Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu,
Angku Ahmad Ridha dan para ahli dan peminat artikata.

Yah, sayangnya Penggunaan Kata Duamakna -- apalagi berlawanan arti --  untuk 
satu maksud tertentu mungkin mengelirukan, bahkan mungkin berbahaya dan 
menyesatkan.

Selain dari kata "ganjaran" yang dibicarakan sebelumnya,
begitu juga misalnya kata Arab HARAM yang duamakna:
1. Terlarang (seperti makan babi)
2. Suci (seperti Mesjid Haram, dan Tanah Suci).

[Pemakaian huruf besar dalam posting ini dari saya, SS, sekedar untuk melebih 
jelaskan bedanya]

Mari kita perhatikan dan bandingkan terjemahan Al Quran ke dalam Bahasa 
Indonesia, antara lain-lain, dalam beberapa Tafsir berikut: 

Al Baqarah ayat 194, QS 2:194:

1. Bacaan Mulia, H.B. Jassin, Penerbit Djambatan, 1978:
BULAN HARAM (dihadapi) dengan BULAN HARAM
Dan pada segala yang patut dihormati,
 berlaku hukum qisas ...

2. Al Quran Terjemahan Indonesia, Tim Disbintalad, 1987:
BULAN HARAM (dihadapi) dengan BULAN HARAM, dan pada satu yang patut dihormati, 
berlaku hukum qishash ...

3. Tafsir Quran, H. Zainuddin Hamidy dan Fachruddin Hs.,Penerbit Wudjaya 
Jakarta,  Cetakan ke-7, 1979:
BULAN SUCI dengan BULAN SUCI dan barang-barang suci mempunyai pembalasan.

4. Tafsir Al Azhar, Prof. Dr. Hamka, Pustaka Panjimas Jakarta, 1983, Cetgakan 
ke-III, 1 Oktober 1994:
BULAN YANG MULIA dengan BULAN YANG MULIA. Dan segala yang mulia itu ada padanya 
qishash.

5. Al Furqan, A. Hassan Guru Persatuan Islam, Cetakan ke-10:
BULAN YANG TERHORMAT itu (diganti) dengan BULAN YANG TERHORMAT ini;dan apa-apa 
yang terhormat itu (ada padanya hukum) qishash.

Tambahan untuk perbandingan dalam Bahasa Inggeris:
6. The Noble Quran, English Translation of the meanings and commentary. King 
Fuda Compex For the Printing of the Holy Quran, Madibnah, K.S.A.:
The SACRED MONTH is for the SACRED MONTH, and for the PROHIBITED things, there 
is the Law of Equality (Qisas).

Juga, bandingkan, perhatikan tafsiran kata HURUMAATU dalam QS 2:194 itu.

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
Di Tapi riak nan Badabua
Santa Cruz, California 
Catatan menjelang Subuh, Oct. 08, 2011
--- In [email protected], Ahmad Ridha <ahmad.ridha@...> wrote:
>
> 2011/10/6 sjamsir_sjarif <hambociek@...>
> 
> > Tadinya saya terkejut dengan pemakaian kata "ganjaran" dalam kalimat Angku
> > Ahmad Ridha:
> >
> > ".... karena dusta itu pun ada  mendapat ganjaran di dunia atau di
> > akhirat."
> >
> > Sayangnya, kata "ganjaran" itu sendiri punya dua makna yang berlawanan:
> > 1. hadiah (sebagai pembalas jasa)
> > 2. hukuman; balasan
> >
> 
> Mak Ngah, yang dimaksudkan dalam konteks itu adalah ganjaran yang baik.
> 
> Wassalaam,
> -- 
> Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
> (l. 1400 H/1980 M)


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke