Dear All, Jika fokus dan konteks persoalan penggunaan bahasa Jawa di kalangan birokrasi ini hanya kita ketahui dari berita pers, tampaknya keributan yang terjadi adalah justru persoalan persepsi diantara kita yang meributkan. Kayaknya kita perlu sabar untuk mencari data tentang konteks penglahir keputusan itu termasuk mindset orang-orang yang memutuskannya. Barangkali Pak BSP yang masih dekat dan punya antena kuat untuk mendengarkan hal-hal berkaitan dengan kasus itu, yang masih tersembunyi dari pandangan intelektual dan hati kita dapat memberikan pencerahan. Jadi, tidak mesti berpendapat cepat-cepat itu lebih baik dan jernih...hahahahahaaaa....apakah begitu ?
Salam, Djarot Purbadi http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] http://arsitekturnusantara.wordpress.com http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com --- On Sat, 8/15/09, Sugiono Ronodihardjo <[email protected]> wrote: From: Sugiono Ronodihardjo <[email protected]> Subject: [referensi] Think locally, do globally ? To: "[email protected]" <[email protected]> Date: Saturday, August 15, 2009, 10:52 AM Rekan-2 ysh, Mulai kemarin para birokrat di D.I. Jogyakarta secara resmi diharuskan berkomunikasi formil lisan dengan bahasa Jowo, kalau tertulis resmi pakai bahasa Indonesia. Apakah ini akan menghidupkan 'kearifan lokal' atau 'neo-feodalisme' ? (silahkan baca artikel dibawah). Bagaimana kalau daerah-2 lain di Indonesia mengikuti dengan bahasa daerah masing-2, sepertinya kita musti belajar bahasa Bali, Batak, Kalimantan, Papua, dll. asyiiik... ngaturaken sugeng 'shaum Ramadhan' ...nyuwun pangapunten. .. matur nuwun. Wassalam, okezone.com - 8/14/2009 11:50 AM Local Time Hari Ini Pemprov DIY Terapkan Bahasa Jawa YOGYAKARTA - Mulai hari ini seluruh pegawai di seluruh lingkungan dinas di Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta serta kabupaten/kota akan menggunakan bahasa Jawa dalam aktivitas sehari-hari. Menurut Gubernur DIY Sri Sultan Hb X, sebenarnya penggunaan bahasa Jawa ini telah dilakukan sebelumnya di tingkat kabupaten/kota namun harinya belum seragam. "Itu kan sebenarnya sudah jauh hari lalu diterapkan khususnya di tingkat kabupaten/kota tapi beda-beda harinya. Nah, mulai besok itu diseragamkan tiap hari Sabtu semua," ujar Sultan di Yogyakarata, Jumat (14/8/2009). Menurut Sri Sultan, penggunaan bahasa Jawa dalam aktivitas sehari-hari ini merupakan bentuk penghargaan atas nilai-nilai budaya masyarakat Jawa. Apalagi sejak Indonesia belum merdeka masyarakat Jawa sudah memiliki tradisi sendiri, filosofi sendiri, cara berbusana sendiri, maupun makanan sendiri. "Langkah ini sebagai bentuk penghargaan nilai-nilai budaya masyarakat Jawa yang sudah lama diajarkan oleh para orangtua kita," tuturnya. Sebelumnya Kepala Biro Umum, Humas, dan Protokol Pemprop DIY Sigit Sapto Raharjo menjelaskan, aturan penggunaan bahasa Jawa ini utamanya untuk komunikasi lisan. Sedang untuk komunikasi tertulis secara formal tetap menggunakan bahasa Indonesia, mengingat jika menggunakan bahasa Jawa dibutuhkan pedoman dan kaidah-kaidah yang perlu dipelajari, surat-surat tidak formal, bisa dimulai dengan bahasa Jawa. "Misalnya memo kepala kepada stafnya, bisa saja menggunakan bahasa Jawa," kata Sigit. Be seen with Buddy! Tag your picture and win exciting prizes! Click here

