Dear Rekans ysh, Pak Heru, saya berminat untuk hadir di City Branding seminarnya, apakah terbuka untuk umum?
Pak BSP pasti sangat merendah dan menyembunyikan jurusnya. Banyak daerah belajar dari pengalaman DIY dalam menerapkan konsep TTI (tourism-trade-investment)nya, yang itu berkembang semasa ngarso BSP pegang. Gimana itu Pak? Pak Iman, nampaknya marketing lebih terasa manfaatnya bagi daerah yang punya potensi tapi belum dikenal. Kalau Bali potensi sangat besar, sudah dikenal pula. Sedang wilayah sekitar Borobudur, candinya terkenal sayang kawasannya masih under-developed. Juga Bukit Tinggi dengan Ngarai Sianok yang terkenal, tapi masih begitu-begitu saja. Yang menarik adalah daerah-daerah "baru" yang sedang "unjuk gigi" seperti Lamongan, Jepara, Tomohon, Palembang dst. Pada pokoknya marketing daerah tujuannya menarik: Wisatawan, investor/investasi, pembelanja (individual, kulakan), penduduk (potensial)? Promosi memang tidak bisa jalan sendiri, branding termasuk promosi. Marketing kata buku kan menyangkut "7P" yaitu: PRODUCT, PROMOTION (branding, unique selling point, distribusi informasi, network), PLACE(lokasi, akses), PRICE(harga, biaya relatif), PEOPLE yang terlibat (penyaji, operator, manajemen, penduduk sekitar), PROCESS yang dialami (kelancaran, petunjuk lokasi, kejelasan prosedur, dst), dan PHYSICAL EVIDENCE (wujud fisik yang bisa dilihat dan dialami). Jadi marketing tentu bukan sekedar promosi. Mudah-mudahan bermanfaat. Salam, Risfan Munir --- In [email protected], "Heru Poerbo" <h...@...> wrote: > > Sebagian dari city marketing adalah city branding. > Kebetulan kami menyelenggarakan acara seminarnya. > Silakan bila ada yg berminat. > > salam, > Heru WP > > ----------- > Seminar: Branding for Bandung as Creative City > 10 Juli 2009, Pk. 08.00 - 16.00 > di Auditorium Campus Centre, ITB > Pembicara: Prof. Katrin Androschin, dari Berlin > M.Ridwan Kamil, ST,MUD, Arsitek, Bandung > Ir. Irvan Noe'man, Designer, Jakarta (dalam konfirmasi) > Dipl.-Ing. Yusuv Suchyar, Bandung, PAJ > Moderator: Dr.-Ing. Heru W. Poerbo > > Pendaftaran seminar: > - Perhimpunan Alumni Jerman Bandung-Jabar (paj-...@...) > Jl. Merdeka 54 , Bandung 40115 telp: 022-7611220 fax: 022-4214474 > - Arsitektur ITB telp. 022-2504962 fax: 022-2530705 > - Alvanof S, ST, MSn (pazzlavai...@...) telp. 0818208945 > > > --- In [email protected], "ffekadj" <4ekadj@> wrote: > > > > > > Pak Risfan, Pak BSP, drr ysh, terima kasih atas sharingnya, > > mudah-mudahan dapat memulai diskusi baru dari kaji lama. > > > > Saya sebenarnya sedikit ingat dan banyak lupa mengenai urban management > > ini, karena pengetahuan ini tidak pernah dimanfaatkan selama ini. > > Beberapa rekan lain yang pernah mempelajari mudah-mudahan akan > > menambahkan, seperti Pak Holi, Acwin, Edward, DwiAgus, Ibu Ramalis, dll. > > Mungkin juga ada rekan dari versi Perancis (CES), Jepang, Austalia, USA, > > dll. > > > > Dari beberapa orang guru, seperti MPvDijk dan JvdMeer, sebenarnya ada > > perintah secara halus untuk menutup semua buku-buku rencana ketika kita > > akan memulai pekerjaan urban management. Karena terbukti RTRW, RPJP, dll > > itu hanya 'tools of simulation' bagi para Kepala Daerah. Program > > pembangunan seharusnya adalah kesadaran kolektif, sehingga 2 dasawarsa > > terakhir ini kita mulai mengenali beberapa model 'local initiatives'. > > Kalau mengikuti istilah Pak BTS, apakah normatif atau positif?, maka > > sebenarnya UM merupakan manajemen positif. > > > > Sedikit masuk mendalami city marketing > > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/308> , tidak bermaksud > > berprilaku sebagai korporat dan bervisi bisnis. Dalam skala kota, city > > marketing dapat dipahami dari aspek 'city competitiveness' > > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5208> . Karena itu > > Saskia <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1034> Sassen > > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/326> menjadi populer > > karena dapat menjelaskan sistem keunggulan kota. Agar dapat dijual, kota > > harus dikemas secara menarik kepada pembeli yang tepat. Dulu > > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/304> saya pernah > > menyinggung persaingan Jakarta-Singapura, Kapet Sasamba-Guangzhou, dst. > > Jadi yang diundang adalah investasi dan orang-orang pintar, bukan > > pekerja murah dan bonek. Caranya bisa dengan promosi (KL the truly Asia, > > bulan ini diikuti oleh Jakarta yang bisa apa saja), exhibition (contoh > > JEC di Yogya adalah bagus), penyediaan infrastruktur, dll; jadi tidak > > semata-mata tax-holiday dan sekelasnya, atau menjual prosperity dalam > > 'rencana'. Untuk skala kawasan seharusnya lebih terukur. > > > > Demikian sedikit sharing pak. Salam. > > > > -ekadj >

