telah
menjadikan bumi Timor Leste sebagai lahan bisnis yang
menguntungkan. Tutut dan adiknya Tommy telah berencana
membuka lahan perkebunan tebu seluas 25000 hektar dari Betano
di Manufahi sampai Iliomar di Viqueque. Probosutejo juga
sudah tergiur dengan kesuksesan keponakannya sehingga ingin
membuka perkebunan kopi juga di Timor Leste. Puteri Sulung
Suharto masih belum puas dengan monopoli kopinya telah
berencana untuk membuka pabrik semen di Timor Timur. Joint
Venture Tutut dengan Abilio Araujo ( tokoh Fretilin yang
menyebrang ke Orde Baru ) dinamakan PT Semen Timor Loro Sae
dan dana yang akan ditanamkan sebesar 512,8 juta US dolar.
Konglomerat yang juga ingin berpartisipasi dalam bisnis semen
ini adalah Sudwikatmono, saudara angkat Suharto melalui
Djajanti Groupnya yang membawahi PT Dinamika Semen Tidak
ketinggalan pula teman main golf Suharto yaitu Bob Hasan
melalui PT Fendi Hutani Lestari, telah berencana untuk
membuka perkebunan seluas 50.000 hektar yang akan menggusur
11 desa di Viqueque. Nyonya Prabowo Subianto atau lebih
dikenal dengan Titiek Prabowo juga meneguk keuntungan dari
bisnis di Timor Loro Sae melalui Maharani Group dan Texmaco
group kepunyaan dia yang berjoint venture dengan Dilitex
factory kepunyaan saudara ipar Gubernur Abilio Soares.
Ketiga, Sempati Airlines milik Tommy dan Sigit telah
mendominasi rute Jakarta, Surabaya, Denpasar, Dili. Komnas
Ham dan utusan luar negri yang ingin berkunjung ke Dili untuk
melakukan pencarian fakta tidak bisa berangkat dengan Garuda
ataupun Merpati, jadi mereka terpaksa harus memakai Sempati
yang berarti semakin mempertebal kantong Tommy.
Keempat , keluarga Suharto selama dua puluh tahun terakhir
telah menumpuk kekayaan dari rejeki minyak bumi, dan lima
tahun terakhir mereka mendapat curahan rejeki baru melalui
minyak di celah Timor. Gatari Air Service perusahaan milik
Tommy dan Sigit telah berencana untuk menyewakan pesawat dan
helikopter kepada perusahaan minyak yang akan beroperasi di
celah Timor . Humpus Petrogas kepunyaan Tommy juga telah
bekerjasama dengan Aker Maritime dari Norwegia untuk
beroperasi di celah Timor. Belum lama berseleng kita
mendengar juga bahwa 42 juta US dolar akan ditanamkan untuk
mengembangkan kilang minyak di daerah Kakatua Utara di celah
Timor. Proyek ini adalah joint Venture antara Australia
dengan Indonesia. Partner dari Australia itu adalah BHP
Petroleum, Santos, Inpex Sahul dan Petroz. Seperti kita
ketahui BHP adalah sebuah perusahaan raksasa di Australia
yang cukup dekat dengan Krakatau Steel yang dikontrol oleh
Tutut dan Salim group kepunyaan Sudono Salim teman lama Suharto.
Kita sudah melihat bagaimana besarnya keterlibatan bisnis
keluarga Suharto di bumi Timor Loro Sae. Jadi hendaknya ini
semakin membuka mata bagi kelompok pro demokrasi ataupun
orang Indonesia lainnya bahwa ketika kalian mendukung
integrasi Timor Timur tanpa kalian sadari kalian juga telah
memperkaya Suharto.
Salam
Reza
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan
di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta
R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di
http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email
lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
<http://groups.google.com/group/RantauNet/>
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet"
di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari
grup ini, kirim email ke
[email protected]
<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
https://groups.google.com/d/optout
<https://groups.google.com/d/optout>.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di
http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email
lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
<http://groups.google.com/group/RantauNet/>
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet"
di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari
grup ini, kirim email ke
[email protected]
<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
https://groups.google.com/d/optout
<https://groups.google.com/d/optout>.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama
& mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
<http://groups.google.com/group/RantauNet/>
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
ini, kirim email ke [email protected]
<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
https://groups.google.com/d/optout
<https://groups.google.com/d/optout>.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
kirim email ke [email protected]
<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.