Pak Wilmar ysh, kelihatannya sudah ada 2 kriteria ya yang ditemukan: 1)
jalan bagus, dan 2) bandara internasional. Mengenai pusat pemerintahan
di Kepulauan Sunda Kecil, saya dulu naksir sekitar Teluk Saleh di
Sumbawa, kalau mengikuti 'teori median'. Teluk Salehnya bisa jadi danau
air tawar kalau mau sedikit dibendung.

Saya teringat dulu pernah melewati jalan negara di kawasan ini yang
sepi, dan ada sekitar 3-4 km jalannya lurus tanpa belokan. Saya
terbayang kalau jalan ini diperlebar dan ditingkatkan sedikit
konstruksinya serta obstacles dibuang, maka bisa menjadi alternatif
runway penerbangan perintis untuk kawasan ini. Sementara demikian dulu.
Salam.

-ekadj

--- In [email protected], "wilmarsalim" <wil...@...> wrote:
>
> Pak Eka dan mas Agus,
>
> Kalau jalan bagus sudah ada, lalu bandara internasional akan dibangun,
sekalian direncanakan untuk pusat pemerintahan RI yang baru bagaimana?
Apakah Flores atau Sumba, atau Sumbawa punya potensi?
>
> Salam,
>
> Wilmar
>
> --- In [email protected], "ffekadj" 4ekadj@ wrote:
> >
> >
> > Pak Dwiagus, boleh juga sarannya, yang pasti Pak Djarot bakalan
senang,
> > karena bisa tiap bulan pulang kampung. Yang pasti poros
> > Wini-Atapupu-Atambua sudah dibangun jalan bagus via IBRD. Selama ini
> > jalur udara ke Timor Leste adalah langsung dari Ngurah Rai.
Sebenarnya
> > saya dulu pernah mengusulkan di Maritaing Alor, di seberang laut
dari
> > Dili. Kalau di Flores bisa sekalian mendayagunakan potensi
wisatanya.
> > Salam.
> >
> > -ekadj
> >
> >
> > --- In [email protected], "Benedictus Dwiagus S."
<bdwiagus@>
> > wrote:
> > >
> > > Pak Eka
> > >
> > > idenya menggelitik, pak.
> > > Kalau boleh ngasih opsi, saya mungkin lebih prefer di kabupaten
Belu.
> > Mungkin di Atambua, atau deket pasar mattoain perbatasan dgn Timor
> > Leste.
> > > Kalau di maumere dan ende, masih nanggung jaraknya.
> > > Kalau di Belu, mungkin jadi pintu gerbang pula ke Timor Leste.
Selain
> > juga memfasilitasi arus barang dan jasa dari Srbaya ke situ, yg saya
> > pikir lumayan demandnya.
> > >
> > > Demikian pak,
> > > Salam
> > > Dwiagus
> > > »»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot
> > Teruuusss...!!!
> > >
> > > -----Original Message-----
> > > From: "ffekadj" 4ekadj@
> > > Date: Mon, 04 Jan 2010 16:38:49
> > > To: [email protected]
> > > Subject: [referensi] butuh bandara internasional di ntt
> > >
> > >
> > > Referensiers,
> > >
> > > Saya pernah terbang dari Timika langsung ke Bali dengan Garuda,
dan
> > saya
> > > kira ini adalah jarak penerbangan domestik reguler terpanjang di
> > > Indonesia saat ini. Waktu tempuh sekitar 4 jam, walau Pak Wawo
> > > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/3015> pernah
> > mengalami
> > > jarak tempuh yang lebih panjang antara Biak-Jakarta tahun 1962.
> > > Sepanjang perjalanan melintasi Kepulauan Maluku Tenggara dan
Selatan
> > > serta Nusa Tenggara. Terbayang juga selama perjalanan bila
tiba-tiba
> > > terjadi gangguan tentunya harus mendarat di suatu tempat. Pilihan
yang
> > > paling mungkin saat ini tentunya El Tari Kupang, yang berada di
luar
> > > jalur penerbangan, dan kurang layak untuk dikembangkan lebih
lanjut.
> > > Saya kira lokasi yang relatif mungkin adalah di Pulau Flores, bisa
di
> > > Ende atau Maumere, namun keduanya tetap butuh konstruksi bandara
baru.
> > > Bila ada, Manotar bisa langsung tancap gas dari Timika tanpa
mengisi
> > > bbm. Sementara demikian. Salam.
> > >
> > > -ekadj
> >
>



Kirim email ke