Gus Shalah dan Referensiers ysh, Bila berkesempatan mohon kiranya berkenan dapat memberikan klarifikasi dan penjelasan, pada waktu remaja dulu saya pernah mendengar pengajaran seorang guru, bila kisah contoh yang pernah saya sampaikan di bawah adalah `a true story' dari Rasulullah sehingga merupakan hadits (shahih); atau ada versi lain yang menyebutkan sebagai riwayat dari Fathimah Az-Zahra. Mudah-mudahan bapak berkenan menjelaskan atau ada rekan-rekan yang bersedia.
Dulu dalam pelatihan kepada adik-adik junior, kasus itu selalu saya sampaikan; walau bukan menjadi `alat ukur' yang tepat. Sekedar menggugah adanya perbedaan sikap yang laten di antara sesama manusia. Kepada yang menjawab `tidak akan berbagi', maka saya menggoda dengan mengatakan bahwa anda seorang kapitalis. Kepada yang menjawab `akan membagi dua', maka saya menggoda dengan mengatakan bila anda seorang sosialis/komunis, dalihnya sama rata sama rasa. Rasulullah sendiri, memberikan seluruh roti kepada pengemis itu. Mohon maaf dan terima kasih atas partisipasi rekan-rekan, karena bagaimanapun "perencana itu juga manusia". Salam. -ekadj > Katakanlah anda sangat kelaparan sudah 3 hari tidak makan. Tiba-tiba ada > seorang rekan memberi anda sepotong roti yang lezat, kira-kira mampu > mengganjal rasa lapar anda. Ketika anda akan memakan roti itu, tiba-tiba > datang seorang miskin yang sangat kelaparan sudah 1 minggu tidak makan. Apa > yang anda lakukan dengan roti anda?

