Pak Djarot dan milisters ysh,
Mengenai pengalaman saudara kita suku Bugis dan Bajo tentang laut, memang belum 
banyak yang tertulis yang dapat dipakai sebagai bahan kajian. Saya melontarkan 
ide tersebut berdasarkan pengamatan saya dilapangan saja, mungkin ada 
rekan-rekan yang berminat untuk menelitinya. Sepertinya hal ini lebih dekat 
kepada bidang anthropology (sosial-budaya ?) yang tentunya dapat dipakai untuk 
bahan 'penataan ruang laut' atau 'kebijakan kelautan'. 
Sekitar tahun 1995 - 2001 saya pernah beberapa kali ketemu bapak John Rahasia 
(almarhum) dari Manado yang sangat senang menulis tentang asal usul bangsa 
Indonesia sebagai 'bangsa bahari atau bangsa nusantara', beliau sebagai 
'antropolog otodidak' banyak diakui perannya di berbagai universitas di luar 
negeri dan sempat mengajar sebagai dosen tamu di Unsrat dan Lemhanas. Waktu itu 
saya sempat bertamu dan ngobrol lama dirumahnya di jl. Sindulang I Manado 
(dekat Pasar Bersehati), beliau mempunyai perpustakaan pribadi dan mempunyai 
pulau kecil (Pulau Siladen dekat Bunaken) yang dijadikan sebagai museum 
miniatur perahu/kapal. 
Semoga sepeninggal beliau ada pewaris yang merawat/meneruskan ide besar 
tersebut, kalau anda sempat jalan ke Manado atau memang ada rekan milister yang 
tinggal disana mungkin dapat mencoba melacak kembali, siapa tahu dapat dipakai 
sebagai bahan penelitian lebih lanjut. Semoga amal baik almarhum dapat 
bermanfaat bagi kita semua, amien.
Wassalam,
Onnos R. 



To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Thu, 25 Sep 2008 10:28:39 
-0700Subject: RE: Bls: [referensi] Di laut Kita... Jalesveva Jayamahe!








Pak Onno, saya tidak meragukan keahlian kedua nenek-moyang kita orang pelaut 
itu. jika kita memang ingin lebih merangkul laut sebagai "halaman" rumah 
bersama Indonesia kita. Benar mereka sangat akrab dengan laut, bahkan laut dan 
daratan memiliki makna yang khas pada suku Bajo (menurut kajian Hedy Shri 
Ahimsa dalam bukunya). Jika bukan pelaut maka bukan Bajo Asli, katanya. Oleh 
karenanya, persoalan memahami laut adalah sebuah masalah tersendiri yang 
menarik untuk digali. Pertanyaan saya, apakah selama ini dunia planning di 
Indonesia sudah mengakomodasi pengetahuan nenek-moyang kita orang pelaut itu ? 
Ataukah para planner kita terkesima dan silau oleh pandangan dan teori-teori 
"dari luar" sehingga melirik-pun tidak terhadap kearifan orang-orang Bajo dan 
Bugis. Apakah pengetahuan orang Bajo dan Bugis dan mana lagi sudah menjadi 
bagian dari penyusunan kebijakan tata ruang di Indonesia ? Setahu saya, orang 
Bajo dan orang Bugis hanya disinggung dan diakui keberadaannya di milis ini, 
tetapi pengetahuan mereka yang bermanfaat untuk kita dan masa depan anak-cucu 
kita tidak pernah diungkap secara mendalam. Apakah pengetahuan dan pengalaman 
mereka hanya akan diposisikan sebagai sekedar informasi tanpa arti atau semacam 
arus kecil pemikiran dalam planning yang layak diabaikan....?Mohon pencerahan 
Pak.Salam,Djarot--- On Thu, 9/25/08, Sugiono Ronodihardjo <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
From: Sugiono Ronodihardjo <[EMAIL PROTECTED]>Subject: RE: Bls: [referensi] Di 
laut Kita... Jalesveva Jayamahe!To: [EMAIL PROTECTED]: Thursday, September 25, 
2008, 10:48 AM


Wah pertanyaannya sepertinya sudah terjawab langsung pak, karena yang berwenang 
dan sumbernya ada disitu he he ..Tetapi mungkin jawabnya juga bisa kita tanya 
kepada 'rumput laut' yang bergoyang terus ya ...Wassalam,Onnos R.

To: [EMAIL PROTECTED] ps.comFrom: [EMAIL PROTECTED] comDate: Thu, 25 Sep 2008 
10:36:50 +0700Subject: RE: Bls: [referensi] Di laut Kita... Jalesveva Jayamahe!


Pak Onno. kalau mau belajar penataan ruang laut - sama siapa yaa. salam ferri 
djais

To: [EMAIL PROTECTED] ps.comFrom: [EMAIL PROTECTED] comDate: Wed, 24 Sep 2008 
03:03:25 +0000Subject: RE: Bls: [referensi] Di laut Kita... Jalesveva Jayamahe!


Untuk memahami tentang laut, kita juga musti belajar dari saudara kita suku 
Bajo dan Bugis yang sudah terkenal sebagai pelaut ulung sampai kemanca 
negara.Selamat Lebaran 1429 Hijriah, mohon maaf lahir bathin.Wassalam,Onnos R. 

