Pak Aby, dan Gus Solah yang saya hormati,…. 

 

 

Maaf, saya baru ngeh, rupanya Gus Solah yang mengayomi pesantren tebuireng
turut serta berdiskusi. 

Mungkin Gus Solah juga sudi berbagi cerita kegiatan pengembangan masyarakat,
yang saya rasa menumbuhkan social capital, yang pernah dilakukan pesantren
tebu ireng, bersama LP3ES , mungkin tidak hanya di tebu ireng tapi juga di
pesantren2 lain…..  (saya dengar di milis sebelah)

 

Terima kasih

 

Dan selamat merayakan hari raya Idul Adha ….

 

Best regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

HYPERLINK "http://bdwiagus.blogspot.com"bdwiagus.blogspot.com 

 

Planning: Much works remain to be done before we can announce our total
failure to make any progress ,...

 

 

   _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of hengky abiyoso
Sent: 18 December 2007 14:35
To: [email protected]
Subject: [referensi] Re: Social Capital dan Hadiah AkhirTahun

 

Pak Eka, Gus Salah, pak Risman, pak Wawo, pak BSP, pak Risfan, mas BTS, pak
Nuzul, mas Dwiagus, pak Abimanyu dan Milisters semuanya  ysh ...........

 

Yah..., karena wacana pentingnya ‘social capital’ ditawarkan kepada
masyarakat perencanaan ruang .... maka saya pikir salah satu unsur  kuat
pendukung pembentukan social capital itu ya tentu ‘spatial capital’ ......
dan kalau pak Nuzul ingin itu didiskusikan lebih lanjut .... . kita tentu
perlu menyediakan waktu tersendiri nanti ..........

 

Saya hanya berpikir ... kalau  itu ditawarkan juga kepada masyarakat
rohaniwan dan pendidikan misalnya ... bukan tidak mungkin  merekapun akan
mengatakan ‘moral capital’, etos kerja keras,   etos kewiraswastaan dsb...
akan berperan penting pula dalam pembentukan ‘social capital’.....-....   

Atau juga masyarakat hankam barangkali  akan mengatakan ‘nationality
capital’ juga bukan tidak penting untuk mendukung pengembangan social
capital  .....demikian.-. dsb... dst.......

Atau dengan kata lain ..... barangkali social capital tak dapat dibentuk
atau terbentuk  secara lepas tersendiri ..... tetapi ia perlu didukung oleh
banyak sekali elemen positip lainnya dibawahnya ........

 

*           *           *

Ekh... tapi tak disangka, tak dinyana,  tak diduga ..... syukur
alhamdulillah .....  rupanya selama ini diam-diam arsitek Bapak Salahuddin
Wahid masih tetap berkenan  hadir dan terus berkenan mencermati postings
serta diskusi dimilis kita ini ........

Yah... ketika beberapa waktu ditahun lalu  saya memohon perkenan pak
Moderator untuk memasukkan nama beliau dimilis ini ...... saya sempat
menduga .... tak berapa lama kemudian Gus Salah   pasti akan tak memiliki
banyak waktu dan atau  tak akan  seberapa berminat lagi dengan diskusi kita
ini .......

Tetapi ternyata sampai hari ini beliau dipesantren Tebu Ireng Mojokerto sana
masih tetap hadir diantara kita... dan justru berkenan ‘turun kehalaman’
untuk mengomentari   posting sahabat kita mas Dwi .......

Jadi pak BSP yang sedang prihatin berat.......-. mohon berhentilah untuk
bermuram durja pak ...... milis  kita ini nampaknya terbukti  tak sekedar
seperti kata pak BSP... “berasik ria dengan sebuah obrolan”  omong kosong
saja .....atau hanya sekedar “..menjadi hanya semacam tempat untuk
menyenangkan diri bahwa kita telah berbuat banyak pada bangsa ini”...... 

Saya kira Gus Salah tidak akan berminat berlama-lama hadir ....  bila milis
kita ini sekedar ‘murahan’ seperti itu .... atau bila isinya sekedar
cengengesan  atau debat kusir belaka....

