Pak Risman ysh, seperti biasa setiap turun gunung tentu saya akan mengiringi. Ada apakah gerangan hasil persemedian? Saran bapak untuk 'program2 nasional' tentunya sulit saya cerna sebagai 'putera wilayah'. Mudah-mudahan ada rekan2 yang berwawasan lebih tinggi yang bersedia menyambut gayung dan menjawab kata. Salam hormat.
-ekadj --- In [email protected], "Risman Maris" <par...@...> wrote: > > Pak Mod, Pak Eko BK, semua teman, > > Oke tahun baru, selamat dan semoga semua semakin bahagia di > 2009. Khususnya Suhu dan Subo (Nyonya Guru) WJW. Sungguh beruntung, dalam > memasuki usia setengah abad perguruan Planologi ITB, kita masih diizinkan > Allah mendampingi salah satu pendirinya - Suhu WJW --- yang justru semakin > mengembangkan jurus-jurus mengagumkan. > > Sedikit usul, Pak Mod, tampaknya tahun 2009 dapat pula digunakan > sebagai masa otokritik proses penataan ruang. Tersedia sebuah produk > terpenting berupa RTRWN (per PP No 26 Th 2008, Maret 2008) dan produk > rencana suatu kawasan strategis nasional berupa Penataan Ruang Kawasan > Jabodetabekpunjur (per Perpres No 54 Th 2008, Agustus 2008) untuk > dimamah-biak. RTRWN ini tampak ingin setia kepada UU No 26 Th 2007 ttg > Penataan Ruang. Sangat dipujikan gambaran program lima tahunan sepanjang > kurun rencana 2010-2027 dengan ancang-ancang 2008-2009 (dari pasal 84 dan > Lampiran XI). Siapa teman yang sudi lelah mengupload ke Files milis? > > Maka dengan mohon maaf terlebih dahulu dulu kepada Pak Andri dan > Pak BTS saya usul kembangkan topik "Beranikah Pemerintah" untuk berkenan > juga dimasuki oleh diskusi praksis penataan ruang: > > 1. Beranikah pemerintah menyosialisasikan seluas-luasnya RTRWN, > khususnya program 2009 dan 2010-2014. Bisa dimulai dengan menyusun format > yang lebih akrab dengan masyarakat umum, disadur ke buku, pamflet, brosur, > misalnya. > > 2. Berankah pemerintah melaksanakan program pemanfaatan ruang dengan > menyusun penganggaran dana "APBN, APBD, Investasi swasta, dan/atau kerjasama > pendanaan" itu, utamanya untuk 2009 dan Lima Tahun Pertama 2010-2014. > > 3. Di Jabodetabekpunjur yang telah dinyatakan sebagai kawasan > strategis nasional itu,apakah bentuk-bentuk sikap transparan dan aktif > pemerintah di bidang 'keterpaduan tindakan' dan 'keterpaduan lokasi' dan > 'keterpaduan sasaran'? Di sini tampaknya ada R20, tapi belum ada P5? > > 4. Dan lain-lain kaitan yang banyak sekali bagi kerja "Indonesian > Spatial Development Watch". Siapa lagi yang akan menghargai produk-produk > perencanaan spasial Indonesia selain kita sendiri termasuk komunitas milis > ini? > > Salam terima kasih kepada Pak Eko BK, Pak Nuzul Achjar, Pak Risfano yang > mengenalkan WB Report 2009, sungguh istimewa saya kira sebagai pengakuan > akhir bahwa ekonomi cum finansial terstruktur oleh ruang juga, tak mungkin > terlepas dari Density, Distance, Division. Itu dalil-dalil fisika bumi dan > wadah fisik kehidupan kita, termasuk manusia sendiri sebagai benda fisika. > Semoga Bapak bertiga sudi meluangkan waktu memberi kita pencerahan; sungguh > ekonomi aglomerasi berbicara sepanjang zaman; dari sudut ini pula mungkin > kita menemukan cara memahami RTRWN 2008 dan Indonesia 2009. > > Bincang-bincang akademis, menggantang asap, gelaktawa warung kopi, > sindir-menyindir sampai cubit-mencubit --- tanpa tampar-menampar --- tentu > harus diteruskan, itu namanya garam merica persahabatan. > > > > Wassalam, > > Risman Maris > > > BERANIKAH PEMERINTAH? >