To: [EMAIL PROTECTED] ps.comFrom: [EMAIL PROTECTED] comDate: Mon, 22 Sep 2008 
14:45:56 +0800Subject: Bls: [referensi] Di laut Kita... Jalesveva Jayamahe!







Untuk memahami laut mulai aja dengan mempelajari UNCLOS ( United Nations 
Convention on the Law of the Sea) 1982. Di Dewan Kealutan sudah diterjemahkan. 
Silakan ajukan surat ke sekretariat. Untuk Lembaga pemerintah, perguruan tinggi 
dan asosiasi dapat diberikan gratis.
 
Wassalam
AAS--- Pada Sen, 22/9/08, risfano <[EMAIL PROTECTED] com> menulis:
Dari: risfano <[EMAIL PROTECTED] com>Topik: [referensi] Di laut Kita... 
Jalesveva Jayamahe!Kepada: [EMAIL PROTECTED] ps.comTanggal: Senin, 22 
September, 2008, 12:37 AM



Bung Abimanyu dan rekan2 ysh.
Terima kasih atas tanggapannya. Saya jadi ingat waktu di kota kelahiran dulu, 
kebetulan rumah saya dekat kesatrian angkatan laut, jadi tiap hari saya lewat 
gerbang bertulusan "Jalesveva Jayamahe" (Justru di laut lah kita jaya?) dengan 
dua ranjau laut di kiri-kanannya. Kemudian ikut "pramuka laut", supaya bisa 
renang gratis di kesatrian AL tersebut. Ya setidaknya waktu itu hafal lah 
nama-nama KRI, arti tiap-tiap bendera, serta simpul tali temali di kapal. 
Sehingga sempat bercita-cita jadi KKO (he he he).  Tapi ternyata ada lho teman 
saya yang eks marinir lalu kuliah lagi dan jadi dosen arsitektur.
Ya, seperti Bung Abimanyu duga, lalu sekolahnya tentang tata guna tanah. Jadi 
mendarat lah. Mungkin ada baiknya bagi saya untuk belajar kembali tentang 
kelautan, yang dikawinkan dengan planning.
Salam,Risfan Munir
 
 
--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "abimanyu takdir alamsyah" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:>> Pak Risfan ysh,> > Tanggapan saya ke Pak Aby bukan untuk beliau saja 
pak, juga untuk mengajak> rekan-rekan lain untuk mencoba keluar dari kotak 
"planning school" yang> masih berbasis daratan dan mulai berbasis pulau-laut 
(tanah-air) Indonesia> tercinta.> Kalau soal "World City" itu justru bukan 
berasal dari pendapat pribadi saya> tetapi dari beberapa tulisan mengenainya. 
Menurut kriteria tersebut, tidak> otomatis suatu kota besar dapat berfungsi 
sebagai "World City" (mungkin Pak> Risfan juga tahu soal tersebut).> > 
Pertanyaan bapak mengenai "wilayah lautan dan pesisir" adalah inti dari> 
pertanyaan khas sebagian besar rekans yang masih berbasis Indonesia tanahku> 
(motherland) , belum tanah-airku. Mungkin "regionisme" ini juga merupakan> 
hasil penjajahan pendidikan negara benua (negara daratan) terhadap> pakar-pakar 
negara archipelago dan pulau-pulau kecil (SIDC).> > Secara singkat, kekhasan 
konsep perencanaan wilayah kepulauan yang mencakup> pulau-laut, dengan pesisir 
yang nomor 4 terpanjang di dunia dan lautan yang> dua-pertiga luas wilayahnya, 
adalah kita perlu selalu peduli bahwa sebagai> negara kepulauan (yang dengan 
kenaikan muka laut daratannya akan semakin> berkurang) keberlanjutan negara ini 
sangat tergantung kepada keberlanjutan> pulau dan kualitas laut yang akan 
menjadi sumber daya terbesar kehidupan> kita kalau saat sumberdaya daratannya 
sudah habis dirambah atau dijual.> Kelemahan kita dalam mengelola laut 
(termasuk bencana di laut) adalah karena> kita memang tidak menyiapkan 
pengelolaannya, walaupun Deklarasi Djuanda> memperjuangkan bahwa negara kita 
bukan daratan plus 3 mil laut sekitarnya> tetapi termasuk laut Nusantara.> Laut 
juga bukan tempat pembuangan sampah atau lumpur Lapindo, dsb, dst.> Sayangnya 
memang kita lebih banyak terdidik menjadi masyarakat darat,> walaupun 
masyarakat pulau-laut dan masyarakat laut kita kehidupannya justru> lebih 
banyak tergantung lautan daripada daratan. Belanda yang pernah> menjajah kita 
saja sekarang sudah mulai mengembangkan konsep-konsep> terapung, karena sadar 
tidak selamanya konsep membendung laut mampu> mempertahankan wilayahnya yang 
semakin terancam oleh kenaikan muka laut.> > Banyak aspek yang perlu kita kupas 
bersama disini, tapi mungkin Pak Aby> tidak berselera... .Sory Yang.> > 
Wasalam,> > Abimanyu> > 

Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru 
@ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! 


Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you want. 
Windows Live 

Share your beautiful moments with Photo Gallery. Windows Live Photo Gallery 

Chat online and in real-time with friends and family! Windows Live Messenger  





_________________________________________________________________
Easily publish your photos to your Spaces with Photo Gallery.
http://get.live.com/photogallery/overview

Kirim email ke