Eka, sudah pasti banyak yang sudah berkecimpung memakai model vernakuler, entah secara linguistis, secara antropologi, atau secara historis, yah mungkin kalau analogi inverse nya untuk human settlements, saya sudah katakan Shumacher lectures sudah pernah membahasnya. Tapi kalau dalam inverse historis , saya kira bisa ada double inversion, jadi seperti kaos kaki yang dibalik what is in the socks, inside out or outside in, wah ini bisa menarik sekali untuk inside out settlements, katakan saya dengan semua real estate yang sekarang lebih kosong daripada isi, kalau secara inverse economics, mungkin bisa juga, wow bagaimana kopi daratnya?
________________________________ From: ffekadj <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, January 9, 2010 11:18:31 PM Subject: [referensi] Re: vernacular settlements Pak Wawo dan Pak Djarot, sedikit banyak saya sudah mendapatkan bayangan kejelasan tentang istilah vernacular. Saya kira ini kajian yang serius bilamana dapat dirumuskan, similar dengan upaya Levi-Strauss menarik aspek 'language' sebagai unsur struktur dalam masyarakat. Jadi kurang lebih untuk vernacular settlements itu: de'sign' permukiman ditumbuhkan dari resepsi kultural masyarakat, atau juga kondisi geomorfologis, atau juga klimatologis, dan mungkin kosmologis. Dan sifatnya tipikal (: lokasional). Bila kita pakai 'konsep inverse'-nya Pak Wawo, bisa juga dengan melihat tampilan suatu permukiman maka sudah akan dapat menyelami jiwa masyarakatnya? Sementara demikian. Salam. -ekadj --- In refere...@yahoogrou ps.com, Hannie Waworoentoe <waworoentoehannie@ ...> wrote: > > Eka, sudah begitu lama saya engga kasih tanggapan, tapi karena istilah vernacular saya perlu berikan sedikit penjelasan. Sebetulnya saya mulai tertarik dan menggunakan istilah vernacular itu sejak ada Schumacher lectures, dimana istilah vernacular yang pada waktu itu terutama digunakan untuk arsitektur, sebagai semacam bahasa arsitek, baru digali pada pengertian aslinya. Rupanya vernacular itu bukan bahasa daerah semata-mata tetapi, ditafsirkan sebagai suatu bahasa yang tidak resmi formal, oleh karena pada waktu itu di Spanyol hanya bahasa Latin yang diakui sebagai bahasa, bahasa Sepanyol sendiri itu dianggap anak haram, sehingga juga tidak diaui sebagai bahasa. Well ini adalah aslinya pengertian vernacular. Later on anything which was not formal or official became a vernacular atau suatu lidah bahasa. Ini tanggapan saya, sekarang silahkan menggunakan istilah ini untuk segala sesuatu yang belum jadi resmi ok. Dengan sendirinya bisa saja kita kembangkan > suatu silabus yang khusus lagi untuk human settlements. > > > > > ____________ _________ _________ __ > From: ffekadj 4ek...@... > To: refere...@yahoogrou ps.com > Sent: Fri, January 8, 2010 1:12:19 AM > Subject: [referensi] vernacular settlements > >  > Pak Djarot ysh, boleh juga dicoba ayam Kalasan TTU-nya. Saya duga pasti ada karaokeannya, iyakan? Saya tertarik dengan 'vernacular settlements' , istilah ini selalu diulang-ulang Pak Wawo. Boleh saya dapat penjelasannya? Siapa tahu itu juga 'tanda'. Terima kasih sebelumnya. Salam. > -ekadj > > --- In refere...@yahoogrou ps.com, Djarot Purbadi dpurbadi@ wrote: > > > > Lha iyalah Pak Eka, saya senang jika ada bandara yang memudahkan saya tilik para saudara saya di Kaenbaun. Saya bisa menggiatkan penulisan tentang the architecture of vernacular settlements di Timor dengan bantuan teman-teman di sana. Minimal mosaik arsitektur vernakular di Timor ada yang merawatnya, khususnya yang berkaitan dengan planning ruang lokal ala pengetahuan lokal. Maklumlah, teman-teman di Timor dan NTT umumnya lebih tertarik meneliti "bangunan" daripada "arsitektur lingkungan" desa-desa di Timor yang sangat unik. > > > > Perlu saya kabarkan juga, kunjungan saya Nopember 2009 yang lalu menemukan fenomena yang menarik. Di TTU sudah mulai dilakukan eksplorasi mangaan oleh modal asing, yang sebagian pekerjannya adalah orang Korea. Pada waktu itu saya ditunjukkan dan diajak mampir oleh Pater John di sebuah rumah makan yang laris-manis berjudul "Rumah Makan Ayam Goreng Kalasan" heheheee.... ini beneran,.... Kalasan kok di Timor, batin saya. Pengelolanya seorang Chinese yang nenek-moyangnya lama di Timor....rumah makan itu setiap malam sangat ramai karena orang-orang pekerja tambang, khususnya Korea-korea itu, pada makan di tempat itu.....nah, setiap malam !!!! Nah, bandara internasional ternyata memang diperlukan di TTU.......?? ? > > > > Sementara begitu Pak. > > > > Salam, > > > > > > > > Djarot Purbadi > > > > > > > > http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK] > > > > http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF] > > > > http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com >

