Pak Eka,

Terima kasih atas good question-nya ttg hubungan antara zoning
regulation and city planning. Pertanyaannya mungkin sy jadikan
pertanyaan utk mahasiswa sy disini. Jawabannya dijadikan PR dulu, yah?

Skrg sy ingin share ttg pengalaman USA juga, melanjutkan diskusi yg dulu
sempat digagas oleh Mas Fadjar ttg krisis ekonomi. Tulisan berjudul
"Krisis ekonomi dan proyek pekerjaan umum" hari Kamis kemarin dimuat di
Media Indonesia. Berikut link-nya:
http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/01/15/ArticleHtmls\
/15_01_2009_018_002.shtml?Mode=1
<http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/01/15/ArticleHtml\
s/15_01_2009_018_002.shtml?Mode=1>

Terima kasih dan salam dari Savannah,
Deden


--- In [email protected], "ffekadj" <4ek...@...> wrote:
>
>
> Pak Deden ysh,
>
> Saya melihat sekilas bila kebijakan zoning dan perizinan di setiap
kota
> dan negara di USA berbeda-beda, termasuk peristilahannya, apakah
begitu?
> Ada istilahnya zoning code, city code, sanitary and building code,
> zoning regulation, dst. Termasuk bila ada peruntukan lokasi yang
> ditetapkan secara notarial. Mohon pencerahannya pak, juga relasi
antara
> ZR dan City Planning. Terima kasih sebelumnya. Salam.
>
> -ekadj
>

Krisis Ekonomi dan Proyek Pekerjaan Umum

Oleh Dr Deden Rukmana Koordinator Program Pascasarjana Studi dan
Perencanaan Kota di Savannah State University, Amerika Serikat

T AHUN 2009 ini merupakan tahun yang sangat menentukan bagi para perumus
kebijakan publik untuk mengatasi krisis ekonomi global saat ini yang
berawal dari krisis keuangan di Amerika Serikat pada awal 2008 lalu.
Kebijakan yang diambil pada awal 2009 ini akan sangat memengaruhi masa
depan ekonomi dunia. Di Amerika Serikat, masyarakat berharap besar
dengan proyek-proyek pekerjaan umum yang digagaskan presiden terpilih
Barack Obama untuk mengatasi krisis ekonomi.

Barack Obama berjanji akan mencanangkan proyek pekerjaan umum terbesar
sejak proyek jalan interstate, yang dibangun sejak 50 tahun silam.
Proyek pekerjaan umum tersebut diyakini menjadi awal bagi bangkitnya
perekonomian yang terpuruk akibat krisis ekonomi dengan menyediakan
lapangan pekerjaan baru.

Para gubernur se-AS, dalam pertemuan mereka dengan Barack Obama pada
awal Desember 2008, menyampaikan proyek pekerjaan umum yang siap
dijalankan senilai US$136 miliar. Proyek tersebut meliputi proyek jalan,
jembatan, pengairan, dan sejenisnya. Proyek-proyek tersebut akan
menciptakan 40.000 lapangan pekerjaan baru untuk setiap US$1 miliar.

Pelajaran dari The Great Depression
Bila dibandingkan dengan The Great Depression pada awal 1930-an, krisis
ekonomi di AS saat ini belumlah seberapa, minimal dilihat dari sisi
pengangguran. Pada 1930-an, pengangguran mencapai hampir sepertiga dari
tenaga kerja di AS. Angka pengangguran di AS pada akhir Desember 2008
tercatat 7,2%, yang merupakan rekor terendah dalam 16 tahun terakhir,
dan angka masih sangat mungkin untuk bertambah. Krisis ekonomi saat ini
membuat ekonom dan politisi berpikir keras untuk menghindari edisi kedua
dari The Great Depression.

