Pak Onno. kalau mau belajar penataan ruang laut - sama siapa yaa. salam ferri 
djais

To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Wed, 24 Sep 2008 03:03:25 
+0000Subject: RE: Bls: [referensi] Di laut Kita... Jalesveva Jayamahe!




Untuk memahami tentang laut, kita juga musti belajar dari saudara kita suku 
Bajo dan Bugis yang sudah terkenal sebagai pelaut ulung sampai kemanca 
negara.Selamat Lebaran 1429 Hijriah, mohon maaf lahir bathin.Wassalam,Onnos R. 

To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Mon, 22 Sep 2008 14:45:56 
+0800Subject: Bls: [referensi] Di laut Kita... Jalesveva Jayamahe!







Untuk memahami laut mulai aja dengan mempelajari UNCLOS ( United Nations 
Convention on the Law of the Sea) 1982. Di Dewan Kealutan sudah diterjemahkan. 
Silakan ajukan surat ke sekretariat. Untuk Lembaga pemerintah, perguruan tinggi 
dan asosiasi dapat diberikan gratis.
 
Wassalam
AAS--- Pada Sen, 22/9/08, risfano <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: risfano <[EMAIL PROTECTED]>Topik: [referensi] Di laut Kita... Jalesveva 
Jayamahe!Kepada: [EMAIL PROTECTED]: Senin, 22 September, 2008, 12:37 AM



Bung Abimanyu dan rekan2 ysh.
Terima kasih atas tanggapannya. Saya jadi ingat waktu di kota kelahiran dulu, 
kebetulan rumah saya dekat kesatrian angkatan laut, jadi tiap hari saya lewat 
gerbang bertulusan "Jalesveva Jayamahe" (Justru di laut lah kita jaya?) dengan 
dua ranjau laut di kiri-kanannya. Kemudian ikut "pramuka laut", supaya bisa 
renang gratis di kesatrian AL tersebut. Ya setidaknya waktu itu hafal lah 
nama-nama KRI, arti tiap-tiap bendera, serta simpul tali temali di kapal. 
Sehingga sempat bercita-cita jadi KKO (he he he).  Tapi ternyata ada lho teman 
saya yang eks marinir lalu kuliah lagi dan jadi dosen arsitektur.
Ya, seperti Bung Abimanyu duga, lalu sekolahnya tentang tata guna tanah. Jadi 
mendarat lah. Mungkin ada baiknya bagi saya untuk belajar kembali tentang 
kelautan, yang dikawinkan dengan planning.
Salam,Risfan Munir
 
 
--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "abimanyu takdir alamsyah" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:>> Pak Risfan ysh,> > Tanggapan saya ke Pak Aby bukan untuk beliau saja 
pak, juga untuk mengajak> rekan-rekan lain untuk mencoba keluar dari kotak 
"planning school" yang> masih berbasis daratan dan mulai berbasis pulau-laut 
(tanah-air) Indonesia> tercinta.> Kalau soal "World City" itu justru bukan 
berasal dari pendapat pribadi saya> tetapi dari beberapa tulisan mengenainya. 
Menurut kriteria tersebut, tidak> otomatis suatu kota besar dapat berfungsi 
sebagai "World City" (mungkin Pak> Risfan juga tahu soal tersebut).> > 
Pertanyaan bapak mengenai "wilayah lautan dan pesisir" adalah inti dari> 
pertanyaan khas sebagian besar rekans yang masih berbasis Indonesia tanahku> 
(motherland) , belum tanah-airku. Mungkin "regionisme" ini juga merupakan> 
hasil penjajahan pendidikan negara benua (negara daratan) terhadap> pakar-pakar 
negara archipelago dan pulau-pulau kecil (SIDC).> > Secara singkat, kekhasan 
konsep perencanaan wilayah kepulauan yang mencakup> pulau-laut, dengan pesisir 
yang nomor 4 terpanjang di dunia dan lautan yang> dua-pertiga luas wilayahnya, 
adalah kita perlu selalu peduli bahwa sebagai> negara kepulauan (yang dengan 
kenaikan muka laut daratannya akan semakin> berkurang) keberlanjutan negara ini 
sangat tergantung kepada keberlanjutan> pulau dan kualitas laut yang akan 
menjadi sumber daya terbesar kehidupan> kita kalau saat sumberdaya daratannya 
sudah habis dirambah atau dijual.> Kelemahan kita dalam mengelola laut 
(termasuk bencana di laut) adalah karena> kita memang tidak menyiapkan 
pengelolaannya, walaupun Deklarasi Djuanda> memperjuangkan bahwa negara kita 
bukan daratan plus 3 mil laut sekitarnya> tetapi termasuk laut Nusantara.> Laut 
juga bukan tempat pembuangan sampah atau lumpur Lapindo, dsb, dst.> Sayangnya 
memang kita lebih banyak terdidik menjadi masyarakat darat,> walaupun 
masyarakat pulau-laut dan masyarakat laut kita kehidupannya justru> lebih 
banyak tergantung lautan daripada daratan. Belanda yang pernah> menjajah kita 
saja sekarang sudah mulai mengembangkan konsep-konsep> terapung, karena sadar 
tidak selamanya konsep membendung laut mampu> mempertahankan wilayahnya yang 
semakin terancam oleh kenaikan muka laut.> > Banyak aspek yang perlu kita kupas 
bersama disini, tapi mungkin Pak Aby> tidak berselera... .Sory Yang.> > 
Wasalam,> > Abimanyu> > 

Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru 
@ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! 


Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you want. 
Windows Live 
 





_________________________________________________________________
Manage multiple email accounts with Windows Live Mail effortlessly.
http://www.get.live.com/wl/all

Kirim email ke