Halo rekan-rekan sekalian yang tertarik masalah Kapet,
Ada berita baru tentang Rencana Pengembangan Kapet di KTI untuk tahun 2008, 
Bappenas memproyeksikan dana 10 - 15 triliun, silahkan baca berita tersebut di 
harian Bisnis Indonesia, jumat 30 Mei 2008, di halaman 2 Makroekonomi, sebelah 
kiri. 
Staff Ahli bidang SDM & Kebudayaan (Pak Ikhwanuddin Mawardi) mengatakan bahwa 
potensi KTI sangat besar, karena melimpahnya SDA dan Mineral di wilayah 
tersebut. Dijelaskan selanjutnya bahwa : mengingat investasi di KTI masih 
terkendala minimnya sarana infrastruktur yang memadai, maka Pemerintah 
seharusnya sebagai 'agent of development' masuk ke KTI, fokus pada pembenahan 
infrastruktur.
Bagaimana pendapat rekan-rekan agar kegiatan ini tidak mengulang kesalahan 
kebijaksanaan pengembangan Kapet yang telah terjadi selama ini ? Jangan sampai 
dimasa sulit saat ini, justru buang-buang uang percuma ya...
Wassalam,
Onnos
 


To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Thu, 29 May 2008 00:11:16 
-0700Subject: Re: [referensi] Mengembangkan Kapet






Bung BTS,  Pak Nuzul, Pak Aby, Pak Onno
Cerita Kapet dari pak Onno memang benar kalau lokasi Kapet itu ditentukan oleh 
Kepala Daerah dengan alasan yang bermacam-macam. Waktu itu Pak Habibie bertanya 
pada semua Menteri tentang lokasi ini dan kami (sebagai salah satu staf) 
memberikan pertimbangan untuk menyetujui sebagian dan menolak sebagian, namun 
keputusan berbeda. Semula Ketua Kapet dipimpin oleh para Menteri tergantung 
pada potensi yang dipunyai, menurut Pak Habibie agar pembiayaan untuk 
men"dandani" Kapet bisa disediakan dari dana sektoral. Tapi perjalanan Kapet 
terhenti karena kita menghadapi krisis moneter. Pada era presiden Gus dur, pak 
Hikam sebagai ketua dewan KTI menginginkan Kapet ini diserahkan kepada Menteri 
Kimbangwil (bu erna). Maka perjalanan Kapet pun berubah... saya setujua pak BTS 
kalau kapet kita serahkan pada BID milik daerah saja. Kalau mau jadi KEKI ya 
kita kaji dulu apakah perlu jadi KEKI tapi jangan minta dibiayai oleh pusat 
lagi.....
 
