Mas Keoswadi ysh, waduh-waduh meskipun saya sudah tidak mandegani di kepatihan terpaksa harus sedikit menjelaskan tentantg apa yang terjadi di DIY.
Mas Koes ngendiko ...Tentunya komunikasi tulisan harus menggunkan bahasa Indonesia. pasti dimengerti secara nasional. Sebab, agak njlimet kalau istilah teknis tata ruang dan arsitektur diterjemahkan ke bahasa Jawa untuk DIY...Misalnya hinterland/wilayah mburi?, dapur (pawon), garis langit (?), selimut bangunan (kemul tembok?), groundwater (banyu ngisor..?. Dalam prakteknya yang dilakukan adalah menggunakan bahasa komunikiasi umum dengan bahasa Jawa, sedangkan terminologi dan nomenklatur masih tetap dengan bahasa Indonesia dan AQsing kalau perlu. Dados menawi kedah mempresentasikan usulan ingkang dipun betahaken kangge njawab World Bank kaliyan Asian Development Bank inggih kedah nggangge boso ingkang paling trep. Matur nuwun bambang sp

