Pak Abimanyu ysh, Saya senang sekali bila bapak berkenan memberikan bimbingan dalam kajian kelautan ini, terutama hingga ke wilayah perbatasan. Supaya kita lebih siap dalam menghadapi sengketa <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1111> , memiliki wawasan <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1286> yang cukup, berjiwa jalasveva jayamahe <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4130> , dan mampu menegakkan kedaulatan <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1290> di perairan kita. Sehingga kita dapat memilih dan menentukan pendekatan <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1714> yang seharusnya kita lakukan, memiliki peralatan <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/2309> membangun yang pantas, dan mencuatkan kemampuan laten <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4044> yang kita miliki.
Saya memulai kajian batas laut ini sejak 2004 pada beberapa wilayah laut dalam (utara Timor <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/3232> ) dan laut luar (selatan Rote <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/3066> ), bersama rekan Ary <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5183> ,Idris, dll. Saya kira untuk Indonesia Timur sudah dilakukan semua penataan ruang berbasis batas laut, terakhir dilakukan oleh rekan Sadar untuk selatan Wetar, serta Mapia (PU-DKP). Namun memang memiliki keterbatasan ide tentang apa-apa yang harus kita lakukan terhadap laut tersebut. Mohon dilanjutkan pak. Saya sudah menuliskan dalam agenda lokasi-lokasi yang bapak sebutkan. Untuk Bu Any, terima kasih atas informasinya, ada lagi? Salam. -ekadj --- In [email protected], "abimanyu takdir alamsyah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Eka ysh, > > Betul bahwa kita perlu mengembangkan wawasan nusantara secara lebih > 'merdeka' shingga konsep pembangunan masa depan kita lebih membumi.... > > Mungkin bukan sekadar 'revolusi ke laut' yang diperlukan, tetapi > pembangunan yang integratif berbasis 'pulau-laut', seperti integratif > dan saling belajar serta saling dukung secara sosial-ekonomi-budaya > komunitas laut dengan komunitas darat di berbagai belahan bumi > Indonesia ini. The real political and environmental region of > Indonesia. > > Kesadaran bangsa kita sebagai bangsa kepulauan juga dapat semakin > meningkat bila sejak sekarang semua peta Indonesia selalu memasukkan > informasi di perairan selain di daratannya. Informasi bahwa wilayah > Indonesia sekarang sudah tidak lagi cuma hingga 3 mil laut dari pantai > seperti saat kemerdekaan dulu tetapi sudah termasuk hak pengelolaan > ZEE 200 mil laut plus hak di dasar laut konstinen yang sedang > diperjuangkan sebagian pakar batas laut kita. Juga peningkatan > kesadaran bahwa batas dari Sabang sampai Merauke dan dari Timor sampai > Talaud sebetulnya sangat mempersempit wilayah negara kesatuan RI > tercinta kita, karena batas negara paling Barat adalah laut di luar > Pulau Benggala, di Utara laut di dekat Pulau Miangas, di laut Selatan > dari Pulau Ndana (Rote), hingga batas Timur bersebelahan dengan Papua > Nugini. > > Hipotesis saya, kalau kebangkitan bangsa disebut-sebut tanggal 2 Mei > seabad lalu, maka "KEBANGKITAN BANGSA KEPULAUAN INDONESIA" mungkin > lebih tepat TANGGAL 28 Oktober 1928, 10 windu (80 tahun) yang lalu, > saat dinyanyikannya lagu " Indonesia, "TANAH-AIR"-ku...." pertama > kali. Walaupun pemuda-pemuda nusantara telah mendeklarasikan sumpah > pemuda, tetapi baru dalam lirik lagu yang digubah W.R. Soepratman > pertama, kali menyebutkan INDONESIA, TANAH AIRKU....tanah dan air, > pulau dan laut......yang kemudian diperjuangkan tokoh-tokoh kita > melalui Deklarasi Djuanda (yang perayaan 50 tahunnya cukup > ....'sederhana') dan baru diakui berhasil sampai seluas sekarang pada > tahun 1992......Juga masih sepi tanggapan, karena kita lebih 'terbius' > oleh 'pilkada' dan 'korupsi'......(Mungkin calon-calon kada atau wakil > rakyat yang tidak sadar lingkungan seharusnya dicoret dari daftar yang > lulus kelayakan ya? he he he) > > Mungkin baru itu ide-nya pak, mungkin dapat menjadi ide dasar > filosofis pembangunan bangsa ke depan... (termasuk penataan ruang > tentunya). > > Sekian dulu, > > Abimanyu

