Pak BTS, Pak Dayan, drr ysh,

Ini obrolan santai malam minggu saja. Saya tidak menafikan apa yang
bapak sampaikan, terutama karena bakat
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5637>  dan kesempatan.
Di milis ini juga banyak perencana yang menjadi urban manager yang
sukses, sebut saja Hari Gani, Sonny Kusuma, dll. Termasuk urban manager
yang akhirnya menjadi perencana yang sukses, seperti Jo Santoso, Pingky
Pangestu, dll.

Saya bawa beberapa cerita dulu. Kemarin
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/8361>  saya sempat
tersanjung ketika lulus ujian sertifikasi, dan Pak Risman memberikan
bintang 4. Saya kira ini agak melebihi Pak Alim, yang dapat
menganugerahkan bintang 3. Namun pada waktu kopi darat tempo hari,
sewaktu Pak BSP menguraikan pengalaman-pengalaman me-manajer-i Yogya,
saya dibisiki Pak Risman kalau Pak BSP itu sudah bintang 6. Saya
terperangah juga, jadi plus-plus kalau praktek mengurusi daerah dan
pernak-perniknya, levelnya bisa dua kali lipat dari perencana bintang 3.
Saya cemburu dan kurang setuju dengan penilaian Pak Risman ini,
mengingat pijakannya adalah ekstensi dari status perencana. Padahal kan
Pak BSP sudah ngaku
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/3841>  tidak berpijak
pada perencanaan.

Cerita lain, sekitar 17 tahun yang lalu, Ir. Hendro penguasa Kemayoran
pernah bertandang ke DTKTD, untuk mohon bantuan dicarikan seorang
perencana yang mengerti bisnis. Saya kira ini istilah lain dari urban
manager yang belum dikenal pada masa itu. Tentu saja sepulangnya dari
tempat itu Pak Hendro bernyanyi sendiri ..... hatiku hampaaa .....
Dengan kemajuan Kemayoran saat ini, saya kira sampai sekarang Pak Hendro
masih belum ketemu perencana yang mengerti bisnis.

Saya cenderung sepakat dengan Pak AO, kalau perencana dikasih kewenangan
wilayah akan cenderung bertindak sebagai 'regulator'. Belum berani
bertindak sebagai 'manager', walaupun UUPR sudah 'banyak' memberikan
peluang untuk itu. Mungkin juga pendapat ini salah, mohon kiranya
rekan-rekan menyampaikan tanggapan dan sanggahan. Namun karena ini akhir
pekan, ya santai-santai saja. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], Bambang Tata Samiadji <btsamia...@...>
wrote:
>
> Bung Eka dan milister lainnya.
>
> Apa betul Urban Planner tidak bisa ditingkatkan menjadi Urban Manager?
> Menurut Bung Eka bahwa Urban Planner tidak bisa menjadi Urban Manager
yang baik.
> Koq cepat amat disimpulkan begitu. Kalau ada bukti, siapa?
>
> Selama ini ada Urban Planner yang jadi Uztad yang bagus, ada yang jadi
Pengusaha Hotel yang cakap, ada yang jadi pembuat gitar elektrik yang
hebat, ada yang jadi redaktur majalah wanita, ada juga pejabat eselon 1,
ada yang jadi Bupati, ada ahli ekonomi, dan banyak lagi.  Seorang dokter
terbukti bisa jadi Urban Manager yang baik di kota Tarakan dan
Pontianak, seorang  ibu sarjana sosial dan masih mengandung bayi di
Kebumen bisa jadi manajer yang handal,... lha kalau Ahli Urban Planning
masak nggak bisa jadi Urban Manager? Cuman masalah kesempatan saja khan?
>
> Thanks. CU. BTS.
>
> --- On Sat, 6/27/09, moshedayan pakpahan moshedayanpakpa...@... wrote:
>
>
> From: moshedayan pakpahan moshedayanpakpa...@...
> Subject: Bls: [referensi] Re: Menciptakan Indonesia Akuntabel
> To: [email protected]
> Date: Saturday, June 27, 2009, 2:05 PM
>
> Setuju untuk topik ini.
> Planning merupakan komponen POAC yaitu management>
> yah itu teori ya. kalau manajemen dimaksud adalah beda ya memang beda.
> tapi bukan jadi masalah bagi urban planner dalam mengelola bukan
> Tks
>
> --- Pada Sen, 22/6/09, ffekadj 4ek...@gmail. com> menulis:
>
>
> Dari: ffekadj 4ek...@gmail. com>
> Topik: [referensi] Re: Menciptakan Indonesia Akuntabel
> Kepada: refere...@yahoogrou ps.com
> Tanggal: Senin, 22 Juni, 2009, 6:46 PM
>
> Mas Irwan ysh,
>
> Menurut hemat saya Urban Planner tidak bisa ditingkatkan menjadi Urban
> Manager, karena bidang Urban Planning berbeda dengan bidang Urban
> Management. Pengalaman sudah membuktikan, seorang Urban Planner
walaupun
> menduduki jabatan manajerial tidak bisa cakap dalam urusan Urban
> Management. Untuk menjadi Urban Manager dibutuhkan pengetahuan dan
> pengalaman khusus yang tidak bisa diperoleh dalam dunia Urban
Planning.
> Mohon juga kalau ada yang bisa membetulkan. Salam.
>
> -ekadj
>
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, Irwan Prasetyo pras@ wrote:
> >
> > Ysh P Risfan dan para referensier
> >
> > Menarik sekali tulisan P Risfan (saya tidak baca email sebelumnya),
> > saya sebagai Planner awam ingin juga menyampaikan pendapat tentang
> tataran
> > MANAJEMEN. Menurut saya "how to manage" bisa juga di antisipasi
dalam
> > tataran PLANNING. Maksud saya dalam merencanakan produk tentu kita
> bisa
> > mencanangkan bagaimana mengontrol dan memelihara produk itu.
> >
> > Tentunya akan menjadi pertimbangan bagi kita, kalau kita
merencanakan
> > sesuatu tapi kita tidak yakin bahwa ini achieveable atau managable,
> tentu
> > kita tidak feel comfortable bukan?
> >
> > Saya rasa profesi Urban Planner bisa ditingkatkan menjadi Urban
> Manager,
> > seperti running a company aja.(Jadi Lowongan kerjanya tambah banyak
:)
> )
> > Menurut P BTS sudah ada undang-undang berkaitan dengan ini ya.
> >
> > Saya dengar Depdagri sedang ditawari Pengukuran Kinerja Malcolm
> Baldridge,
> > yaitu pengukuran Performance Pelayanan Masyarakat, yang biasa
> digunakan di
> > Amerika Serikat untuk pelayanan Swasta/ BUMN/ Publik termasuk kantor
> > PEMDA, yang didalamnya bisa ada unsur ISO, Balanced Scorecard, Key
> > Perfomance Indicator dlsb. Dalam sistem tersebut leadership dan
> orientasi
> > hasil memiliki bobot yang sangat tinggi.
> >
> > Kalau kita belum siap seluruhnya bisa saja di ukur kinerja secara
> parsial
> > dulu, misal kantor lurah dulu. Demikian pendapat saya. Terimakasih.
> Maaf
> > kalau ada yang salah.


Kirim email ke