Gus Shalah dan referensiers lain ysh, Saya sangat setuju dengan mas, pak, atau eyang..Ekadj (? wah, jadi rikuh sejak ketemu De Yudistira dan ditegur Mbah Abyoso agar nggak boleh "njangkar" panggilannya), untuk Mbah Kiyai (?)Gus Shalah turun gunung nengahi debat yang semula dikira sederhana ternyata ada "jebakan" (makna lebih) di belakangnya. Saya agak risi ditembak oleh pandangan "terlalu menyederhanakan dunia" menjadi "dualistik" (import lagi) : antara kapitalis atau sosialis/komunis, atau kamar kanan dan kamar kiri, karena saya penganut pengakuan terhadap keberagaman. Nah kalau Inggeris yang sosial-kapitalistik masuk mana?. Yang saya fahami pada masa pembangunan Menara Babel-pun manusia diciptakanNya berbeda-beda agar kita mengetahui (belajar). Dan hadis Rasulullah maupun turunnya surah-surah Al Qur'an juga berkaitan dengan peristiwa-peristiwa tertentu, agar kita lebih memahaminya. Jadi mungkin ada penjelasan konteks "roti dan pengemis" tersebut pada jaman Rasullulah, agar kita bisa lebih arif lagi.
Wasalam, Abimanyu 2008/1/19 ekadj08 <[EMAIL PROTECTED]>: > Gus Shalah dan Referensiers ysh, > > Bila berkesempatan mohon kiranya berkenan dapat memberikan klarifikasi dan > penjelasan, pada waktu remaja dulu saya pernah mendengar pengajaran seorang > guru, bila kisah contoh yang pernah saya sampaikan di bawah adalah `a true > story' dari Rasulullah sehingga merupakan hadits (shahih); atau ada versi > lain yang menyebutkan sebagai riwayat dari Fathimah Az-Zahra. Mudah-mudahan > bapak berkenan menjelaskan atau ada rekan-rekan yang bersedia. > > Dulu dalam pelatihan kepada adik-adik junior, kasus itu selalu saya > sampaikan; walau bukan menjadi `alat ukur' yang tepat. Sekedar menggugah > adanya perbedaan sikap yang laten di antara sesama manusia. Kepada yang > menjawab `tidak akan berbagi', maka saya menggoda dengan mengatakan bahwa > anda seorang kapitalis. Kepada yang menjawab `akan membagi dua', maka saya > menggoda dengan mengatakan bila anda seorang sosialis/komunis, dalihnya sama > rata sama rasa. > > Rasulullah sendiri, memberikan seluruh roti kepada pengemis itu. > > Mohon maaf dan terima kasih atas partisipasi rekan-rekan, karena > bagaimanapun "perencana itu juga manusia". Salam. > > -ekadj > > > Katakanlah anda sangat kelaparan sudah 3 hari tidak makan. Tiba-tiba ada > > seorang rekan memberi anda sepotong roti yang lezat, kira-kira mampu > > mengganjal rasa lapar anda. Ketika anda akan memakan roti itu, tiba-tiba > > datang seorang miskin yang sangat kelaparan sudah 1 minggu tidak makan. > Apa > > yang anda lakukan dengan roti anda? > >

