Pak Risfan ysh, memang simplifikasinya demikian, karena perencana selama ini berada dalam satu kotak khusus (: sep. Bappeda). Untuk posisi manajer perlu kecakapan khusus untuk bermain dalam konteks urban governance. Dengan kata lain ada keahlian khusus yang belum masuk dalam kurikulum plano selama ini.
Dulu bukannya Pak Hendro tidak mendapatkan calon, hanya orangnya lebih tertarik ke CMellon. Salam. -ekadj --- In [email protected], "risfano" <risf...@...> wrote: > > Rekans ysh, > > Diskusi ini tentang "bisakah seorang Planner jadi urban manager?" atau "keilmuan Urban Planning dikembangkan jadi Urban Management?" > > Kalau menyangkut orangnya, mestinya ya bisa. Walau tidak semua. Walikota, Sekda, newtown manager yang ada saat ini, latar belakangnya kan apa saja. > > Urban manager pengertian saya adalah eksekutor. Kerjanya manajer dimana-mana kan multi aspek, kalau keahlian kan bisa mengangkat deputy atau sewa advisor. > Kelihatannya begitu dengar istilah Manajer, Uda Eka langsung ingat Bisnis Realestat, jualan properti. Ini hal lain lagi kan. Urban manager cakupannya lebih luar dari sekedar jualan dan pemeliharaan properti. > > Buktinya BSP, Oloan Siregar bisa. Tapi mereka pengalamannya bukan cuma merencana saja, tapi banyak sebagai manajer secara berjenjang.Dari segi ilmu, kan sekarang banyak sekolah bisnis n manajemen. > Seperti kata Menhan Yuwono Sudarsono (di posting pak Aby ttg Kelautan), bangsa kita unggul di kemampuan teknologi (teknis), tapi lemah di manajemen, koordinasi. > > Salam, > Risfan Munir > > --- In [email protected], "ffekadj" 4ekadj@ wrote: > > > > > > Pak BTS, Pak Dayan, drr ysh, > > > > Ini obrolan santai malam minggu saja. Saya tidak menafikan apa yang > > bapak sampaikan, terutama karena bakat > > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5637> dan kesempatan. > > Di milis ini juga banyak perencana yang menjadi urban manager yang > > sukses, sebut saja Hari Gani, Sonny Kusuma, dll. Termasuk urban manager > > yang akhirnya menjadi perencana yang sukses, seperti Jo Santoso, Pingky > > Pangestu, dll. > > > > Saya bawa beberapa cerita dulu. Kemarin > > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/8361> saya sempat > > tersanjung ketika lulus ujian sertifikasi, dan Pak Risman memberikan > > bintang 4. Saya kira ini agak melebihi Pak Alim, yang dapat > > menganugerahkan bintang 3. Namun pada waktu kopi darat tempo hari, > > sewaktu Pak BSP menguraikan pengalaman-pengalaman me-manajer-i Yogya, > > saya dibisiki Pak Risman kalau Pak BSP itu sudah bintang 6. Saya > > terperangah juga, jadi plus-plus kalau praktek mengurusi daerah dan > > pernak-perniknya, levelnya bisa dua kali lipat dari perencana bintang 3. > > Saya cemburu dan kurang setuju dengan penilaian Pak Risman ini, > > mengingat pijakannya adalah ekstensi dari status perencana. Padahal kan > > Pak BSP sudah ngaku > > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/3841> tidak berpijak > > pada perencanaan. > > > > Cerita lain, sekitar 17 tahun yang lalu, Ir. Hendro penguasa Kemayoran > > pernah bertandang ke DTKTD, untuk mohon bantuan dicarikan seorang > > perencana yang mengerti bisnis. Saya kira ini istilah lain dari urban > > manager yang belum dikenal pada masa itu. Tentu saja sepulangnya dari > > tempat itu Pak Hendro bernyanyi sendiri ..... hatiku hampaaa ..... > > Dengan kemajuan Kemayoran saat ini, saya kira sampai sekarang Pak Hendro > > masih belum ketemu perencana yang mengerti bisnis. > > > > Saya cenderung sepakat dengan Pak AO, kalau perencana dikasih kewenangan > > wilayah akan cenderung bertindak sebagai 'regulator'. Belum berani > > bertindak sebagai 'manager', walaupun UUPR sudah 'banyak' memberikan > > peluang untuk itu. Mungkin juga pendapat ini salah, mohon kiranya > > rekan-rekan menyampaikan tanggapan dan sanggahan. Namun karena ini akhir > > pekan, ya santai-santai saja. Salam. > > > > -ekadj > > > > > > --- In [email protected], Bambang Tata Samiadji <btsamiadji@> > > wrote: > > > > > > Bung