Mas Djarot dan rekan-2 ysh,

Dulu sekitar tahun 1970an juga ada arus pengendara sepeda yang kuat bolak-balik 
dari kota Demak ke Semarang, mereka pada umumnya para pekerja buruh pabrik dan 
bakul yang kerja disepanjang kawasan industri Genuk-Sayung sampai ke Semarang. 
Saat itu pernah dibuatkan jalur khusus untuk sepeda di kiri-kanan jalan utama 
sebagai jalur lambat, tetapi perkembangan sekarang jadi jalur motor, mungkin 
karena jumlah yang bersepeda sudah berkurang. Sepeda memang salah satu alat 
mode transportasi, tetapi dalam perkembangannya sepertinya untuk jarak jauh 
kurang diminati, kecuali bagi yang terpaksa atau kesenangan/hobby atau 
olahragawan. Untuk jarak dekat (radius 1 -3 km) mungkin masih nyaman ya, mohon 
pendapat. Wassalam.

Onnos 
 


To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Sat, 12 Dec 2009 07:08:58 -0800
Subject: RE: [referensi] jalur sepeda?

  







Pak Ono, Jogja memang sudah berubah, nggak seperti dulu lagi yang penuh dengan 
sepeda, khususnya ketika jalan Malioboro masih dua arah. Suasana bersepeda 
waktu itu memang tampak kuat karena di Tugu masih ada lampu lali-lintas yang 
dikendalikan secara manual di suatu pojok oleh seorang polisi lalu-lintas. 
Sekarang, lampu merah dan hijau sudah tidak melekat di bangunan Tugu lagi, pos 
pengendali lampu juga sudah hilang karena tempatnya digunakan untuk melebarkan 
jalan Diponegoro. Jogja memang makin cepat dan makin polutif.

Transportasi sepeda masih kuat dari arah Bantul ke Jogja dan Godean ke Jogja, 
sebab sepeda merupakan kendaraan yang realistis untuk para warga desa (misalnya 
para tukang bangunan atau bakul-bakul pasar). Naiknya kesejahteraan mereka, 
biasanya pilihan untuk menggantikan sepeda dengan motor merupakan hal yang umum 
terjadi. Akibatnya, sekarang arus masuk kota Jogja dari Bantul dan Godean 
didominasi motor dan sepeda, Jika pagi hari 2/3 jalan digunakan untuk mereka. 

Saya mengantarkan anak saya selalu berangkat dari rumah pukul 6 tepat, sebab 
lewat 5 menit saja jalan Godean pasti macet. Kejadian ini sudah bertahun-tahun 
kami alami dan sudah hafal kapan harus bagaimana. Polusi debu, asap dan suara 
memang mendominasi kedua jalan itu, bahkan tampak menjadi semacam lembah atau 
sungai asap setiaop pagi dan sore pukul 16.00 jamnya para pekerja pulang ke 
rumah (keluar Jogja).

Menurut pengamatan saya, sepeda di kedua jalan masuk Jogja itu dalam lima tahun 
lagi akan menyusut dan digantikan oleh motor semua. Ini hanya pikiran intuitif 
saja, sebab sekarang mudah memiliki motor dengan kredit ringan, sementara gaya 
hidup para tukang bangunan dan bakul-bakul juga semakin berubah...punya HP dsb 
yang makin gaul-lah.

Salam,

Djarot Purbadi

http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]
http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]
http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Sat, 12/12/09, Sugiono Ronodihardjo <[email protected]> wrote:


From: Sugiono Ronodihardjo <[email protected]>
Subject: RE: [referensi] jalur sepeda?
To: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Saturday, December 12, 2009, 9:09 PM


  