Dalam mengatasi The Great Depression, Presiden Franklin D Roosevelt
(FDR) menciptakan The New Deal, yang salah satu programnya adalah
menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui proyek-proyek pekerjaan umum
di hampir seluruh bagian AS. Salah satu proyek pekerjaan umum yang
dicanangkan FDR adalah Tennessee Valley Authority (TVA), yaitu
pembangunan dam di Sungai Tennessee dan belasan proyek hidroelektrik di
kawasan Tennessee yang merupakan salah satu kawasan termiskin di AS pada
saat itu. Sejarah menunjukkan bahwa The New Deal terbukti hasilnya untuk
mengatasi The Great Depression. Begitu pula dengan TVA yang mampu
menghasilkan sumber listrik, menciptakan hampir 30.000 lapangan
pekerjaan baru, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di kawasan
Tennessee.

Prinsip penting dalam program-program yang dikembangkan pemerintahan FDR
dalam mengatasi The Great Depression adalah intervensi pemerintah pada
ekonomi pasar bebas. Prinsip itu merupakan implementasi dari nasihat
John Maynard Keynes yang interventionist government policy. Keynesian
economics ini pulalah yang diaplikasikan pemerintahan Obama untuk
mengatasi krisis ekonomi saat ini.

Pekerjaan umum yang ramah lingkungan
Obama, seperti halnya FDR, yang berasal dari partai Demokrat yang
platformnya adalah liberal, dalam konteks intervensi pemerintah dalam
ekonomi pasar bebas juga mendapatkan kritik dari pihak konservatif.
Mereka meyakini bahwa intervensi pemerintah yang besar dalam ekonomi
pasar bebas akan memperbesar defisit anggaran pemerintah dan dalam
jangka panjang akan mengurangi tenaga kerja di luar sektor pekerjaan
umum.

Seperti apa yang dijanjikan pada saat kampanye, Obama akan menciptakan
proyek-proyek pekerjaan umum yang ramah lingkungan (green jobs), yang
diyakini akan mengurangi anggaran pemerintah melalui penghematan energi
dan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Proyek ramah lingkungan
ini diharapkan pula berkontribusi untuk mengurangi emisi pemanasan
global.

Proyek-proyek pekerjaan umum yang akan dicanangkan pemerintahan Obama
yang meliputi proyek konvensional, seperti perbaikan jalan, jembatan,
drainase dan sejenis, serta proyek yang ramah lingkungan, seperti proyek
pembuatan energi alternatif, panel sinar matahari, dan kincir angin yang
efisien energi, juga pemasangan sistem pemanas dan pendingin yang
efisien pada gedung-gedung pemerintah. Proyek ramah lingkungan yang
dicanangkan pemerintahan Obama juga mencakup investasi di transportasi
massal dan inovasi untuk memproduksi kendaraan hibrid atau teknologi
baterai.

Pelajaran buat Indonesia
Selanjutnya, apa yang bisa dipelajari Indonesia, yang juga menerima
imbasnya dari krisis ekonomi global ini? Dengan belajar dari
keberhasilan The New Deal dan penerapan Keynesian economics, intervensi
pemerintah sangatlah penting dalam mengatasi dampak krisis ekonomi
global ini.

Dana pembangunan yang telah dianggarkan dalam APBN agar benar-benar
dapat diserap untuk pembangunan sektor riil, khususnya di daerah-daerah
yang mengalami tingkat pengangguran yang tinggi. Proyek pekerjaan umum
sejenis TVA, seperti pembangunan dam dan irigasi untuk mengekstensifkan
lahan pertanian di luar Jawa adalah sangat relevan dengan kondisi
Indonesia saat ini. Proyek ekstensifikasi lahan pertanian juga dapat
diarahkan untuk mengurangi beban Pulau Jawa sebagai pemasok pangan
nasional dan mengentaskan kemiskinan di luar Jawa.

Kalau mau mencontoh proyek ramah lingkungan yang digagaskan Obama,
Indonesia pun bisa mengembangkan sistem transportasi massal dan proyek
inovasi energi alternatif.

Sementara itu, proyek pekerjaan umum konvensional, seperti jalan dan
jembatan lebih diarahkan pada perbaikan prasarana jalan yang rusak
daripada membangun jaringan jalan yang baru.




Kirim email ke