Akh... maaf ..hehe...mendapatka-n Gus Salah berkenan turut berdiskusi ....
... ini benar-benar hadiah  akhir  tahun  yang indah buat saya .....  

Terimakasih Gus Salah,  trims pak Eka, trims para suhu serta para sahabat
semua atas kebersamaan  kita selama ini ............ 

 

Wassalam,

aby

 

"Risman Maris" <[EMAIL PROTECTED]>  wrote :

 

Yth Pak Mod, Pak Aby, Pak Nurul, Pak Dwiagus, Gus Solah, teman-teman,

 

Suatu kehormatan jumpa Gus Solah di sini, mohon sudi terus tengok-tengok Pak
di sela segala kesibukan, ba’a kaba lamo indak basuo, semoga sehat-sejahtera
selalu.

Gus Solah, tampaknya komunitas lagi keranjingan back to basics. Saya coba
memahami Pak Dwi, barangkali ada dimaksud istilah Inggeris “an excess”,
suatu kelebihan, suatu sisa? Modal, memang aslinya berasal dari sesuatu
“yang berlebih dimiliki”. Bisa dihambur-hamburkan, dikonsumsi, itu karena
merasa belum kenyang konsumtif kiranya. Bisa ‘ditanam’ seolah bibit, dan
kalau begitu bisa untung bisa buntung ‘khan Pak Dwi? Barangkali banyak
jargon modal/kapital bisa ditelusuri dari makna dasar tersebut?

Cara orang Indonesia menghamburkan kekayaan alamnya (suatu ‘modal’ dari
sudut pandang orang luar negeri yang tak diberkahi sebanyak itu) disebabkan
kurangnya modal sosial (suatu ‘kapasitas lebih dalam bertindak demi
kepentingan kolektif’). Sebaliknya kelebihan kapasitas individual sungguh
besar.

Cultural capital, spatial capital, sungguh harus dilihat adakah kelebihan
Indonesia dalam bidang-bidang itu, objektif terbanding kepada kultur dan
space lain? Kalau kita saja sendiri yang mengklaimnya, itu cara pandang
narsistik semata dan celakanya jadi mudah diperalat.

 

 

"salahuddin wahid" HYPERLINK
"mailto:[EMAIL PROTECTED]"[EMAIL PROTECTED] wrote :

 

Tebuireng, 18 Desember 2007

 

Mas Dwiagus yt,

 

Terima kasih emailnya. Menurut saya apa yang Anda kemukakan itu tidak tepat.
Yang Anda kemukakan itu bukan social capita, cultural capital, tetapi social
advantage dan cultural advantage. Kecuali, rumusan itu sifatnya lelucon atau
bercanda. Kapital bukanlah hasil tetapi modal. Modal sosial adalah segala
sesuatu didalam masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan atau
membina masyarakat supaya lebih sejahtera lahir dan batin.

 

Terima kasih dan salam untuk keluarga.

Salahuddin Wahid





Benedictus Dwiagus <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

 

Kalau social capital: sebuah keuntungan yang didapat karena berada dalam
jejaring sosialnya (berelasi, saling berjejaring, saling dukung, saling
berpengaruh) ,,..

Ada pula cultural capital,….. sebuah keuntungan yang didapat (peningkatan
status,nilai tambah ke dalam diri) karena punya kultur tertentu…

Kalau spatial capital, mungkin,: sebuah keuntungan yagn didapat karena
berada dalam jejaring keruangan tertentu (posisi,jarak, kedekatan,kejauahan…
)

 

 

"Nuzul Achjar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote :

 

....... Saya kira istilah spatial capitalnya Pak Aby tampaknya adalah
terminologi baru, minimal pertama kali saya mendengarnya dalam konteks
social capital. 

Dalam konteks social captal, istilah pak Aby ini akan lebih bermakna jika
dicari landasan teoritis dan contoh empiris. Anyway, ... sekali lagi ......

 

  

   _____  

Never miss a thing. HYPERLINK
"http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http:/www.yahoo.com/r/hs"Make Yahoo your
homepage. 

 


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.17.4/1188 - Release Date: 17/12/2007
14:13



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.17.4/1189 - Release Date: 18/12/2007
21:40
 

Kirim email ke