Sebagian dari city marketing adalah city branding. Kebetulan kami menyelenggarakan acara seminarnya. Silakan bila ada yg berminat.
salam, Heru WP ----------- Seminar: Branding for Bandung as Creative City 10 Juli 2009, Pk. 08.00 - 16.00 di Auditorium Campus Centre, ITB Pembicara: Prof. Katrin Androschin, dari Berlin M.Ridwan Kamil, ST,MUD, Arsitek, Bandung Ir. Irvan Noe'man, Designer, Jakarta (dalam konfirmasi) Dipl.-Ing. Yusuv Suchyar, Bandung, PAJ Moderator: Dr.-Ing. Heru W. Poerbo Pendaftaran seminar: - Perhimpunan Alumni Jerman Bandung-Jabar ([email protected]) Jl. Merdeka 54 , Bandung 40115 telp: 022-7611220 fax: 022-4214474 - Arsitektur ITB telp. 022-2504962 fax: 022-2530705 - Alvanof S, ST, MSn ([email protected]) telp. 0818208945 --- In [email protected], "ffekadj" <4ek...@...> wrote: > > > Pak Risfan, Pak BSP, drr ysh, terima kasih atas sharingnya, > mudah-mudahan dapat memulai diskusi baru dari kaji lama. > > Saya sebenarnya sedikit ingat dan banyak lupa mengenai urban management > ini, karena pengetahuan ini tidak pernah dimanfaatkan selama ini. > Beberapa rekan lain yang pernah mempelajari mudah-mudahan akan > menambahkan, seperti Pak Holi, Acwin, Edward, DwiAgus, Ibu Ramalis, dll. > Mungkin juga ada rekan dari versi Perancis (CES), Jepang, Austalia, USA, > dll. > > Dari beberapa orang guru, seperti MPvDijk dan JvdMeer, sebenarnya ada > perintah secara halus untuk menutup semua buku-buku rencana ketika kita > akan memulai pekerjaan urban management. Karena terbukti RTRW, RPJP, dll > itu hanya 'tools of simulation' bagi para Kepala Daerah. Program > pembangunan seharusnya adalah kesadaran kolektif, sehingga 2 dasawarsa > terakhir ini kita mulai mengenali beberapa model 'local initiatives'. > Kalau mengikuti istilah Pak BTS, apakah normatif atau positif?, maka > sebenarnya UM merupakan manajemen positif. > > Sedikit masuk mendalami city marketing > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/308> , tidak bermaksud > berprilaku sebagai korporat dan bervisi bisnis. Dalam skala kota, city > marketing dapat dipahami dari aspek 'city competitiveness' > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5208> . Karena itu > Saskia <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1034> Sassen > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/326> menjadi populer > karena dapat menjelaskan sistem keunggulan kota. Agar dapat dijual, kota > harus dikemas secara menarik kepada pembeli yang tepat. Dulu > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/304> saya pernah > menyinggung persaingan Jakarta-Singapura, Kapet Sasamba-Guangzhou, dst. > Jadi yang diundang adalah investasi dan orang-orang pintar, bukan > pekerja murah dan bonek. Caranya bisa dengan promosi (KL the truly Asia, > bulan ini diikuti oleh Jakarta yang bisa apa saja), exhibition (contoh > JEC di Yogya adalah bagus), penyediaan infrastruktur, dll; jadi tidak > semata-mata tax-holiday dan sekelasnya, atau menjual prosperity dalam > 'rencana'. Untuk skala kawasan seharusnya lebih terukur. > > Demikian sedikit sharing pak. Salam. > > -ekadj

