Eka,
Sekaligus terima kasih karena dengan demikian saya sudah masuk kembali dalam 
lipatan-lipatan darei mailing list ini, sebetulnya masih tetap agak misterius, 
Pak Aby telah berjasa untuk menlusuri benang diskussi khusus terhadap 
pariwisata dan (trans)migrasi itu. Jawaban yang saya berikan rada panjang lebar 
juga tentang pasar tradisional, cuma saya engga sadar itu melalui jaringan 
pribadi Pak Aby, jadi kelihatannya engga masuk dalam milis, tapi betul saya 
belum mengerti soal-soal ini. Namun saya lihat Eka sudah menanggapi  the 
"oldest profession" , jadi ini jelas sudah terbuka (kecuali mungkin soal pasar 
tradisional yang saya bahas rada teknis lah. 
Kalau 'professi tertua'  memang terbatas oleh pengertian professi, sedangkan 
tertua sih mudah saja secara historis bisa ditelusuri. Tetapi apa yang 
sebenarnya kita artikan dengan professi, to profess, dan kini yang dinamakan 
'professional' . Kalau tidak salah saya anggaqp 'professi' adalah suatu bidang 
kegiatan yang memang memerlukan suatu skill atau keahlian, walaupun ada juga 
pendapat yang mengatakan bahwa yang penting adalah nilai jasa kegiatan ini yang 
juga dapat dibeli, jadi professi yang tidak memberi balas jasa itu bukan 
professi, katakan saja jasa suka rela atau filantropis. Memang pandangan inilah 
yang menyebabkan definisi 'pelacuran' sebagai the oldest profession. 
Di lain pihak memang usaha-usaha domestication berburu beternak dan memetik 
buah sampai pertanian dan bioteknologi secara simplistis dianggap professi, ok 
tapi disini pun  penilaian balas jasa atau kompensasi relatip baru. ok mungkin 
para antropolog ekonomi  atau pak BTS bisa berikan pencerahan. kendati uang pun 
merupakan suatu penemuan yang relatip baru. dalam sejarah manusia. 
Pak Aby kelihatannya bangsa Indonesia sekarang harus menyiapkan lagi suatu cara 
atau protokol penghormatan terakhir kepada seorang bekas presidennya. Untuk ini 
juga ada professi mungkin.  Salam Pak Wawo. 

Eka kalau tidak salah ada dua buku karangan wanita Islam, yang pertama dari 
Naema Tahir (mungkin masih dalam bahasa Belanda) dan yang kedua dari Nadia 
Fadil seorang sosiolog di Leuven.  Coba barangkaliu bisa ditelusuri. Ini cuma 
saya lihat di televisi.    



----- Original Message ----
From: -ekadj <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, January 11, 2008 8:52:50 AM
Subject: [referensi] genesis - Re: ProfesiTertua Didunia

Pak Wawo, Pak Aby, dan Referensiers ysh,
 
Tergelitik dengan diskusi profesi tua ini, sekaligus melunasi hutang lama 
kepada Pak RYZ, saya teringat dengan buku yang saya baca sekitar 20 tahun yang 
lalu. Kalau tidak salah judul bukunya "Tugas Cendekiawan Muslim", karya Ali 
Shariati yang diterjemahkan oleh Amien Rais. 
 
Saya kira rujukannya adalah dari kitab-kitab suci, dan juga Genesis dari Musa, 
tentang Habil dan Qabil, atau Abel and Cain. Satu sudut pandang Ali Shariati 
cukup berkesan bagi saya, ketika dikotomi ala Marx mengemuka dalam analisis 
sejarah masa silam. 
 
Ringkas saja saya sebutkan, bila Shariati mengungkapkan 2 profesi tertua di 
dunia: 'bertani' dan 'memburu'. Atau terkadang saya simplifikasi menjadi: 
'reproduksi' vs 'ekstraksi'; 'manaruko' vs 'meramu', 'mengolah dulu untuk 
mendapatkan hasil' vs 'mengambil apa yang disediakan oleh alam'; negara 
industri vs agraris, Jawa vs Papua; dst. Dilakukan oleh dua anak manusia: Habil 
vs Qabil, Abel vs Cain, petani vs pemburu. Akhir cerita telah kita ketahui 
bersama. 
 
Yang menarik adalah penilaian Shariati tentang 'kenapa hasil kedua profesi 
tersebut menjadi berbeda, walau dilahirkan dari rahim yang sama?'. Suatu 
penilaian profesi dilakukan, bila kegiatan reproduksi cenderung mengolah dan 
membina, menjaga dan mengembangkan; sehingga harus 'menentukan batas-batas' . 
Supaya tanaman tidak dimakan binatang, maka harus diciptakan 'pagar'. Dalam 
teks masa kini kita sebut sebagai 'teritori' atau 'properti'. 
 