Mas dan Mbak Refensier ysh;
Bicara masalah upaya mendorong untuk bersepeda ria, saya sepakat bahwa itu 
dapat mengurangi pemborosan energi, polusi dan menambah badan sehat. 
Namun, realitas perkembangan yang ada sepeda motor yang lebih banyak digunakan, 
contohnya kota Jogya yang dulu disebut 'kota sepeda' sekarang berapa prosen 
yang masih bertahan dengan 'bersepeda ria' setiap hari ? Mungkin, masalahnya 
bukan 'iklan' motor yang lebih gencar, kiranya kita perlu melihat 
kenyataan/kecenderu ngan lain, misal adanya perubahan 'gaya hidup' masyarakat 
selain mungkin tuntutan kebutuhan yang sudah berbeda. Didekat rumah saya ada 
pangkalan 'ojek' yang setiap hari mangkal sekitar 15 peng-ojek motor, mereka 
pada dasarnya adalah pengangguran sementara (banyak yang bisa jadi tukang 
bangunan atau pekerjaan serabutan lain, kalau ada pesanan). Sambil nunggu 
kerjaan tetap, mereka sejak jam 05.00 sampai 19.00 mencari tambahan dengan 
sepeda motor (sewaan atau kreditan), penghasilan bersih rata-2 sehari antara 
Rp. 20.000 s/d 30.000,-. Mungkin banyak pangkalan ojek-motor yang tersebar 
dimana-mana didekat tempat anda mungkin juga ada. Nah, ini suatu kenyataan yang 
perlu diamati, apakah ojek-sepeda dapat menggantikannya ? Mungkinkah kita dapat 
memberikan solusi terbaik untuk keberadaan sepeda motor (tidak hanya ojek) yang 
semakin menjamur ini ? Seperti: jalur jalan, tempat parkir, keamanan, 
pengurangan polusi suara & udara dari knalpotnya, dll. semoga tulisan ini 
bermanfaat.
Wassalam, 
Onnos. 



To: refere...@yahoogrou ps.com
From: harya.setyaka@ gmail.com
Date: Sat, 12 Dec 2009 06:53:22 +0000
Subject: Re: [referensi] jalur sepeda?

  



Sya kira dimana iklan kendaraan bermotor selalu lebih agresif daripada iklan 
sepeda..

Apakah di Belanda ada pengecualian? Artis2 top nya pada mengiklankan sepeda dan 
bukan kend bmotor?

Mungkin yg mengecualikan Belanda adalah harga bensinnya..

Salam,
-K-





Pedal Powered BikeBerry





From: Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. com> 
Date: Fri, 11 Dec 2009 20:53:09 -0800 (PST)
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda?

  




Iklan sepeda selama ini kalah jauh dengan iklan motor, apalagi mobil. Jadi 
pantaslah motor dan mobil mendominasi gaya hidup dimana-mana. Tampaknya sepeda 
vs kendaraan bermotor akan memasuki pola Cicak lawan Buaya heheeee....

Salam,

Djarot Purbadi

http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK]
http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF]
http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com

--- On Sat, 12/12/09, Risfan Munir <risf...@yahoo. com> wrote:


From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com>
Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda?
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Saturday, December 12, 2009, 10:44 AM


Intermezo,

Emas pertama Indonesia di SEA Games 2009 diraih oleh atlet "balap sepeda" Risa 
Suseanty di nomor downhill. Selamat!

Saya kira akan baik kalau dia dijadikan ikon promo bersepeda (kayak iklan ..yg 
pake Rossi) itu lho. 

Salam, 
Risfan Munir



-----Original Message-----
From: Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. com>
Sent: Saturday, December 12, 2009 9:27 AM
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: RE: [referensi] Fw: Re: Bls: Bls: [plbpm] jalur sepeda?


Pak Risfan, uraian panjenengan memperkuat tesis saya, bahwa untuk 
ber-arsitektur ria atau ber-planning ria kita mesti melihat awalnya dari titik 
yang lain, tidak langsung ke arsitektur atau planning. Tentu ini bukan sebuah 
pelarian atas ketidakmampuan berarsitektur atau berplanning, melainkan sebuah 
kesadaran bahwa arsitektur dan tata keruangan ada di dalam jaring-jaring 
kehidupan, bukan perkara yang terisolasi atau terpisah dari sistem yang lain






Chat online and in real-time with friends and family! Windows Live Messenger 


                                          
_________________________________________________________________
New Windows 7: Simplify what you do everyday. Find the right PC for you.
http://windows.microsoft.com/shop

Kirim email ke