SalamAunur Rofiq

----- Original Message ----From: Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]>To: 
[EMAIL PROTECTED]: Wednesday, May 28, 2008 6:49:42 AMSubject: [referensi] 
Mengembangkan KapetKe-13 KAPET yang dipilih adalah kawasan di luar 
kawasan-kawasan sudah maju dan merupakan kawasan yang mempunyai potensi 
berkembang dengan basis SDA yang ada. Dalam pengembangan kapet ini dibentuk 
semacam Badan Pengelola Kapet. Badan ini didanai dari APBN dan APBD. Tugas dari 
Badan Pengelola ini adalah memasarkan kapet yang dikelolanya kepada investor 
agar mau berinvestasi. Harapannya, dengan adanya investasi itu, nantinya kapet 
akan berkembang. Dengan demikian akan ada keseimbangan antara kawasan-kawasan 
yang sudah maju (di luar 13 Kapet) dengan kapet-kapet baru yang akan berkembang 
kemudian. Demikian kira-kira cara berpikir pengembangan kapet, khususnya pada 
13 kapet yang ada. Dilaporkan bahwa sebagian besar kapet-kapet itu gagal dan 
hanya ada 2 kapet yang lumayan berhasil yaitu Kapet Bitung (Sulut) dan Kapet 
Sasamba (Kaltim). Namun perlu dipertanyakan pula, kemajuan kedua kapet itu 
apakah karena hasil kinerja dari Badan Pengelola-nya dan bantuan-bantuan 
Pemerintah selama ini, atau mungkin ada kapet ataupun tanpa kapet, sebetulnya 
kedua kawasan tersebut memang maju dengan sendirinya. Untuk perlu diteliti 
sebelum melangkah lebih jauh dalam pengembangan sebagaimana diinginkan. Dalam 
hal mengundang investasi, khususnya investor swasta, seringkali dilakukan 
dengan cara-cara baku seperti pengurangan pajak, kemudahan perijinan, 
penyediaan infrastruktur, penyediaan lokasi, dan juga perubahan regulasi yang 
diperkirakan akan menghambat. Terbukti bahwa upaya tersebut belum juga mampu 
menarik investor. Soalnya investor itu bermacam-macam. Investor yang 
memproduksi "consumer goods", tentunya memilih yang dekat dengan pasar yang 
banyak penduduknya. Investor pertambangan tentu akan berhitung seberapa jauh 
deposit yang ada mampu mengembalikan modal yang besar. Investor perkebunan 
tentunya perlu penyediaan lahan yang sangat luas dan umumnya harus 
mengalihfungsi hutan. Investor yang paling gampang adalah investor macam "petik 
jual" seperti pertambangan galian- C dan HPH. Tanpa promosi pun, kalau diberi 
hak, pasti datang. Tentu macam investor terakhir ini tidak dimaksudkan dalam 
pengembangan kapet karena akan merusak lingkungan saja, atau tidak sustain. 
Ketidakberhasilan kapet-kapet itu sudah diperkirakan sejak awal karena basisnya 
hanya SDA di mana SDA yang ada "masih terpendam" dan belum kompetitif, artinya 
belum dibandingkan ada SDA yang sama di lokasi lain yang lebih potensial. 
Dengan demikian, dengan cara apapun akan masih sulit untuk menarik investor. 
Ibaratnya gadis cantik, tapi belum berdandan. Nah untuk "mendandani di gadis" 
itu, atau untuk mengeksploatasi SDA itu, jangan minta kepada investor, tapi 
harus didandani sendiri, artinya pemda-lah yang harus mengeluarkan investasi. 
Investasi tidak hanya berupa infrastruktur, tetapi juga dalam investasi usaha. 
Jadi bukan Badan Pengelola yang harus dibentuk (apalagi didanai APBN) yang 
disuruh-suruh promosi daerah, tetapi Badan Investasi Daerah (BID) yang langsung 
berinvestasi. Bila BID berhasil, maka tak perlu promosi-promosian, investor 
akan datang sendiri baik dalam bentuk kerja sama dengan BID ataupun menanamkan 
langsung investasi sendiri. Dengan demikian Badan Pengelola yang dibentuk 
Pemerintah dan daerah itu dihapuskan saja, habis-habisin duit Pemerintah saja. 
Ide pendirian BID ini memerlukan dana cukup besar tentunya. Tentu ada bertanya, 
apakah daerah mempunyai dana investasi untuk pendirian BID? Dengan tegas saya 
menjawab "ADA dan CUKUP". Cuman pada rubrik milis ini saya mohon maaf tidak mau 
berhitung. Catatan : Badan Investasi Daerah ini telah diatur dalam PP No. 1 
tahun 2008 tentang Investasi Pemerintah. Thanks. CU. BTS. ----- Original 
Message ----- From: Aunur rofiq To: [email protected] Sent: Tuesday, 
May 27, 2008 2:53 PM Subject: Re: [referensi] Re: DPR Minta Tinjau Ulang13 
Daerah Kapet 
 






_________________________________________________________________
Easily publish your photos to your Spaces with Photo Gallery.
http://get.live.com/photogallery/overview

Kirim email ke