Mas Djarot, panjenengan mengatakan :
Berfenomenologi adalah bersatu dengan fenomena dalam sikap murni dan terbuka, tekun dan cermat menelusuri profil-profil fenomena dan relasi-relasinya yang amat kaya, lapis demi lapis, bagian demi bagian, menghubung-hubungkan dan mendialogkan, kemudian berusaha menembus kabut setahap demi setahap untuk berjumpa dengan realitas hakiki yang tersembunyi di baliknya…. Pendapat saya Saya lebih setuju pendapat panjenengan dari pada Van Puersen. Sedikit ingin memberikan warna boleh tidak mas. Saya mencoba masuk pada 2 unsur kekuatan penelusuran yaitu rahsa dan pikiran. Mungkin disini perlu lebih dimunculkan sehingga kita tidak terlalu terjebak dalam ruang analitis semata. Nyuwun pangapunten kalau kurang berkenan. Salam bsp