Eka dan milister lainnya. > > > > > > Apa betul Urban Planner tidak bisa ditingkatkan menjadi Urban Manager? > > > Menurut Bung Eka bahwa Urban Planner tidak bisa menjadi Urban Manager > > yang baik. > > > Koq cepat amat disimpulkan begitu. Kalau ada bukti, siapa? > > > > > > Selama ini ada Urban Planner yang jadi Uztad yang bagus, ada yang jadi > > Pengusaha Hotel yang cakap, ada yang jadi pembuat gitar elektrik yang > > hebat, ada yang jadi redaktur majalah wanita, ada juga pejabat eselon 1, > > ada yang jadi Bupati, ada ahli ekonomi, dan banyak lagi. Seorang dokter > > terbukti bisa jadi Urban Manager yang baik di kota Tarakan dan > > Pontianak, seorang ibu sarjana sosial dan masih mengandung bayi di > > Kebumen bisa jadi manajer yang handal,... lha kalau Ahli Urban Planning > > masak nggak bisa jadi Urban Manager? Cuman masalah kesempatan saja khan? > > > > > > Thanks. CU. BTS. > > > > > > --- On Sat, 6/27/09, moshedayan pakpahan moshedayanpakpahan@ wrote: > > > > > > > > > From: moshedayan pakpahan moshedayanpakpahan@ > > > Subject: Bls: [referensi] Re: Menciptakan Indonesia Akuntabel > > > To: [email protected] > > > Date: Saturday, June 27, 2009, 2:05 PM > > > > > > Setuju untuk topik ini. > > > Planning merupakan komponen POAC yaitu management> > > > yah itu teori ya. kalau manajemen dimaksud adalah beda ya memang beda. > > > tapi bukan jadi masalah bagi urban planner dalam mengelola bukan > > > Tks > > > > > > --- Pada Sen, 22/6/09, ffekadj 4ek...@gmail. com> menulis: > > > > > > > > > Dari: ffekadj 4ek...@gmail. com> > > > Topik: [referensi] Re: Menciptakan Indonesia Akuntabel > > > Kepada: refere...@yahoogrou ps.com > > > Tanggal: Senin, 22 Juni, 2009, 6:46 PM > > > > > > Mas Irwan ysh, > > > > > > Menurut hemat saya Urban Planner tidak bisa ditingkatkan menjadi Urban > > > Manager, karena bidang Urban Planning berbeda dengan bidang Urban > > > Management. Pengalaman sudah membuktikan, seorang Urban Planner > > walaupun > > > menduduki jabatan manajerial tidak bisa cakap dalam urusan Urban > > > Management. Untuk menjadi Urban Manager dibutuhkan pengetahuan dan > > > pengalaman khusus yang tidak bisa diperoleh dalam dunia Urban > > Planning. > > > Mohon juga kalau ada yang bisa membetulkan. Salam. > > > > > > -ekadj > > > > > > --- In refere...@yahoogrou ps.com, Irwan Prasetyo pras@ wrote: > > > > > > > > Ysh P Risfan dan para referensier > > > > > > > > Menarik sekali tulisan P Risfan (saya tidak baca email sebelumnya), > > > > saya sebagai Planner awam ingin juga menyampaikan pendapat tentang > > > tataran > > > > MANAJEMEN. Menurut saya "how to manage" bisa juga di antisipasi > > dalam > > > > tataran PLANNING. Maksud saya dalam merencanakan produk tentu kita > > > bisa > > > > mencanangkan bagaimana mengontrol dan memelihara produk itu. > > > > > > > > Tentunya akan menjadi pertimbangan bagi kita, kalau kita > > merencanakan > > > > sesuatu tapi kita tidak yakin bahwa ini achieveable atau managable, > > > tentu > > > > kita tidak feel comfortable bukan? > > > > > > > > Saya rasa profesi Urban Planner bisa ditingkatkan menjadi Urban > > > Manager, > > > > seperti running a company aja.(Jadi Lowongan kerjanya tambah banyak > > :) > > > ) > > > > Menurut P BTS sudah ada undang-undang berkaitan dengan ini ya. > > > > > > > > Saya dengar Depdagri sedang ditawari Pengukuran Kinerja Malcolm > > > Baldridge, > > > > yaitu pengukuran Performance Pelayanan Masyarakat, yang biasa > > > digunakan di > > > > Amerika Serikat untuk pelayanan Swasta/ BUMN/ Publik termasuk kantor > > > > PEMDA, yang didalamnya bisa ada unsur ISO, Balanced Scorecard, Key > > > > Perfomance Indicator dlsb. Dalam sistem tersebut leadership dan > > > orientasi > > > > hasil memiliki bobot yang sangat tinggi. > > > > > > > > Kalau kita belum siap seluruhnya bisa saja di ukur kinerja secara > > > parsial > > > > dulu, misal kantor lurah dulu. Demikian pendapat saya. Terimakasih. > > > Maaf > > > > kalau ada yang salah. > > >

