Pak Ridha yth
Tanah 'perseorangan' saja tidak bisa diambil oleh pemerintah... apalagi
tanah suku/kaum yang merupakan kumpulan dari banyak individu
('perseorangan')...
Lebih kuat mana tuh... ?
Wassalam
mm
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Ahmad Ridha
Sent: Wednesday, March 24, 2010 8:51 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Pemerintah Wacanakan Ambil Tanah Terlantar,..
2010/3/24 Syafroni (Engineering) <[email protected]>:
> Kan sudah ada batasannya pd artikel dibawah itu
>
> - rencana pengambilalihan atau penertiban tanah terlantar yang
> dinyatakan pihaknya tidak termasuk pada tanah milik perseorangan.
>
> - tanah milik perseorangan dan tanah berbangunan atas nama
> perseorangan tidak termasuk dalam objek penertiban yang akan dilakukan
> pemerintah.
>
Apakah tanah ulayat atau pusako tinggi milik perseorangan, Pak? (SOL)
--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
To unsubscribe from this group, send email to
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words
"REMOVE ME" as the subject.