Untuk kegiatan ekstraksi, tidak dibutuhkan 'batas'; sebatas kemampuan mengambil 
dari alam. Dalam teks masa kini kita sebut sebagai 'globalisasi' . 
 
Pertanyaan Shariati adalah: kenapa Qabil sang Petani mempersembahkan sayuran 
layu sesuai pesan ayahnya, sedangkan Habil sang Pemburu atau Peternak 
mempersembahkan hewan buruan yang gemuk dan segar? Tak lebih karena 'sifat' 
dari profesi. Untuk kegiatan reproduksi, karena adanya 'properti' dan 'pagar', 
cenderung bersikap lebih protektif, malah disebutkan dengan istilah 'tamak'. 
Dalam pola pikir seperti itu, telah dapat memisahkan antara beras dan antah, 
serta membedakan emas dengan loyang. 
 
Untuk kegiatan ekstraksi, karena ketiadaan batas serta meletakkan sepenuhnya 
pada properti Tuhan, jiwanya cenderung bebas dan merdeka, serta ikhlas. 
 
Pertanyaannya adalah: kita berada di galur yang mana? Shariati prihatin bila 
kita sebenarnya berada pada galur Qabil, karena Habil terbunuh. Artinya: kita 
adalah keturunan seorang pembunuh yang tangannya berlumuran darah, bermental 
kerdil yang mementingkan teritori dan pagar sendiri, suka menciptakan 'batas', 
dst. Bila seandainya Habil tetap hidup dan melahirkan keturunan, tentunya saat 
ini tidak ada batas properti, batas negara, dst; setidak-tidaknya di dalam hati 
kita. Mudah-mudahan hal ini dapat menjawab pertanyaan Pak RYZ. 
 
Karena Pak BTS dan Pak Aby sudah melontarkan tebak-tebakan, perkenankan juga 
saya menyampaikan sebuah pertanyaan kepada rekan-rekan : 
Katakanlah anda sangat kelaparan sudah 3 hari tidak makan. Tiba-tiba ada 
seorang rekan memberi anda sepotong roti yang lezat, kira-kira mampu mengganjal 
rasa lapar anda. Ketika anda akan memakan roti itu, tiba-tiba datang seorang 
miskin yang sangat kelaparan sudah 1 minggu tidak makan. Apa yang anda lakukan 
dengan roti anda? 
 
Butuh partisipasi rekan-rekan. Demikian sementara waktu. Salam.
 
-ekadj



2008/1/11 Hannie Waworoentoe waworoentoehannie@ yahoo.com:

Hengky,  wah kok sopan bener anda,
kalau dalam definisi rusuh: the oldest profession is ... pelacur bukan, oleh 
karena pertama kali orang menuntut jasa atau ganti jasa yah pada waktu itu ia 
melacurkan diri bukan. 
Pak Wawo.


----- Original Message ----
From: hengky abiyoso < [EMAIL PROTECTED] com>
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Cc: [EMAIL PROTECTED] ups.com 
Sent: Wednesday, January 9, 2008 5:14:23 PM
Subject: [referensi] Re: ProfesiTertua Didunia dan Pariwisata "VIY 2008".


Apa Profesi Tertua Didunia ?
Ada 3 orang profesional, Dokter, Insinyur Sipil dan Planner  duduk berbincang 
dan membicarakan tentang apa profesi paling tua dan pertama muncul   didunia 
............ ..
Yang Dokter mengatakan "...Menurut Kitab Suci, Tuhan menciptakan Hawa dari 
tulang rusuknya Nabi Adam......, dimana jelas bahwa itu memerlukan pekerjaan 
operasi klinis..... jadi maka kedokteranlah yang merupakan  profesi paling  
tertua didunia..... " .
Lalu  yang Insinyur Sipil menyanggah dengan mengatakan  : " Didalam Kitab Suci 
juga disebutkan bahwa sebelum diciptakan manusia ..... Tuhan   telah lebih dulu 
menciptakan 'Keteraturan' ..... seperti dengan masing-masing bintang, planet 
dan satelit-satelitnya berputar pada garis edar masing-masing dan langitpun 
menjadi jernih ......dari keadaan semula.... Big Bang yang menyebabkan ledakan 
besar, debu serta material langit memenuhi ruang angkasa yang kacau-balau. 
........ yang itu adalah merupakan pekerjaan teknik sipil terbesar yang pernah 
ada... dan sekaligus membuktikan bahwa Teknik Sipillah profesi yang tertua 
didunia ........... 
Mas  Planner tak mau kalah.. dan dengan senyum kemenangan mengatakan : "... 
Ya... tapi anda berdua musti ingat Bung.... anda pikir siapa yang pertama kali 
menciptakan keadaan Tidak Teratur dan Kacau Balau  itu?.....". 
*           *           *           *           *
..
 






      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke